Mungkin setiap orang akan punya pengalaman dan perasaan yang berbeda ketika hujan turun. Dan tulisan ini adalah pengalaman dan perasaan Rama. ....
Ketika hujan turun, Rama sering teringat masa kecilnya dulu. Ketika Ia harus mati-matian untuk bisa mendapat ijin dari mama, papa, opa, oma dan pak RT agar bisa bermain hujan di luar rumah.
Terkadang Ia harus diam-diam dengan keheningan mengendap keluar rumah bak ninja yang butuh air untuk PUP demi bisa bermain hujan.
Lewat pintu depan rumah, pintu belakang rumah, lewat jendela rumah hingga lubang ventilasi kamar mandi yang sungguh mustahil pernah Ia lakukan demi bisa keluar bermain hujan.
....
Setelah berhasil keluar rumah yang Rama lakukan adalah langsung mencari dan menemukan dimana gerombolan teman-temannya berada di bawah hujan. Seringnya dan pasti Ia menemukan teman-temannya berada di lapangan sepak bola kompleks RT dengan berlari-larian merebut bola penuh canda tapi serius bertanding. Ia pun akan langsung ikut bergabung bermain bola di bawah hujan bersama mereka.
Sering sekali Ia dan teman-temannya jatuh terpeleset ketika berusaha merebut bola, menendang bola, atau memanggil Presiden (eh loh?). Tapi mereka selalu tertawa, bangkit dan lari kembali merebut bola di bawah hujan. Begitulah anak-anak setiap melihat orang lain jatuh dan miskin, mereka tertawa. Mana peduli berpikir tentang kehidupan keras.
Sering sekali Ia dan teman-temannya jatuh di lubang yang cukup dalam (bukan lubang kenangan pastinya) dengan genangan air keruh berwarna coklat kehitam-hitaman di lapangan.
Lebih seringnya Ia tertelan air keruh itu. Rasanya Ia coba bayangkan sampe sekarang itu gak jelas. Yang jelas air genangan di lapangan itu berasal dari kombinasi antara tanah, rumput, dan TAHI sapi yang sering diternakkan di lapangan itu. ....
Setelah berhasil bermain di bawah hujan, setiap pulang ke rumah Ia selalu dan pasti ditunggu Omanya di depan pintu rumah untuk mendapatkan jeweran di telinganya oleh Omanya. Hal itu yang sering membuatnya menangis tersedu-sedu hingga menjadi anak ingusan (lagi) di rumah.
Rama selalu bahagia bisa bermain di bawah hujan bersama teman-teman sepermainannya. Meskipun Ia terlalu sering jatuh dan menelan air kotoran TAHI di lapangan itu
....
Ketika hujan turun, Rama sering merasa ada kenangan-kenangan yang datang kembali bersama tiap tetesan air hujan yang turun. Tsah! Kenangan!
Ia terkadang sedih dengan kenangan ketika dirinya harus meninggalkan teman-teman masa kecilnya di Jawa yang penuh cerita, kenangan dan kegoblokan. Ketika Ia pindah ke tempat yang baru, Ia harus memulai sesuatu hal baru lagi dan berproses kembali menjadi Sun Go Kong. Eh RALAT. Menjadi manusia sebagaimana mestinya hingga tua atau mati.
....
Ia terkadang sedih dengan kenangan ketika dulu dirinya harus dihadapkan dengan pilihan antara tetap tinggal bersama mama papanya di Jawa atau pergi bersama Oma Opanya ke Gorontalo, dan Ia memilih pindah bersama Oma-Opanya sejak anak-anak hingga dirinya bertumbuh menjadi remaja kemudian dewasa dan jomlo. Cuih!
....
Ia juga terkadang sedih, dengan kenangan ketika sudah berbulan-bulan pacaran tetapi akhirnya putus. Terus jadi mantan, terus mantannya sudah move on, punya pacar baru dan dirinya belum.
Kemudian Ia ketemu mantanya lagi di jalan. Mantannya bersama pacar barunya, sementara dirinya bersama motornya. Ia masih jomlo akut. Terus mantannya menyapa dirinya lagi. Maka Rama mendorong mantannya bersama pacarnya ke tengah jalan.
MAMPUS AJA LO SANA! DASAR MANTAN TAK BERPERIKEMANUSIAAN!
....
Ketika hujan turun, yang sebenarnya paling sering terjadi dan Rama lakukan adalah TIDUR.
Suasana dingin beserta bunyi tetesan hujan yang turun bisa membuat banyak orang untuk bermalas-malasan melakukan sesuatu dan memilih untuk mengasingkan diri di satu tempat, biasanya di kamar. Rama BANGET.
Dimulai dari peristiwa mangap-mangap biasa, menjadi mangap-mangap luar biasa hingga akhirnya terlelap sambil mangap. Rama BANGET.
Namun beruntungnya Rama masih bisa terbangun ketika hujan telah berhenti. Seandainya hujan masih berjalan, maka Ia dapat dipastikan kembali tidur. Hahaha. FIX. RAMA TUKANG TIDUR.
....
Ketika hujan turun, pasti banyak hal yang terjadi pada setiap orang.
Ada orang yang merasa bahagia ketika hujan turun. Karena bagi mereka, ketika hujan turun ada sesuatu hal yang mampu mengumpulkan mereka di satu tempat yaitu rumah. Melakukan aktifitas di dalam rumah seperti bermain, bercanda, nonton drama korea, makan indomie atau gorengan hingga bisa tertawa dengan keluarganya, teman, sahabat tanpa menghiraukan hujan yang turun di luar.
Kemudian ada juga anak-anak yang merasa sangat bahagia ketika hujan turun. Karna bagi mereka, ketika hujan turun mereka bisa bersenang-senang bermain remi atau domino (eh loh?) bersama-sama dibawah hujan. Hingga akhirnya mereka jadi anak ingusan sebenarnya (baca = pilek).
....
Ketika hujan turun, ada banyak orang-orang yang lupa.
Lupa mengangkat jemuran. Lupa kalo mereka punya jemuran pakaian. Akhirnya pohon dan kebun basah semua. Eh Loh?
Lupa membawa jas hujan di perjalanan. Lupa ada undangan acara. Hingga yang paling sering terjadi adalah LUPA MANDI. INI RAMA BANGET !
Ketika hujan turun, ada orang-orang yang merasa sedih. Orang-orang yang sedih saat harus berhenti di tepi jalan ketika perjalanan pulang, menahan lapar dan rindu bertemu orang-orang dirumah. Lainnya rindu bertemu bantal guling dan kasur kamarnya. BUKAN RAMA BANGET SIH.
Orang-orang sedih yang harus menyelesaikan pekerjaanya di hari itu juga namunharus tertunda karena hujan. Orang-orang yang sedih karena kendaraan mereka mogok di tengah hujan. Hingga orang-orang yang sedih karena tempat tinggal dan barang-barang dirumah mereka terendam air hujan.
....
Ketika hujan turun, hal paling bermakna adalah sebuah usaha dan kepercayaan.
Ketika hujan turun, tak jarang Rama melihat orang yang terus saja berusaha berjalan mengendarai kendaraannya di bawah hujan hingga basah tubuhnya tuk bisa sampai ke tempat tujuan mereka.
Ketika hujan turun, tak jarang juga Rama melihat orang-orang yang berusaha terus bekerja demi pekerjaan mereka agar bisa cepat selesai dan beristirahat.
Ketika hujan turun, seringnya Rama melihat orang di luar rumah dengan menggunakan payung atau jas hujan untuk mencari dan membeli sesuatu yang dibutuhkan. Mereka melakukan hal itu tanpa menghiraukan kesehatan. Mungkin itu yang namanya sebuah usaha.
....
Kemudian ketika hujan turun, Ia dan semua orang pasti yakin dan percaya bahwa hujan akan berhenti. Setiap manusia harus percaya, bahwa tuhan sedang memberi suatu manfaat besar untuk mereka dan bumi yang ditempatinya. Jika bukan untuk dirinya sendiri, maka untuk orang lain saudara-saudara mereka.
….
Dan setelah hujan turun, akan ada pelangi indah yang nampak di langit menandakan bahwa sesuatu yang indah telah terjadi dan pasti akan terjadi (lagi).
Hujan.