Awas! Bunga Xing Lin Muncul!

Penulis MrBroken
15 December 2025

Ledakan yang terjadi pada pertarungan Fang An melawan Siluman Kabut membuat wilayah Dinasti Da Han gempar. Kepanikan terjadi di mana-mana, mereka mengira akan terjadi perang besar. Dengan kebijaksanaan hatinya, Kaisar Dinasti Da Han, Han Hui Ming, mengeluarkan dekret pada para gubernur setiap wilayah untuk menenangkan para rakyatnya, dan menghukum siapa saja yang menyebarkan rumor yang menyebabkan kegaduhan di wilayah Dinasti Da Han.

Kaisar juga tidak lupa mempersiapkan imbalan besar hingga pengangkatan menjadi seorang menteri bagi siapa saja yang bisa menenangkan rakyat dari kepanikan. Hal ini menyebabkan terlahirnya para pencerita ulung serta cendikiawan yang berlomba-lomba menenangkan rakyat. Tentu saja Kaisar merasa senang saat mendengarnya.

Jika para kerajaan sibuk menenangkan rakyatnya, para bangsawan sibuk mengamankan hartanya, dan rakyat sibuk berdoa demi keselamatan diri sendiri, maka orang-orang yang hidup di dunia persilatan sibuk memberikan kabar satu sama lain pada setiap sekte untuk mengadakan rapat serikat sesegera mungkin.

Hanya dalam satu jam orang-orang dari dunia persilatan berkumpul di satu aula, Aula Kebajikan dan Ketentraman. Aula ini milik organisasi Serikat Alam Spiritual atau Xian Jie Lian, di mana serikat ini diketuai oleh seorang master dari Sekte Wu Xing.

Serikat Alam Spiritual ini didirikan oleh dua sekte besar, Sekte Wu Xing dan Sekte Wan Jian. Tentu saja setiap pendirian organisasi pasti memiliki tujuannya masing-masing. Serikat ini memiliki tujuan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian dunia dari pengaruh buruk dan kejahatan yang dilakukan oleh Klan Siluman dan Klan Iblis.

Serikat Alam Spiritual sudah berdiri selama seratus tahun lebih hingga sekarang, dan sekarang mereka memiliki lima anggota sekte besar, diantaranya; 1. Sekte Wu Xing 2. Sekte Tian Ji Pai 3. Sekte Ling Yun Hui 4. Sekte Bai Yang Jie 5. Sekte Xuan Men

Tak ada nama Sekte Wan Jian selaku salah satu pendiri dalam nama di atas, karena sekte ini sudah lama mengasingkan diri 50 tahun yang lalu. Tak ada yang mengetahui mengapa pada saat itu Sekte Wan Jian memilih untuk memisahkan diri dari Serikat Alam Spiritual. Padahal kedua masternya merupakan sahabat dari master pertama Sekte Wu Xing.

Dalam Aula Kebajikan dan Ketentraman terdapat lima kursi yang hanya boleh di duduki oleh setiap master dari masing-masing sekte. Setiap kursi memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing, yang menandakan posisi setiap sekte dalam serikat ini.

Master dari sekte Tian Ji Pai duduk di kursi bergambar harimau, yang menandakan kalau sekte ini berada di posisi kedua. Sedangkan posisi ketiga kursi bergambar elang yang diduduki oleh Sekte Ling Yun Hui. Sekte Bai Yang Jie dengan santai menduduki kursi bergambar kura-kura. Dan satu sekte terakhir, yaitu Sekte Xuan Men yang menduduki kursi bergambar ular yang menandakan posisi terakhir dalam serikat ini.

Empat sekte besar sudah menduduki posisi duduknya masing-masing dengan saling berhadapan satu sama lain. Setiap sekte membawa dua pengawalnya masing-masing demi keamanan selama perjalanan pulang pergi.

Walaupun semua sekte sudah berkumpul, tetapi rapat belum dimulai, karena sang ketua serikat alias master Sekte Wu Xin belum menampakan batang hidungnya. Hal ini, membuat beberapa sekte terlihat kesal menunggu. Bahkan master dari Sekte Xuan Men menyebut master Sekte Wu Xing sudah terlalu tua untuk memimpin Serikat Alam spiritual.

Panjang umur baru saja dibicarakan, master Sekte Wu Xing menampakan batang hidungnya. Dia berjalan melewati keempat master sekte besar dengan sedikit membungkuk dan sedikit tertatih-tatih menggunakan sebuah tongkat sebagai bantuan tumpuan untuk berjalan.

Seorang pengawal membantu master Sekte Wu Xing menduduki kursi bergambar naga dengan warna emas. Setelah duduk, sang master mempersilahkan untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing mengenai kejadian hari ini.

"Menurutku sebaiknya kita harus menyelidiki kejadian hari ini," ucap master Sekte Tian Ji Pai, Xing Chen memulai pembicaraan dengan memberikan sebuah saran.

Master Ling Yun Hui, Ling Yun menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju dengan usulan dari master Xing Chen.

Master Sekte Bai Yang Jie, Chun Yang hanya mengelus-ngelus jenggotnya yang sudah berwarna putih. Tak ada satu pun suara yang keluar dari mulutnya.

Ming Xin, master Sekte Xuan Men berdiri dengan cepat dari tempat duduknya. Wajahnya menyeringai tersenyum sinis, ia hanya berkata, "Tak ada gunanya menyelidiki kejadian hari ini. Mungkin ledakan yang terjadi hari ini hanyalah ulah orang-orang istana kekaisaran yang memulai perang lagi."

Xing Yin menggelengkan kepalanya, tahu kalau master Sekte Xuan Men ini selalu bertingkah semena-mena, karena dirinya merupakan master termuda diantara para master yang ada di sini. "Namun, apakah kau merasakan energi iblis dari bunga Xing Lin?" Ia bertanya sembari tersenyum.

Nyali Ming Xin langsung menciut, seakan mulutnya ditempel lem, tidak bisa mengeluarkan kata-katanya lagi. Dirinya kembali memilih duduk daripada harus berdebat dengan pemimpin serikat.

"Kau benar master Yin, aku juga merasakan ada energi yang berasal dari bunga Xing Lin pada ledakan yang terjadi hari ini," sahut master Chun Yang sembari tetap mengelus jenggot putihnya.

Master Ling Yun segera berdiri dari tempat duduknya, lalu berkata, "Sudah seratus tahun sejak kemunculan bunga Xing Lin yang membahayakan dunia. Pada saat itu master pertama Sekte Wu Xing menyerahkan jiwa raganya untuk menyegel bunga Xing Lin. Namun, kita tidak pernah mengetahui di mana bunga Xing Lin disegel." Kedua kakinya berjalan mengelilingi para master hingga berhenti tepat di depan master Wu Xing yang sekarang.

"Mungkin Master Yin mengetahuinya," lanjutnya bertanya sembari membungkuk sebagai menghormati sang pemimpin serikat.

Master Xing Yin menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu di mana guru menyegelnya, tetapi ...." Ucapannya tiba-tiba berhenti, seakan berat untuk mengatakannya.

"Master Sekte Wan Jian mengetahuinya, karena pada saat itu beliau membantu master pertama sekte WuJi Xing menyegel bunga Xing Lin," sambung master Xing Chen melanjutkan ucapan pemimpin serikat yang terhenti tiba-tiba.

Kali ini master Chun Yang dari Sekte Bai Yang Jie berdiri. "Sayangnya Sekte Wan Jian sudah mengasingkan diri dari dunia persilatan lima puluh tahun yang lalu," ucapnya dengan nada pesimis.

"Tenang saja. Aku akan mencari keberadaan Sekte Wan Jian sampai ketemu." Master Yin Xing berusaha menenangkan keadaan dan membawa optimisme dalam rapat hari ini. "Dan yang harus kita lakukan sekarang adalah menyelidiki kebenaran ledakan yang terjadi hari. Lebih bagus jika dari kejadian ini, kita bisa menemukan keberadaan bunga Xing Lin," sambungnya kembali mengingatkan tujuan rapat hari ini.

"Kalau begitu siapa yang akan memimpin penyelidikannya, Master Yin?" Tanya Master Xing Chen sembari membungkuk.

Kedua mata master Xing Yin melirik ke setiap wajah para master dari masing-masing sekte. Di wajahnya terukir senyuman menyeringai, artinya hal di luar nalar akan terjadi.

"Biarkan master Ming Xin yang memimpin penyelidikan kejadian hari ini."

Damm!!!!

Seakan disambar petir, semuanya terdiam membisu.