Tak Selamanya Selalu Ada Cahaya

Penulis MrBroken
15 December 2025

"Selamat Tuan, akhirnya apa yang kita cari selama ini akan segera terwujud," ucap seorang bawahan pada atasannya.

Hao Zheng hanya tersenyum saat mendengar sebuah pujian dari bawahannya. "Bukan jilatan yang aku inginkan. Aku hanya ingin tindakan nyata. Segera temukan dia, dengan begitu kita bisa membangkitkan kembali Tuan Penguasa Iblis."

Hao Zheng merupakan seorang pelayan Penguasa Iblis sebelumnya. Pengabdiannya selama 100 tahun lebih layak mendapatkan ribuan jempol. Bahkan ketika Sang Penguasa Iblis sudah tiada, dia mencari berbagai cara agar bisa membangkitkan kembali Sang Penguasa Iblis. Hingga pada 50 tahun yang lalu, sebuah cara ia temukan.

Namun, pada saat itu orang yang bisa membangkitkan Sang Penguasa Iblis mengasingkan diri bersama para pengikutnya. Hingga sekarang dia masih mencari keberadaan orang tersebut.

"Beruntung pada saat itu aku menemukan sebuah catatan yang ditinggalkan oleh master pertama sekte Wu Xing." Hao Zheng membuka kembali sebuah benda kecil yang terbuat dari kertas yang hanya berisi puluhan halaman saja.

Salah satu catatan yang ditulis dalam buku kecil itu mengatakan, kalau ingin membangkitkan Penguasa Iblis ada cara lain, yaitu memasukan energi kehidupan sang penguasa ke dalam bunga Xing Lin. Bunga Xing Lin akan memberikan semua sumber energinya pada energi yang masuk dari luar, sehingga sumber energi milik bunga Xing Lin akan berubah menjadi sumber kekuatan energi dari luar, dan pemilik sumber energi dari luar akan berubah wujud menjadi wujud asalnya.

Hao Zheng mengangkat tangan kirinya, sebuah benda mungil muncul dari telapak tangannya. Ya, benda kecil berbentuk bulat ini berisi sedikit energi kehidupan milik sang Penguasa Iblis sebelumnya. Dia berusaha mengumpulkan sisa-sisa sumber energi milik Sang Penguasa Iblis seratus tahun lalu, ketika Sang Penguasa Iblis dihabisi oleh master pertama sekte Wu Xing.

Hao Zheng memerintahkan bawahan kepercayaannya untuk mengumpulkan seluruh prajurit elite di Aula Mo Wu. Sang bawahan menganggukkan kepalanya sembari melakukan hormat dengan meletakan tangan kanan di dada kirinya. "Siap laksanakan, Tuan!" dia menjawab dengan suara tegas.

Klan Iblis hidup terpisah dengan Klan Manusia dan Klan Siluman. Alam mereka berada di bawah alam kedua klan tersebut. Tak ada sinar matahari yang masuk ke dalam sana, hanya ada cahaya bulan buatan yang menyinari kehidupan alam Iblis. Walaupun Klan Manusia dan Klan Siluman selalu memandang remeh alam Iblis, tetapi sebenarnya terdapat kehidupan layaknya manusia dan siluman di alam sana. Semuanya selalu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Di dalam gedung yang penuh dengan warna hitam, serta hiasan dinding yang terbuat dari tulang belulang Klan Siluman, para prajurit elite Klan Iblis tampak berjajar rapih layaknya sedang melakukan upacara. Wajah-wajah menyeramkan terpampang dengan sangat jelas, masing-masing membawa senjata andalannya masing-masing.

"Ada berapa prajurit elite kita sekarang?" Hao Zheng bertanya dengan nada kecil.

Sang bawahan kepercayaan kembali melakukan hormat, lalu menjawab, "Semuanya ada 20, Tuan. Namun hanya ada 5 orang yang kekuatannya hampir sama dengan Tuan."

Hao Zheng memukul kepala sang bawahan menggunakan buku kecil yang dipegang oleh tangan kanannya. "Aku hanya bertanya jumlah, tidak bertanya kekuatan mereka, bodoh! Tapi, oke, bagus juga." Ia menegur sang bawahan. Tak lupa dia juga berterima kasih pada sang bawahan.

"Wahai ... para prajurit kebanggaan Klan Iblis." Suara bijaksana keluar dari kedua bibir Hao Zheng.

Kompak para prajurit menjawab, "Siap, Tuan!"

Sebuah pengumuman keluar dari mulut Hao Zheng dengan suara keras. "Kalian semua pasti merasakan energi bunga Xing Lin. Jadi, mulai hari aku akan membentuk lima kelompok untuk mencari siapa pemilik bunga. Setiap kelompok memiliki wilayahnya masing-masing."

Kemudian Hao Zheng menunjuk lima prajurit elite yang memiliki kekuatan di atas rata-rata menjadi ketua kelompok. Setiap ketua wajib melaporkan hasil temuannya seminggu sekali padanya.

Setelah pembentukan kelompok selesai. Masing-masing kelompok mulai berangkat menuju wilayah pencariannya masing-masing. Hao Zheng tak sabar untuk bertemu kembali dengan sang Penguasa Iblis.

"Akhirnya hari kebangkitan Klan Iblis akan segera tiba, Tuan."

...

Semakin siang, matahari semakin naik sampai ke puncaknya untuk menyinari dan berbagi panas pada makhluk hidup di dunia. Dan bayangan setiap makhluk semakin tinggi dibandingkan pemilik sang bayangan. Walaupun begitu, banyak makhluk hidup yang tak bersyukur dengan anugerah sinar matahari, kebanyakan adalah mengeluh karena saking panasnya yang membuat tubuh menjadi gerah.

Tentu saja, sinar matahari di siang hari akan semakin menempus jendela kamar. Sebuah cahaya matahari membayangi wajah tampan seorang pemuda yang terbaring di kamar, yang membuat bulu matanya bergerak-gerak berusaha menghalangi cahaya matahari menyinari matanya. Hingga akhirnya sang pemuda tampan terpaksa harus bangun.

Sang pemuda tampak kesal. Tangan kanannya berusaha mencari segelas air yang selalu berada di samping tempat tidurnya. Tak ada gelas sama sekali, tangan kanannya tidaklah menganggur, melainkan bergerak mengucek-ngucek kedua matanya, agar penglihatannya yang samar-samar menjadi terlihat sangat jelas.

Di sisi lain, sang pemuda tampan merasakan tubuhnya terasa kaku. Dengan kondisi penglihatan yang masih samar, ia beranjak dari tempat tidurnya, lalu menggerakkan beberapa bagian tubuhnya agar tidak terasa kaku. Tak lupa, ia mereganggkan kedua tangannya sambil berusaha menahan kantuk.

"Ketua! Akhirnya kau bangun juga." Sebuah suara keras terdengar dari balik pintu kamar. Ia segera berlari ke arah ketuanya, lalu memeluk tubuhnya dengan erat.

"Gong Sun! Gong Sun! Saki-sakit." Fang An mengeluh kesakitan saat dipeluk oleh Gong Sun.

Tak lupa Gong Sun memberikan hormat, lalu mengucapkan selamat pada Fang An karena sudah terbangun dari tidur panjangnya.

"Tunggu-tunggu ... kau bilang tidur panjang." Fang An penasaran apa yang dimaksud tidur panjang. "Apa maksudnya?" sambungnya bertanya karena penasaran.

Gong Sun menepuk bahu sang ketua, lalu menyuruhnya untuk duduk di atas ranjang. Fang An yang masih setengah sadar, menurut begitu saja dengan perintah bawahannya. Setelah itu, Gong Sun memberikan semangkuk sup obat pada ketuanya.

"Silahkan diminum terlebih dahulu, Ketua."

Fang An mencium sup obat yang diberikan oleh Gong Sun. Bau sekali, rasanya seperti mau meminum bangkai hewan. "Sup apa ini, Gong Sun? Kenapa bau sekali." Ia bertanya sembari menahan rasa ingin muntah.

Gong Sun hanya tersenyum sebagai respon dari pertanyaan ketuanya. Ia kembali menyuruhnya untuk segera meminum sup obatnya. "Ayo ketua diminum selagi masih hangat. Kalau sudah dingin khasiat obatnya akan hilang."

Fang An menelan ludahnya. Beberapa detik kemudian, meminum sup obatnya dalam satu kali tegukan. "Cepat katakan. Apa maksudnya?"

Gong Sun menganggukkan kepalanya, lalu menjawab, "Maksudnya ketua sudah tertidur selama tujuh hari."

Ekspresi terkejut terukir di wajah Fang An. Ia kembali bertanya, "Apa tidur selama tujuh hari? Apa yang terjadi sebenarnya, Gong Sun?"

Gong Sun menggaruk-garuk kepalanya, bingung tidak tahu harus menjawab apa. Dia malah balik bertanya, "Sebenarnya, Ketua. Bagaimana kau bisa mengalahkan Siluman Kabut? Padahal Siluman Kabut memiliki kekuatan yang dasyat."

"Yo ... si tampan sudah bangun ternyata."

Fang An kembali tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya saat melihat siapa yang datang ke kamar tidurnya.