Drama #Romance

MAU HOTEL APA RESORT?

10 December 2025

Zoya hanya menatap lekat ke arah lelaki itu dengan tatapan lekatnya, dalam otaknya masih terus berpikir jika kata-kata yang lelaki itu katakan semuanya tidak benar, Zoya merasa ada sesuatu yang tidak seharusnya. Sampai akhirnya ia mencoba untuk menantang balik lelaki itu.

"Baiklah karena menurut lelaki itu kau adalah wanita gampangan yang mungkin bahkan tidur dengan banyak lelaki. Apa salahnya kalau menggodanya sedikit? Aku hanya ingin tahu apakah lelaki itu benar-benar mengutarakan perasaannya, keinginan sesungguhnya atau hanya pura-pura saja untuk menakuti ku kemudian aku akan mundur dari acara berjodohan ini," ucap gerutu Zoya saat itu dalam hati.

"Emb... kau yakin berminat tidur denganku? kau bisa tergoda dengan tubuhku?" ucap Zoya sembari melangkah mendekat ke arah Arga lalu meraih salah satu tangannya dan menarik tangan itu begitu saja, Zoya menempatkan telapak tangan Arga tepat di salah satu sisi pinggang rampingnya yang tampak nyaman-nyaman saja. Sontak Arga pun tersentak kemudian melangkah mundur dan seketika itu pula langsung menarik tangannya.

"Kau nggak waras ya! kita baru berhadapan secara langsung untuk beberapa kali pertemuan dan kau seenaknya langsung membuatku menyentuh tubuhmu!" ucap Arga sembari berdecak kesal saat ia mendapati calon istri yang papanya pilihkan untuknya tidak canggung sama sekali. Arga lalu melangkah menjauh menuju ke area tempat penyimpanan wine yang ada di sudut kamarnya. Ia membukanya dan langsung meneguk wine itu dari botolnya. Zoya yang tampak sudah sangat profesional masalah lelaki itu pun bisa melihat kegelisahan Arga yang seolah belum pernah menyentuh wanita.

"Loh... kau sendiri kan tadi yang bilang kalau kau mau kita tidur layaknya pasangan menikah? apa salahnya kau menyentuhku? apa salahnya aku... eh, jangan-jangan kau belum pernah menyentuh wanita ya sebelumnya?" ucap Zoya yang terkesan mengejek Arga.

"Nggak penting juga hal itu, kau pastinya juga tahu, jangankan saat kita menikah, sekarang saja kita keluar di depan umum juga harus menjaga nama baik keluarga, nggak kayak kamu yang suka pergi ke tempat hiburan malam dan menyewa lelaki penghibur seperti itu. Paham nggak? kalau kita sudah menikah dan kau membuat onar di luaran sana, bukan hanya nama baik keluargamu saja yang kau bawa, paham?!" ucap Arga yang mencoba memberi pengertian pada wanita yang ada di depannya. terlihat Zoya hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali tanda ia mengerti untuk beberapa saat ia terlihat mencerna semua ucapan Arga kemudian ia mulai mengarahkan pandangannya ke arah Arga kembali.

"Aku tahu sejak diumumkannya pernikahan kita nanti itu tandanya keluarga besar kita dan perusahaan keluarga kita pastinya akan bersatu. Jadi mulai detik itu aku harus menjaga nama baik kedua belah pihak dan aku juga harus menemanimu saat menghadiri acara penting entah itu saat ada acara di perusahaan papaku atau perusahaan papamu," ucap Zoya kemudian dengan balasannya.

"Satu lagi, saat ada acara di perusahaanku atau acara apapun yang mengharuskan ku datang bersama denganmu," ucap Arga yang menimpali.

"Baiklah kalau begitu sepakat. karena pernikahan ini menguntungkan kedua belah pihak maka selamat datang partner," ucap Zoya kemudian yang lalu mengulurkan tangan ke arah Arga, lelaki itu lalu menatapnya untuk beberapa saat sebelum membalas uluran tangan itu dengan menjabat tangannya kembali.

Keduanya lalu berjalan beriringa menuruni anak tangga menuju ke lantai dimana meja makan berada. Di sana sudah menunggu kedua orang tua Zoya dan Arga yang begitu menanti kedatangan mereka.

"Sini sayang... dekat dengan mama," ucap mama Arga yang ia tujukan pada Zoya.

"CK, sejak kapan mama begitu manis dengan anak rival?" ucap lelaki itu dalam hati saat melihat mamanya yang tidak seperti biasa. Anehnya saat itu Zoya tampak tersenyum senang sembari melenggang menuju ke kursi yang sudah mama Arga siapkan untuknya.

"Anak baik... Papa sudah lihat kamu tumbuh Zoy, jadi papa tahu kau adalah gadis yang tepat untuk Arga, bukan begitu besan?" ucap papa Arga saat melihat calon menantunya itu yang tampak akrab dengan istrinya.

"Papa dan mama sepertinya sudah kena pelet wanita itu deh, bisa-bisanya mereka... akh sudahlah, asal papa sehat saja aku sudah senang," ucap Arga dalam hati. Hingga terlihat isyarat papa Zoya yang saat itu tertuju pada Arga. Lelaki itu memberi isyarat pada Arga agar duduk di sampingnya. Dengan helaan nafas dalam dan senyum yang Arga paksakan, lelaki itu pun berjalan menuju ke arah papa Zoya berada.

"Gimana nak? suka putri om?" tiba-tiba ucap tanya Papa Zoya pada Arga yang membuat lelaki itu hanya bisa meneguk ludahnya sendiri sekali teguk sebelum menjawabnya dengan senyuman.

"Tentu saja, Zoya adalah anak yang manis dan anggun, Arga pastinya suka tipe yang seperti Zoya, besan tenang saja..." ucap papa Arga yang mewakili jawaban putranya. Seakan tidak memberi celah bagi Arga untuk mengelak apa lagi menolak.

"Baiklah... ayo kita mulai makan malam, aku sudah harus minum obat setelah makan," ucap ajakan papa Arga pada semua orang yang ada di sana. Tampak acara makan malam perjodohan itu pun begitu santai dan juga nyaman. Tidak ada seorang pun yang nyela saat acara makan itu berlangsung, hingga acara itu selesai. Semua berkumpul di ruang keluarga untuk membahas masalah pertunangan yang akan diadakan satu minggu lagi. Dan hal itu belum diketahui oleh Arga maupun Zoya. Namun sudah kedua orang tua mereka rencanakan.

"Jadinya di Hotel ku apa di resort mu Tama?" tanya papa Arga pada papa Zoya.

"Hemz... enaknya dimana ya Rama? Hotelmu berada di sini, dan resort ku ada di luar kota. Atau begini saja, kita adalah di Hotelmu dulu baru hari berikutnya kita adakan di Resort mu Tama?" ucap papa Zoya saat itu yang membuat Arga dan Zoya yang saat itu duduk bersebelahan hanya bisa menoleh kearah satu sama lain kemudian memainkan isyarat mata seakan mereka saling bertanya satu sama lain apa maksud dari pembicaraan tersebut. Hingga Arga berinisiatif untuk bertanya pada mereka mewakili Zoya.

"Pah, Om... maaf, bolehkah aku tahu apa yang sedang kalian bahas sekarang ini? kalian ingin acara makan malam lagi minggu depan di Hotel atau di Resortkah? " tanya Arga kemudian yang membuat semua orang menoleh dan menatapnya lalu hening untuk beberapa saat.

"Wajar Arga nggak tahu, mereka tadi ada di kamar saat kita bahas tempat pertunangannya kan?" ucap mama Zoya kemudian yang baru membuat Arga dan Zoya mengerti arah pembicaraan kedua keluarga tersebut.

"Minggu depan kami sepakat untuk mengadakan pesta pertunangan kalian, dan sekarang kami sedang membahas tempatnya Ga, emb... lebih baik, kamu urus saja masalah gaun Zoya dan pakaian kamu untuk acara nanti, emb... mungkin butuh dua stel gaun bisa lebih... kalau jadi di dua tempat," ucap mama Arga yang membuat Zoya dan Arga langsung terduduk lesu di tempat. Hingga Zoya memberi isyarat pada Arga kembali untuk mengajaknya pergi dari tempat. Namun kali ini Arag kurang mengerti isyarat tersebut.

"Ma... pa... om... tante, saya ajak Zoya ke kamar dulu ya..." ucap lelaki itu yang lagi-lagi membuat suasana kembali hening kembali.