Rumah Tante

18 January 2026

Sejak berpindah dari Jawa ke Gorontalo tahun 2005 Rama bersama Oma dan Opanya tinggal dirumah tantenya.

    Ada yang menarik dari rumah tante Rama di Gorontalo. Dimana setiap tahunnya, pasti ada aja yang berubah di rumah itu. 
    Bukan berubah berpindah tempat setiap tahun atau bergeser 3 meter dari posisi awal rumah. BUKAN! Itu terlalu mistis. 
    Bukan juga perubahan posisi rumah yang awalnya menghadap ke utara, terus tahun berikutnya jadi menghadap ke selatan. BUKAN! Itu terlalu kurang kerjaan dan menelan banyak biaya.

    Jadi begini ceritanya.

....

    Rumah itu ditinggali oleh tante Rana, suaminya, anak-anaknya, Oma, Opa dan Rama. Mereka serumah seperti ada dalam dua keluarga besar. Yang pertama keluarga tantenya dengan tiga orang anaknya. 
    Anak pertama bernama Ramdan yang telah dewasa. Hobi banget dengan yang namanya game. Uniknya Ramdan suka banget dengan JKT 48. 
    Hal itu dibuktikan dengan cara meracuni otak orang-orang di rumah lewat lagu-lagu hits JKT 48 yang Ia putar setiap pagi dan sore hari di rumah. Dari lagu “Heavy Rotation” sampai “Fortune Cookie”  Ia hapal dengan fasih. Sampai-sampai Rama juga hampir hapal lagu-lagu dan nama-nama personil JKT 48 waktu itu. SUMPAH ! INI SERIUS !
    Jangan sekali-kali kami menghujat JKT 48 di depan Ramdan. Karena kami yakin bakalan kena lemparan handlamp para wota se-kompleks perumahan.

....

    Kemudian anak kedua. Namanya Ain. Dia Cewek (ya iyalah). Kalo cowok namanya pasti Zainudin. 
Ain adalah anak cewek yang masih remaja menuju dewasa. Dia sepertinya sedikit nge-fans JKT 48 juga akibat pengaruh kakaknya Ramdan. 
    Ain menurut Rama adalah adek sepupunya yang misterius. Kadang cerewet kadang pendiem. Kadang makan kadang puasa kalo ramadan. Kadang bisa tiba-tiba muncul dari mana aja. 
    Rama pernah lagi minum air di dapur pada suatu malam. Tiba-tiba aja si Ain muncul dari dapur dengan mata terpenjam. Rama menyimpulkan, saat itu si Ain kena *italic text* menjadi koki masak di dapur. Hiiii...
....

    Kemudian anak yang ketiga. Yang paling bungsu, namanya Rizki. Mereka yang dirumah itu sering memanggilnya dengan nama Iki. Bukan Chiki. Kalo itu makanan ringan. 
    Iki adalah manusia yang paling muda di rumah itu. Dia masih anak-anak. Masih sering nangis kalo gak diajak jalan om dan tante sebagai mama papanya. Masih sering kentut sembarangan kalo lagi tidur. Dan masih suka sama film doraemon (Rama juga sih sebenernya).
....

    Kemudian ada suami dari tante Rama. Namanya Om Hamid. Sosok om-om buncit ditambah dengan kumis yang tebal dan berkulit gelap. Mungkin karena pekerjaannya yang turun langsung di bawah terik matahari di setiap proyeknya. 
    Om Hamid adalah om yang baik. Suka menolong. Rama pernah pas sedang bokek sebokek-bokeknya, om Hamid datang sebagai penolongnya. Om Hamis ngasih Rama pekerjaan, yang akan dibayar setelah selesai pekerjaannya. 
    Pekerjaan yang cukup mudah. Tapi sulit dilakukan. Yaitu mencabut bulu keteknya. 
    Sekali lagi. 
    MENCABUT BULU KETEK. Mantap.

    Rama bingung antara merasa Ia kena sial atau beruntung waktu itu. Tapi yang jelas itu adalah pekerjaan teraneh yang pernah Rama lakukan seumur hidup ini.  
....

    Kemudian keluarga kedua adalah Opa, Oma dan punya anak ingusan yaitu Rama.

Artinya Rama tinggal bersama sepupunya 3 orang. Ayah mereka adalah omnya, dan mama mereka adalah tantenya. Sementara ayah Rama di rumah itu adalah Opanya, dan mamanya di rumah itu adalah Omanya. Fix. Mereka memang dua keluarga yang beda.

    Oh ya, ditambah ada satu lagi keluarga di rumah itu yaitu Pussy. Seekor kucing betina, bersama anak-anaknya hasil hubungan gelap dengan kucing jantan tak bertanggung jawab di kompleks perumahannya. Gara-gara  si Pussy yang terlalu binal, tiap malam keluar gak pamit, akhirnya jadi si “kucing-kucing malam” yang harga per-malemnya bisa 200-300 ribu. Jadilah sekarang ada tiga keluarga yang berbeda. FIX. 
....

    Balik lagi ke rumah. 
    Rumah tante Rama yang menjadi tempat tinggal semasa SMP dan SMA nya ini cukup besar. Makanya untuk 3 keluarga bisa muat di dalam rumah. Rumahnya cukup. Tapi makanan sepertinya tidak. 
    Keluarga tantenya, dan keluarga Rama (Opa + Omanya) yang selalu makan nasi, lauk yang utuh dan enak. Berbeda dengan keluarga si  Pussy yang selalu dapet makan tulang dan sisa-sisa makanan dari mereka (yaa iyalah, kan kucing). 
    Kasian dia. Sampai terkadang si Pussy lebih memilih pesan makanan sendiri di 14045 pesan antar dada original.
    ....

    Rumah tante Rama ini dibangun dengan desain sendiri. Lebih cepat terbangun dan bisa langsung mereka tempati sejak tahun 2008. Sebelumnya mereka tinggal di rumah yang cukup jauh dari perkotaan. 
    Anehnya entah mengapa setiap tahunnya rumah itu selalu ada perubahan. Sampai terkadang kalo ada keluarga dari jauh yang dateng ke rumah untuk silaturahim tiap tahun, selalu merasa salah masuk rumah saat menginjakkan kaki di rumah itu. 
    Mereka selalu bilang,
    “Waaah .. rumah ini berubah lagi yaa.. ”

    Kata-kata seperti itu selalu dijawab tante Rama.
    “ohh .. yaa harus gitu. Biar suasananya beda” sambil senyum-senyum bahagia. Sementara mereka berusaha mencerna.

    ....
    Yang selalu berubah di rumah itu bukan sekedar tata letak kursi sofa, lemari, dan benda-benda yang berada ditempat awalnya. Tetapi berubah alih fungsi ruangan atau merubah beberapa sudut bangunan rumahnya.

    Sistem bongkar pasang dan tambal dinding pun sangat sering terjadi di rumah itu.  
    Dari yang awalnya teras samping rumah, dibongkar dan diubah menjadi satu kamar. Dari yang awalnya gudang dibongkar dan diubah menjadi kamar mandi. Dari yang awalnya dapur, dibongkar dan diubah menjadi kamar. 
    Bahkan yang awalnya adalah kamar Rama, diubah menjadi teras rumah. Dan itu menyebabkan Rama tiduran di teras rumah bak gelandangan yang kehilangan kamar, karena dibongkar hak privasi dan pribadi kamarnya. 
    Rama pernah ganti baju, celana, dan kolor di teras itu, karena belum dapet kamar pengganti. SUMPAH! INI SERIUS!
    ....

    Semua perubahan yang terjadi di rumah itu adalah permintaan dan keinginan dari tantenya. Gak ada yang bisa menghalangi keinginan itu. Termasuk si Pussy (yaa iyalaah kan dia kucing).
    Om Rama pun yang kadang terlihat sangar dan serem dengan tebal kumis yang Ia miliki, tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi keinginan perubahan dari tante Rama itu (istrinya).
    Mungkin omnya takut. Karena tante bisa lebih sangar dan serem dari dia kalo lagi marah. Atau mungkin juga om Rama takut disuruh angkat kaki dari rumah itu seperti sinetron bawang merah dan bawang putih (omnya memerankan si bawang putih, terus dianiaya, dicaci maki, dikurung di kamar, gak dikasih makan, dan sampai akhirnya diusir dari rumah itu). SADIS.
    ....

    Sampai di tahun 2013, sudah begitu banyak hal yang terjadi dan tak terhitung berapa kali perubahan yang ada di rumah itu.
    Terakhir kali Rama mudik lebaran ke rumah itu, yang kembali diubah adalah posisi pintu kamar tamu yang awalnya menghadap ke ruang tamu, diubah menghadap ke ruang televisi keluarga.
    Kemudian dapur belakang rumah diubah menjadi gudang, ruang makan diubah menjadi dapur dan ruang makan yang sebenarnya telah dibuatkan bangunan baru. 
Kemudian, ada gudang di belakang rumah diubah menjadi kandang ayam. Rama sih yakin kalo ini pasti bukan keinginan tantenya, tapi Omanya. Dan BENAR.
    Rama merasa sedikit heran dengan keinginan Omanya yang malah menjadi pengembala ayam di masa tuanya. Mungkin ini keinginan Omanya dari dulu ingin menjadi pengusaha ayam, tetapi baru bisa terwujud. Hehehe. 
    Bagi mereka sekeluarga di rumah itu, tidak mengapa selama hal itu tidak membuat Omanya joget-joget india lagi seperti dulu berdagang di depan rumah. KEREN!
....

    Rama kadang kepikiran. Semua perubahan yang dilakukan tantenya untuk rumah itu adalah sebuah upaya ketika mereka sudah mulai jenuh dengan keadaan rumah, maka diperlukan upaya untuk membuat keadaan itu nyaman kembali. Bahkan lebih nyaman dari keadaan sebelumnya yang membuat mereka tetap ingin tinggal di dalamnya.
    Sama halnya dalam suatu hubungan. Kalo mereka sudah mulai jenuh dengan hubungannya, perlu ada upaya perubahan untuk membuatnya nyaman kembali, dan sebisa mungkin harus lebih nyaman dari keadaan sebelumnya. Agar kita bisa tetap bertahan di dalam hubungan itu. 
    BAHAGIA ITU HARUS BANYAK INISIATIF.
    ....

    Terakhir. 
    Om Rama yang jadi bawang putih teraniaya telah selamat dan tidak terusir dari rumah. Sekarang telah bertemu ibu peri yang akan membantu hidupnya. 
    Kemudian kabar terakhir yang Rama dapatkan dari Ain bahwa si Pussy berubah sholeha dan terlihat gak binal lagi.