Drama #Romance

Bab 6 SEPERTI TAHANAN RUMAH PAPA

09 December 2025

"Apa maksud lelaki itu bicara seperti itu padaku?" ucap geruto Zoya sembari menatap kepergian mobil tersebut. Baru saja Arga tiba di tempat hiburan malam dan bertemu dengan sahabatnya tersebut ia langsung mendapatkan pesan dari papanya dan saat itu pula ia yang merasa kesal karena apa yang terjadi padanya tadi hanya bisa membuka dan membaca pesan tersebut sembari duduk dan menyadarkan punggungnya dengan nyaman pada sandaran sofa yang baru saja ia tempati. Arga membuka dan membaca pesan itu segera.

"Tengah malam begini kau ke mana kenapa mamamu tidak menemukanmu ada di kamar? besok papa ingin kau ada di rumah karena keluarga calon istrimu akan datang kemari," ucap pesan yang saat itu Arga terima dan baru buka.

"Ada apa Ga? kenapa Kau tampak kesal seperti itu?" tanya Adrian saat melihat Arga yang tampak lesu.

"Nih..." ucap Arga sembari mengangkat salah satu tangannya dan terlihat memar kebiruan di salah satu lengan tangan tersebut.

"Jangan bilang kau di gebuki papamu?" ucap tanya Adrian kemudian yang lalu segera mengambil batu es yang ada di wadah depannya dan mengoleskannya ke lengan tangan Arga yang sakit.

"Apakah kau pernah tahu papaku menggebukiku meskipun aku melakukan kesalahan besar sekalipun?" ucap tanya Arga kemudian pada Adrian.

"Sepertinya kau tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar seperti itu dari keluargamu meskipun kau melakukan kesalahan besar sekalipun." balas Adrian.

"Dan hal itulah yang membuat ku merasa tidak pernah bisa menolak apa yang kedua orang tuaku inginkan karena perlakuan baik mereka dan juga dukungan dari mereka," ucap gerutu Arga yang begitu lirih dan samar-samar Adrian bisa mendengarkannya. di mana Arga merasa jika kedua orang tuanya selalu mengupayakan yang terbaik untuknya dan sudah pasti setiap kali apa yang kedua orang tuanya itu lakukan semua itu demi kebaikan dan Arga begitu menghargai hal itu begitu juga dengan perjodohan dadakan antara dirinya dan juga Putri keluarga Aditama.

"Memangnya apa yang kedua orang tuamu inginkan? Lalu ini kenapa lengan tanganmu sampai memar gosong seperti ini?" ucap tanya Adrian lagi.

"Mereka ingin aku menikah dengan Putri keluarga Aditama," ucap Arga dengan jawabannya dan hal itu membuat Adrian benar-benar begitu terkejut karena Adrian juga tahu jika keluarga Aditama adalah rival keluarga Sanjaya sejak dulu dari zaman kakek neneknya.

"Apa! dan kau menyetujui keinginan keluargamu itu? bukankah keluarga Aditama adalah rival keluarga mu? bahkan semua orang yang ada di negeri ini juga pasti tahu hal itu," ucap Adrian yang masih belum percaya dengan keputusan yang keluarga Arga ambil.

"Ya, dan anehnya keluarga Aditama juga tidak menolaknya mereka juga setuju Aku berjodoh dengan Putri mereka," ucap Arga lagi yang lagi-lagi membuat Adrian begitu terkejut untuk yang kedua kalinya.

"Apa! sebenarnya apa yang kedua keluarga besar itu lakukan? Mereka ingin menyudahi peperangan atau mereka memiliki misi tersendiri untuk menyandingkan putra dan putri tunggal mereka?" ucap tanya Adrian kemudian yang lalu membuat Arga menggelengkan kepalanya beberapa kali karena kalau dipikir-pikir lagi ia juga tidak megerti apa yang parah orang tua itu pikirkan.

"Lalu siapa yang menyerangmu?" ucap tanya Adrian lagi.

"Siapa lagi kalau bukan pesuruh para penggemar putri keluarga Aditama itu," balas Arga dengan jawabannya.

"Apa!" lagi lagi Adrian terkejut dengan apa yang sahabatnya itu ucapkan.

"Kenapa kau selalu terkejut setiap kali aku mengatakan sesuatu Adrian?" ucap tanya Arga kemudian.

"Bagaimana aku tidak terkejut masih dalam perencanaan kedekatanmu dengan Putri keluarga Aditama tapi kau sudah diserang seperti ini bukankah ada kemungkinan kalau kau benar-benar mengiyakan pernikahan itu maka kau akan semakin babak belur nantinya?" ucap Adrian kemudian.

"Ya... mungkin itu bisa jadi iya bisa jadi tidak kau tidak tahu siapa aku mana mungkin setelah kejadian ini aku akan pergi keluar sendirian," balas Arga kemudian.

"Ya... ya ya memang kau adalah lelaki tangguh di balik itu kau juga bukan lelaki biasa yang bisa disentuh seenaknya dengan mudah, apalagi sampai membuatmu terluka seperti ini kalau bukan ulah Putri keluarga Aditama itu," balas Adrian.

"Ya... hanya dia yang bisa menyentuhku seperti ini bahkan lewat tangan orang lain," ucap gerutu Arga lagi.

"Baiklah kalau begitu malam ini aku tidak bisa menemanimu minum karena papaku sudah memintaku untuk segera pulang dan Karena kesehatannya yang tidak terlalu baik aku harus menjadi Putra penutut baginya, jadi kau jangan begadang malam ini karena besok aku masih menginginkan bantuanmu untuk menemaniku datang meninjau proyek baru. Awas kau kalau sampai kesiangan datang ke kantornya!" ucap Arga kemudian pada Adrian yang lalu membuat lelaki itu langsung hormat dan siap. Tanda jika lelaki itu tidak akan mengecewakan Arga.

Adrian hanya bisa menatap kepergian lelaki itu meninggalkan tempat Ia hanya bisa mendengus untuk beberapa saat.

"Bisa-bisanya Bos muda itu baru pulang langsung mendapatkan proyek baru dengan begitu mudahnya bahkan dia sudah menjadi wakil CEO di perusahaan Sanjaya, untungnya Dia adalah lelaki baik dan aku berhutang Budi banyak padanya," ucap Adrian dalam hati di mana ia mengenang semua kebaikan Arga selama ini padanya dan juga pada keluarganya meskipun Arga berada di luar negeri tetapi lelaki itu selalu membantu Adrian diam-diam.

Hingga tanpa terasa pagi pun tiba. Seperti biasa pagi itu Arga bersiap-siap akan berolahraga namun ketika ia akan keluar dari pintu rumah ia sudah disambut oleh dua orang pengawal.

"Siapa kalian?" tanya Arga kemudian dengan kedua orang yang berbawakan tinggi kekal dan berkulit sawo matang dengan wajah sangar itu.

"Selamat pagi tuan muda kami ditugaskan oleh Tuan besar untuk menjaga anda," ucap kedua orang tersebut secara bersamaan.

"Apakah Papa tahu kalau semalam aku diserang oleh sekelompok orang?" ucap gerutu dalam hati Arga sebelum kedua orang itu berbicara kembali.

"Kami ditugaskan oleh tuan besar dan juga nyonya untuk membawa Tuan Arga kembali sesuai jadwal karena hari ini ada pertemuan penting," ucap salah seorang diantaranya yang lalu membuat Arga mengerti jika kedua orang itu ditugaskan oleh kedua orang tuanya untuk mengawalnya dan membawanya kembali pulang dengan selamat dan tepat waktu karena nanti malam ada acara makan malam bersama kedua keluarga.

"Aku kira Papa menugaskan mereka untuk menjaga keselamatanku, ternyata Papa menugaskan kalian untuk membawaku kembali pulang karena Papa khawatir aku akan melarikan diri," ucap gerutu Arga dalam hati.

"Kalian tidak usah repot-repot aku masih olahraga jadi kalian tidak perlu mengikutiku aku juga akan pulang setelah itu akan pergi ke kantor," ucap Arga kemudian.

"Tuan Arga tidak perlu khawatir kami akan berada beberapa meter di belakang Tuan Arga," balas kedua orang tersebut.

"Akh terserah kalian! kalau begini caranya aku benar-benar ingin melarikan diri!" ucap gerutu Arga sembari ia mulai berlari kecil meninggalkan teras rumah besar tersebut.

"Kenapa Aku merasa seperti tawanan sekarang?" ucap lelaki itu lagi ketika ia joging namun ada dua orang yang tengah mengikutinya dari belakang.