Drama #Romance

Bab 5 DEKAT DENGANMU BISA MENGANCAM JIWAKU

08 December 2025

"Bagaimana keadaanmu calon besan? jangan bilang kau serius jantungan ya!" ucap Aditama pada Rama.

"Kau mau aku cepat mati hah! enak saja, aku nggak apa-apa Tam..." sahut Rama kemudian.

"Lalu bagaimana, sudah berhasil mengambil hati putramu? jujur, aku suka pawakan putramu yang gagah dan tampan itu. Apa lagi itaknya jenius," sahut Aditama dengan senyum tersungging di bibirnya.

"Tentu saja! dia dari ketutunanku. Jelas dia mewarisi semua yang ada padaku," ucap Angkuh Rama sanjaya seperti biasa.

"Hei... ingat! kuta sekutu sekarang Ram..." balas Aditama kemudian.

"Iya aku tahu! oh ya, aku bisa menaklukkan putraku, kau bagaimana?" tanya Rama Sanjaya kemudian.

"Tentu saja aku juga bisa meyakinkan putriku, hemz... lalu bagaimana selanjutnya? apa yang harus kita lakukan?" tanya Aditama yang merasa harus mencoba mendekatkan putrinya dan calon menantunya.

"Ya kita harus makan malam bersama, kalau perlu harus berlibur bersama sebagai cara agar mereka bisa lebih dekat satu sama lain," ucap Rama pada calon besannya. Dan Aditama pun menyetujuinya.

Sedangkan Arga Sanjaya saat itu dia bersiap untuk pergi dari rumah Karena ia merasa di rumah seperti orang asing di mana kedatangannya begitu diinginkan tetapi nyatanya kepergian yang mereka inginkan. Di mana ia terpaksa pulang ke rumah dengan alasan papanya sakit keras tapi kenyataannya papa dan juga Mamanya malah memaksanya untuk menikah. Bukan hanya sebuah pernikahan bisnis seperti pada umumnya tetapi lebih ke terpaksa menikahi rival.

Arga melakukan mobil sport keluaran terbarunya sendiri menuju ke salah satu tempat hiburan malam karena ia sudah janjian dengan Sekretarisnya sekaligus sahabat baiknya yaitu Adrian. Namun ketika ia berada di jalan, ia melihat sebuah mobil yang berhenti tepat di depan mobilnya dan terkesan memaksanya harus menghentikan mobil tersebut, untungnya saat itu Arga tidak sampai membanting setir ke arah lain dan sedetik kemudian ia melihat sekelompok orang sekitar tujuh orang yang keluar dari dalam mobil tersebut dan menghadangnya bahkan beberapa orang di antaranya telah berjalan mendekat menuju ke arah mobilnya kemudian mengetuk kedua sisi samping kaca mobil yang Arga naiki dengan kasar.

"Keluar kau!" ucap teriakan beberapa orang di sana yang meminta Arga untuk keluar dari dalam mobil.

"Siapa mereka? sepertinya aku kembali dari luar negeri tidak menyinggung siapapun kenapa aku dihadang banyak orang begini?" ucap gerutu Arga saat itu sebelum ia memutuskan untuk keluar dari dalam mobil tersebut. Dan ketika ia keluar, ia langsung di hantam oleh pukulan beberapa orang di sana yang langsung menyerang Arga dengan kasar namun lelaki itu bisa menepisnya bahkan memberi serangan balik untuk mereka hingga beberapa orang diantara mereka terjatuh ke tanah.

"Siapa yang menyuruh kalian?" ucap tanya Arga kemudian pada mereka semua.

"Kau tidak perlu tahu siapa orang yang menyuruh kami tetapi yang pasti kau sudah menyinggung tuan muda kami dengan menggoda wanita yang diincarnya," ucap salah satu orang yang mewakili beberapa orang yang ada di sana.

"Sial! mereka tidak tahu kalau aku tidak pernah mendekati wanita manapun bahkan tanpa aku harus mendekati mereka dengan susah payah mereka sudah mendekatiku duluan bisa-bisanya orang yang meminta beberapa orang ini menghadangku takut jika aku menggoda wanitanya? dan di sini hanya tuan putri dari keluarga Aditama yang keluargaku inginkan," ucap Arga saat itu dalam hati yang menggerutu dan Arga langsung teringat oleh dua orang tuan muda yang sedang adu jotos dan berkelahi di tempat hiburan malam hanya untuk memperebutkan calon tunangannya.

"Oh... pasti diantara kedua lelaki itu ya?" ucap Arga, namun saat itu mereka sudah langsung berkelahi kembali dan kebetulan dari kejauhan saat itu terlihat mobil yang Zoya kendarai tengah melintas, ia awalnya hanya cuek saja ketika melihat beberapa orang tengah mengeroyok satu orang tapi ketika ia menyadari jika satu orang yang melawan banyak orang tersebut begitu familiar untuknya dan ia adalah lelaki yang keluarganya pilih, membuat Zoya segera menghentikan laju mobilnya tersebut dengan tiba-tiba.

"Sepertinya itu adalah lelaki yang Papa dan Mama inginkan untuk menjadi suamiku, haruskah aku mengabaikannya dan pergi dari sini? sepertinya itu yang harus aku lakukan sekarang aku harus segera pergi dan pura-pura tidak melihat apapun di sini. Tapi kalau sampai terjadi apa-apa dengan dia bukankah keluargaku juga yang akan kena imbasnya?" ucap gerutu Zoya yang akhirnya memutuskan untuk memundurkan mobilnya dan menghentikan mobil itu tepat di dekat tempat kejadian. Zoya segera keluar dari dalam mobil tersebut denganembawa sebuah pistol kecil di tangannya. Ia pun langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah mereka yang sedang berkelahi.

"Kalau kalian nggak mau mati, pergi! sebentar lagi polisi datang!" ucap teriakan Zoya yang membuat mereka semua seketika itu pula menghentikan aktivitasnya tersebut. Sontak semua orang menatap ke arah Zoya berada. Terlihat beberapa orang tengah berbisik di sana.

"Kita harus mundur kalau wanita itu datang! Karena Wanita itu adalah wanita yang bos kita incaran, kita tidak bisa untuk melukainya, kalau kita tidak mundur sekarang kita yang akan habis," ucap beberapa orang di sana yang sedang memberitahu rekan lainnya dan hal itu bisa didengarkan dengan jelas oleh Arga. Akhirnya mereka pun segera masuk ke dalam mobil dan membawa teman mereka yang tumbang untuk ikut bersama dengan mereka dan mobil itu pun pergi meninggalkan tempat.

"Ada apa kau di sini malam-malam begini?" ucap tanya Zoya kemudian pada Arga.

"Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, kenapa seorang wanita malam-malam begini ada di sini?" ucap tanya Arga yang menimpali ucapan Zoya.

"Hei, bisa tidak kau mengucapkan terima kasih? kalau aku tidak ada di sini saat ini sudah pasti kau akan habis dihajar mereka," ucap balasan Zoya.

"Andai saja kau tahu, Mereka pergi bukan takut karena kau datang tetapi mereka takut Bos mereka yang akan menghabisi mereka jika sampai kau terluka," ucap gerutu Arga saat itu yang samar-samar bisa Zoya dengarkan.

"Kau bicara apa Aku tidak mendengarnya dengan jelas," ucap tanya Zoya kemudian.

"Terima kasih karena insiden ini aku harus membawa pengawal ke mana-mana karena sepertinya hanya terlihat mengobrol denganmu saja seperti ini bisa mengancam jiwaku," ucap Arga kemudian yang tampak membuat Zoya begitu kesal.

"Apa maksudmu bicara seperti itu? jelas-jelas aku di sini untuk membantumu tapi kau malah mengira jika kedatanganku di sini malah mengancam jiwamu?" ucap gerutu Zoya dengan nada kesalnya.

"Asal kau tahu saja, mereka semua adalah orang-orang suruhan dari lelaki yang mengejar mu," ucap Arga dengan jawabannya.

"Apa!? lelaki yang mengejarku? lelaki mana maksudmu? ada banyak lelaki yang mengejarku," balas Zoya kemudian.

"Itu bukan urusanku dan aku juga tidak ingin tahu," balas Arga.

"Hya! mereka mengejarku itu bukan salahku kenapa juga kau merasa orang lain yang mengejarku tetapi aku yang malah mengancam jiwamu? kau harus meluruskan semuanya sebelum kau pergi!" ucap Zoya dengan teriakannya ketika ia melihat Arga yang sudah masuk ke dalam mobil. Hingga lelaki itu menurunkan kaca mobilnya dan menatap ke arah Zoya berada.

"Modelan begini wanita anggun dan juga lemah lembut katanya?" balas Arga yang lalu segera menutup kaca jendela mobilnya kemudian melajukan mobil itu pergi meninggalkan tempat.