"Keluar! aku sudah akan keluar sekarang," ucap Arga singkat karena ia tidak ingin basa-basi dengan wanita itu. dan saat itu Zoya menyadari jika ia membutuhkan bantuan dari keluarga lelaki itu untuk membangun bisnis papanya kembali Yang sudah bangkrut. Ia hanya bisa mencoba untuk merayu Arga agar Ia mau menikah dengannya.
"Tunggu, aku disini ingin memberikan tawaran untukmu," ucap wanita itu kemudian. Namun Arga langsung menolaknya.
"Aku tidak butuh tawaran apapun darimu dan aku tidak mau bernegosiasi denganmu!" ucap Arga kemudian pada Zoya. Dan saat itu Zoya sudah bisa menebak.
"Kau yakin akan menolak tawaranku ini? aku dengar papamu sakit ya? hemz... meskipun kau menolakku, aku yakin kedua orang tuamu juga tidak akan tinggal diam. Jadi, kenapa nggak kamu mempertimbangkan aku saja? disini aku juga di desak menikah, jadi harusnya pernikahan ini menguntungkan kita kan? kau terhindar dari keinginan kedua orang tuamu untuk segera menikah dan aku terhindar dari desakan kedua orang tuaku untuk menikahi juga," ucap Zoya kemudian yang lalu membuat lelaki itu terdiam di tempat. Arga lalu menghadapkan tubuhnya ke arah Zoya ia kemudian berjalan mendekat menuju ke arah wanita itu berada.
"Jadi menurutmu pernikahan bisnis itu seperti apa?" ucap tanya Arga kemudian.
"Menurutku pernikahan bisnis itu adalah pernikahan yang menguntungkan kedua belah pihak bukankah begitu harusnya?" ucap Zoya kemudian dengan jawabannya.
"Jadi pernikahan ini menurutmu apa yang bisa aku dapatkan jika aku mengiyakannya, sedangkan aku bisa memilih wanita lain tentunya yang tidak Putri rival keluargaku," ucap Arga kemudian yang lalu membuat Zoya sedikit terkejut karena ia memiliki kecil kemungkinan untuk menikah dengan lelaki itu karena lelaki itu tidak menginginkannya. Sedangkan Zoya sendiri jelas tahu bahwa hanya keluarga dari Sanjaya saja yang bisa menstabilkan perekonomian perusahaan papanya.
"Oh ya satu lagi aku jelas ingin calon istriku adalah wanita baik-baik dan tidak sedang dekat dengan lelaki manapun apalagi sampai diperebutkan oleh beberapa lelaki yang ingin kencan dengannya, itu menjadi salah satu penilaian terbesarku tersendiri apakah menurutmu kau masuk kriteriaku tersebut? hingga kau begitu percaya diri memberitahuku tentang tawar menawar yang kau katakan tadi," balas Arga kemudian pada Zoya lalu membuat wanita itu sedikit tersentak karena Zoya jelas tahu bahwa lelaki itu pun juga mengetahui jika ada beberapa lelaki di luaran sana dan tentunya dia dari keluarga berada yang mengejar Zoya dan menginginkannya.
"Bagaimana ini Zoya sepertinya memang lelaki ini tidak bisa dengan mudah untuk ditaklukan apalagi hanya dengan iming-iming tawar-menawar seperti yang kau lakukan. baiklah ini adalah kesempatan terakhir kita tidak akan pernah tahu apa endingnya jika kita tidak langsung menyerangnya bukan?" ucap Zoya saat itu dalam hati yang berusaha melempar dadunya yang terakhir dan ia akan menerima apapun endingnya.
"CK! asal kau tahu saja mereka memperebutkan aku karena aku begitu populer di kalangan para lelaki dan harusnya kau merasa bersyukur karena Aku memilihmu, bukankah seperti itu? lagian kalau kau pun tidak mau dan kau bisa mencari wanita di luaran sana dengan sangat mudah apakah kamu kira aku juga tidak bisa mencari lelaki yang setara denganmu dengan mudah pula? ditambah lagi kesehatan papamu yang tidak terlalu baik dan asal kau tahu saja Papa serta mamamu yang memaksa keluargaku untuk menjalin perjodohan ini. Jadi sudah bisa dipastikan jika keluargamu yang membutuhkan keluargaku, bukan begitu? aku benar-benar sudah sangat menyesal karena tadi memberimu pilihan dan mengajakmu bernegosiasi tapi sepertinya kali ini aku juga tidak ingin melanjutkan perjodohan ini!" ucap Zoya kemudian yang lalu akan beranjak dari tempatnya dan berdiri kini keduanya saling berhadapan satu sama lain tatapan mata keduanya pun saling beradu.
"Sepertinya wanita ini adalah lawan yang begitu tangguh bagiku. Karena tidak semua wanita bisa memperlakukanku seperti ini bahkan kebanyakan dari mereka semuanya bertekuk lutut padaku dan takluk padaku tapi wanita ini berbeda. Ia mampu menyudutkan ku dengan pemikirannya Ia juga mampu membuatku terpaksa harus mengakui kekalahanku seperti ini, meskipun aku tidak bicara sekalipun dia sudah tahu bahwa aku sudah kalah tapi tidak semudah itu Aku mengakui kekalahanku, aku juga tidak mau rugi dalam perjodohan ini," ucap gerutu Arga saat itu dalam hati. Akhirnya lelaki itu pun mengulurkan tangannya untuk meraih salah satu lengan tangan Zoya dan menghentikan langkah kaki wanita itu agar tidak beranjak pergi dari tempatnya.
"Baiklah sepertinya kau adalah lawan yang sepadan denganku dan ada keuntungan pula jika kita saling mendukung satu sama lain. bukan seperti itu? tapi asal kau tahu saja bagiku tidak mudah terikat dalam suatu pernikahan. Kau pasti tahu bagaimana seseorang lelaki di luaran sana sebelum dia menyandang status menikah bukan? dan aku bukan lelaki yang suka membuat gara-gara atau sampai membuat nama baik keluargaku dan nama baikku buruk hingga tercoreng oleh ulahku. Jika aku sudah memiliki seorang istri maka aku harus mendapatkan semua yang sebelumnya aku dapatkan di luar tersebut dari istriku. Apa kau paham apa yang aku katakan?" ucap Arga, kemudian melepaskan genggaman tangannya dari lengan Zoya lalu menggerakkan punggung jemari tangannya untuk menyusuri naik lengan tangan Zoya yang saat itu terbuka hingga batas ujung pundak wanita itu di sana seolah memberi isyarat pada Zoya jika ia mau menikah dengan Zoya tetapi ia juga harus mendapatkan apa yang ia inginkan dari wanita itu.
"Sial! Aku tidak pernah tahu jika ternyata pertapa ini juga doyan wanita. Aku kira dia penyuka sesama jenis," ucap dalam hati Zoya saat itu namun Zoya hanya bisa pura-pura tidak mengerti apa yang lelaki itu maksudkan.
"Maksud kamu bicara seperti itu apa?" tanya Zoya kemudian.
"Tubuhmu. Setelah kita menikah tidak ada yang namanya kau ataupun aku yang selingkuh dengan orang lain di luaran sana apapun situasi kondisi dan keadaannya. Bagaimana apakah kau bisa menjaga tubuhmu hanya untuk ku? jangan salah paham dulu dan merasa jika aku terlalu mengekang dalam pernikahan ini, aku tidak menginginkan apapun darimu karena aku hanya khawatir saja akan tertular penyakit jika sampai kau suka jajan di luaran sana, apalagi kau memiliki banyak teman lelaki, kita tidak tahu seberapa sering kau melakukan hubungan badan dengan mereka," ucap Arga kemudian pada Zoya yang membuat wanita itu tersentak dan begitu terkejut namun ketika Zoya akan membuka bibirnya untuk berbicara menimpali ucapan Arga terlihat lelaki itu sudah menyahutnya kembali.
"Dan jika kau ingin bercerai setelah pernikahan kau hanya bisa melakukan itu setelah 1 tahun pernikahan. Sebelum 1 tahun pernikahan tidak ada di antara kita yang menggugat cerai atau menampakkan ketidak harmonisan di depan umum. Yang mereka tahu adalah kita pasangan yang serasi dan harmonis apapun keadaannya. Aku hanya memiliki syarat itu selebihnya aku tidak peduli, dan kau! aku akan memberikan apa-apa selayaknya seorang suami memberikan apapun pada istrinya," ucap Arga kemudian dengan balasannya.
"Enak sekali mulut lelaki ini bicaranya! kalau dilihat-lihat dari persyaratannya memang itu adalah persyaratan dari seorang lelaki sejati tapi haruskah dia memberikan persyaratan untuk berhubungan badan juga? tidak bisakah Aku menolaknya?" ucap dalam hati Zoya.
"Bagaimana menurutmu kenapa kau diam saja?" ucap Arga kemudian yang melihat Zoya hanya terpaku sembari menatapnya.
"Tidak bisakah kita mencoret aktivitas hubungan suami istri? hei... kita baru mengenal satu sama lain harus kita melakukan kewajiban kita juga?" ucap tanya Zoya kemudian.
"Aku yakin kau tahu jika aku adalah lelaki sejati. Jadi sudah pasti waktu satu tahun itu bukanlah waktu yang singkat. Kau tidak ingin aku benar-benar menjadi pertapa yang kesepian meskipun memiliki istri kan? ayolah kau juga pasti memiliki pemikiran terbuka tentang itu apa yang salah jika kita melakukan hal itu setelah kita menjadi pasangan yang sah?" ucap Arga dengan balasan.