Rama, Selvi & Film India

15 January 2026

Rama pernah mencoba salah satu ilmu yang berhasil Sharukh Khan tanamkan didalam otaknya dalam hal menaklukkan cewek. Mungkin Rama termasuk anak-anak yang cepet mengalami pubertas. Atau mungkin hormon testosteronnya cepet banget berproduksi dalam tubuhnya sehingga Ia di masa eSDe sudah berani mencoba untuk PACARAN.

SUMPAH ! INI SERIUS ! ....

Ilmu dari Shakrukh Khan yang tertanam di otak Rama, pernah Ia coba waktu kelas 4 SD. Dan saat itu, Rama sudah bisa bedain mana cewek yang cantik dan mana cewek yang agak cantik.

Pilihan Rama saat itu jatuh pada Selvi. Cewek yang agak cantik. Cewek berkulit sawo matang manis (walaupun sebenernya Ia belum pernah jilat badannya manis apa enggak). Selvi lebih pendek dari Rama. Ini menjadi alasan sebenarnya paling tepat kenapa pilihan Rama jatuh ke Selvi.

Waktu SD Rama pendek. Lebih pendek dari temen-temen cewek di kelasnya waktu itu. Dan, cuma Selvi cewek yang lebih pendek darinya.

SUMPAH ! INI SERIUS ! ....

Pagi itu seperti biasa, Rama diantarkan kakeknya ke sekolah dengan cukup tampan di pagi hari. 
Bedak di wajahnya masih putih bersih merata. Sisiran rambut belah pinggir khas Sharukh Khan yang diatur neneknya ke Rama masih tertata rapi. Baju seragam kancingan masuk ke dalam celana. 
Satu-satunya yang tidak rapih saat itu adalah hidung Rama. 
Rama pesek waktu SD. 
Sekali lagi. 
Rama sangat pesek waktu SD. 
Saking peseknya, Ia bingung. Waktu itu Rama bernapas pake hidung apa pake insang. 
....

“kriiiinngggg....” (bel masuk berbunyi).  
Suasana di kelas tenang dan senyap. Ibu guru menjelaskan pelajaran bahasa Indonesia waktu itu. Rama melihat temen-temennya menyimak dengan sunguh-sungguh. Tapi Rama, dengan pede  malah membuat surat yang isinya singkat, padat, blak-blakan dan BEGO.

“SELVI I LOVE U”

Rama melempar kertas bertuliskan "I LOVE U" ke kolong bangkunya Selvi. Selvi ngeliat kertas yang Rama lemparkan ke kolong bangkunya. Ia bingung dengan apa yang Rama lempar. Rama langsung bilang pelan ke Selvi pelan.
“BACA!” bisik Rama.
Setelah itu, Rama langsung memalingkan pandangan ke depan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. 
....

“Kriiiiinng...” (bel istirahat berbunyi).

Aneh. Setelah Rama melakukan hal tadi, Ia merasa jadi cowok cemen yang gak berani ketemu Selvi lagi. Perasaan malunya meningkat drastis. Rama berlari menjauh setiap Selvi mendekat kepadanya. Ia berlari sambil nyanyi-nyanyi lagu India gak jelas. Dan, bego bin ajaibnya ternyata Selvi malah sebar potongan kertas cinta Rama ke temen-temen kelas.

“Yaa Tuhan! Mampus! Kenapa ini terjadi?”  Rama bertanya dalem hati.

Tiba-tiba Ia langsung ingin kabur dari sekolah saat itu. Tapi yang kemudian terjadi adalah beberapa temen-temennya malah mendukung Rama untuk jadian ama Selvi. 
....

“Woah! LUAR BIASA!” 
Dalam sekejap Rama ngerasa jadi orang keren dan paling tampan di kelas waktu itu,dengan banyak dukungan dari temen-temennya. 
Akhirnya Ia kembali percaya diri. Ia berdiri di pintu kelas. Ia melihat Selvi tidak jauh darinya. Mereka sama-sama saling curi pandang, kayak film India. 
Rama pun langsung refleks menyanyikan “Kuch Kuch Hotaa Haii” dan seketika merasa berada di padang rumput hijau di dekat danau, persis seperti di video klip “Kuch Kuch Hotaa Haii” bareng Selvi. Ia bak aktor profesional memerankan Rahul. Nyanyi-nyanyi dengan fasih dan sesekali nyisir rambut pake jari tangan. Sesekali kedipin mata sebelah ditambah dengan joget-joget pastinya. Fix. Ia bener-bener seperti Shahkrukh Khan waktu itu.
Tapi Selvi diem.
Selvi tidak memerankan Tina atau Anjali. Dia diam. Pandangannya bingung ke Rama. Tapi Rama selalu membales dengan senyuman tampan meskipun Ia tak lagi tampan saat itu. Bedak di wajahnya sudah berantakan. Belang-belang kayak sapi di bungkus permen milkita. Bibirnya berminyak, gegara habis makan jajan siomay Mas Yono di kantin sekolah yang super duper lezat. 
Sampai akhirnya kita (gue dan Selvi) berhadap-hadapan.

“cieee... cieee” teriak temen-temen kelasnya. Seketika suasana menjadi meriah seperti berada di lapangan pertandingan kelereng antar RT. 
“eee .. Vii ..  aku pengen..  eee .. hmm”. Rama gugup berkata-kata. Sementara dalam hati Rama berdoa semoga yang Selvi denger bukan

“EE’EK .. VII .. AKU PENGEN.. EE’EK .. HE’EM. 
....

Selvi saat itu diem tanpa kata (bukan tanpa busana). Sementara Rama masih bingung nyari kata-kata yang pas ke Selvi. Dan temen-temennya dari kejauhan berteriak. 
“AYO RAMA. KAMU BISA”
“KAMU PASTI BISA MENGALAHKAN MONSTER ITU.” 
Rupanya mereka berpikir Rama adalah Ultraman. 
....

Sampai akhirnya, Rama berani ngomong. 
“ee .. Vii .. ..” belum sempat Ia berkata-kata, Selvi langsung lari dari hadapannya. Dia berlari kencang menjauh dari Rama tanpa bernyanyi “Kuch Kuch Hotaa Haii.”
Rasanya seperti ada yang salah dalam skenario film India dua anak kelas 4 SD kali ini. Rama berharap setelah Selvi berhenti berlari, dia gak ngomong. 
“RAMA KESURUPAN SHAKHRUKH KHAN! TOLONG!”

....

Rama bingung. Temen-temen bingung. Guru-guru waktu itu lagi istirahat makan siang juga bingung. Kalian pembaca dimanapun berada juga pasti bingung dengan kejadian itu. 
Mungkin wajahnya jelek banget waktu itu. Atau mungkin serem banget waktu itu. Gara-gara bedak di wajahnya belang-belang kayak sapi.
Selvi lari begitu kencang menjauh dari Rama.    Rama berpikir, jangan-jangan Selvi kerasukan “hantu atlet lari” di sekolah waktu itu. Sampai gak lama kemudian. Ita, salah satu temen dekat Selvi dateng mendekat dan ngomong ke Rama.

“Selvi nangis. Dia malu Rama lakuin itu ke dia.”  kata Ita ke Rama. Rama yang saat itu bingung, berubah menjadi panik dan takut.

“Nangis?” 
“Aku gak ngelakuin apa-apa.”
“Aku gak ngehamilin dia.”
“SUMPAH DEMI TUHAN, JANGAN LAPORIN AKU KE IBU WALI

KELAS. AKU ANAK BAIK-BAIK.” Rama panik dan berteriak ke Ita.

Ia takut akan jadi masalah kalo kejadian ini sampe Omanya tahu. Ia sudah berani nakal dan bikin orang nangis. Ia bakalan dikurung dirumah gak bisa keluar main dengan teman-teman kompleks dan uang jajannya bakal dipotong selama sebulan.

SUMPAH ! INI SEREM! IA GAK BISA MAKAN NASI PECEL ! ....

“Selvi bilang kamu jangan gitu lagi ke dia. Dia gak suka” kata Ita kepada Rama.

Kemudian dia juga berlari pergi meninggalkan Rama. Sepertinya Ita juga kerasukan “hantu atlet lari” sekolah. .... Rama semakin bingung dan tidak memahami kata-kata yang disampaikan Selvi lewat si Ita. Yang ada di pikirannya saat itu adalah Ia telah menjadi anak cowok yang dibenci gadis bernama Selvi gara-gara secuil kertas surat cinta goblok yang Ia tulis buat Selvi. Dan nyanyi-nyanyi “Kuch Kuch Hotaa Haii” ala Sharukh Khan di depan pintu kelas. Keren enggak. Bego IYA. ....

Akhirnya dengan sigap Rama mutusin untuk minta maaf dengan cara yang cemen.

Rama menulis kembali di secarik kertas yang sama seperti Ia lakukan ke Selvi sebelumnya. Namun kali ini isi tulisannya beda.

“SELVI, MAAFIN AKU :)”

Rama meggulung kertas tulisan itu. Kemudian Ia lempar ke wajah Selvi. Eh. Ralat. Ke kolong bangku Selvi.

“BACA.” 
Bisiknya ke Selvi dengan pelan dan sok tampan.

Selvi mengambil kertas itu. Dia membacanya. Dan akhirnya Selvi tersenyum (kembali) ke Rama.

Rama GAGAL jadi Shakrukh Khan.

$%#^&*(#@