Romansa

Bab 5 Kesepakatan Menikah

26 January 2026

Rumah kediaman Nabila.

Sesuai dengan janji waktu itu, Rifki bersama dengan abinya datang menemui rumah Nabila. Sebenarnya Rifki bisa saja mengajak Ibunya Hafiz dan juga Hafiz datang ke sini. Tetapi dia tidak mengajaknya datang.

Tentu saja Rifki sudah mengancam abinya jika dia datang bersama dengan istri baru Abinya maka dia tidak mau dijodohkan. Alhasil Quraish datang ke sini hanya berdua dengan anaknya.

"Semuanya sudah berkumpul di sini, tidak ada yang akan ditunggu lagi?" tanya Hadi.

"Istri kamu tidak ikut ke sini?" tanya Linda yang menyadari kalau istri kedua dari Quraish tidak datang ke sini.

Apalagi ini acara lamaran dan penentuan tanggal mereka akan menikahkan anak mereka. Tentu saja dia sudah berpikir untuk melakukan semuanya.

"Sebelum aku meminta maaf karena dia kebetulan sedang berhalangan hadir," ujar Quraish. Padahal dia sedikit berbohong karena Rifki yang melarang istri keduanya untuk datang ke sini.

Quraish untuk sementara hanya bisa menuruti keinginan anaknya tersebut. Agar anaknya juga mau menuruti keinginan dirinya untuk menikah dengan Nabila.

"Semuanya sudah berkumpul di sini. Sekarang apa boleh aku menyampaikan niatku," ujar Rifki yang mengatakan ini pada semua orang.

Nabila hanya menundukkan kepalanya, dia berusaha untuk memantapkan hatinya menikah dengan Rifki yang dijuluki dengan penggoda iman kaum hawa.

Hadi tersenyum sambil melirik kearah Rifki sekarang. "Silakan sampaikan niat baikmu."

Rifki menatap semua orang yang ada di sini. Termasuk dengan wanita yang berhijab lebar itu menundukkan kepalanya saja.

"Sesuai dengan keinginan kalian semuanya yang ingin menjodohkan aku dengan Nabila. Aku sudah memutuskan semuanya dan insya allah akan membimbing Nabila menjadi makmumku."

Rifki mengatakan itu dan membuat semua orang bahagia dengan jawaban tersebut. Lalu sekarang semua orang melihat kearah Nabila untuk mendengarkan keputusan dari wanita itu.

"Bagaimana kamu nak? Apa kamu juga sudah setuju dengan perjodohan ini?" tanya Linda kepada anaknya.

"Kalau kamu tidak menyukai Rifki juga tidak apa nak, kami tidak memaksa," ujar Quraish.

Nabila memegangi roknya dengan tangan, dia lalu menatap kearah Rifki yang tiba-tiba menerima perjodohan itu. Dia ingat satu minggu lalu pria itu bilang tidak menyukai dirinya dan menghinanya. Apa yang membuat pria itu berubah?

Hadi memperhatikan anaknya yang malah melamun. Apa dia masih meragukan sosok Rifki?

"Ekhem Nabila," gumam Hadi yang malah berbatuk karena anaknya sedari tadi diam saja, padahal semua orang menunggu jawaban dari pria itu.

"Eh maaf semuanya," gumam Nabila yang malah jadi gugup sendiri. Dia bingung ketika akan mengatakan semuanya kepada semua orang.

"Apakah kamu sudah menemukan jawabannya?" tanya Rifki yang kini melirik kearah Nabila sekarang.

Nabila hanya menghela napasnya panjang. Dia tersenyum sambil memberitahu semuanya. Dia merasa lega karena sudah jadi lebih baik.

"Aku sudah setuju dengan pernikahan ini."

"Alhamdulillah, karena kalian sudah setuju dengan hal ini."

Semua orang ikut bahagia setelah mendengar jawaban yang berikan oleh Nabila. Dia sudah jadi lebih baik sekarang.

"Kalau begitu kita tinggal tentukan tanggal pernikahannya," ujar Quraish yang memberitahu hal ini. Dia sudah mengatur semuanya memang dari awal.

"Aku sih berharap lebih cepat lebih baik," kata Hadi.

"Aku juga setuju," jawab Linda yang ikut berkomentar.

Nabila hanya diam tidak mengatakan apapun. Berbeda dengan Rifki yang tersenyum tipis sekarang. Dia sudah mengatur semuanya jadi lebih baik.

Rifki melihat kearah semua orang yang ada di sini. "Iya lebih cepat memang lebih baik. Tetapi aku ada satu permintaan," ujar Rifki.

Semua orang menatap kearah Rifki termasuk dengan Nabila yang kini menatap kearah pria itu juga. Ada perasaan harap cemas karena merasa ragu dengan yang diinginkan oleh Rifki sekarang. Apalagi kalau sampai pria itu menginginkan sesuatu.

"Permintaan apa?" tanya Hadi.

Quraish menatap kearah anaknya karena khawatir kalau Rifki mengatai sesuatu yang dapat menyingung keluarga dari Nabila. Apalagi Quraish sudah kenal lama dengan Hadi.

"Jangan aneh-aneh Rifki," peringat Quraish.

"Aku hanya meminta untuk pernikahannya dilakukan secara sederhana."

Dia mengatakan itu dan merasa lebih baik sekarang. Tentu saja Rifki tahu kalau dirinya akan menyembunyikan pernikahan ini dulu. Kalau banyak orang yang tahu kalau dia menikah, semua orang pasti akan mengabaikan dirinya.

"Baiklah jika itu yang nak Rifki inginkan. Kami hanya akan mengundang orang terdekat saja," jawab Hadi.

"Iya, jika memang seperti itu. Kita setuju saja. Lebih menghemat biasa juga," kata Linda sambil tersenyum tipis.

Berbeda dengan tatapan Nabila sekarang, dia orang yang peka dengan hal ini. Pasti Rifki sedang merencanakan sesuatu. Apa pria itu akan mengajukan surat kontak untuk dirinya.

"Rifki, apa boleh kita bicara sebentar?" pinta Nabila.

Rifki tersenyum ketika Nabila yang sedari tadi diam saja seperti patung dan berbicara seperlunya saja, mengajak dirinya untuk berbicara. Tentu saja dia setuju dengan hal ini.

"Iya boleh."

"Ikut aku."

Nabila mengatakan itu dan melirik kearah kedua orangtuanya seolah mengizinkan mereka berbicara berdua.

Akhirnya Rifki memutuskan untuk berdiri mengikuti Nabila dari belakang. Dia juga penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Nabila kepada dirinya. Dia yakin kalau wanita itu akan berbicara serius dengan dirinya.

Sampai Nabila mengajaknya untuk ke teman belakang, Rifki baru melihat teman belakang rumah Nabila yang rupanya banyak dipenuhi oleh tanaman stroberi.

"Stroberinya bagus yah," ujar Rifki yang memulai pembicaraan karena sedari tadi Nabila malah diam.

Kemudian, Nabila menoleh kearah Rifki dengan sekilas. Dia tahu kalau Rifki sengaja tidak mengundang orang banyak pasti karena tidak mau kalau sampai ada orang yang tahu tentang pernikahan mereka.

"Kamu ingin menyembunyikan pernikahan ini bukan?" tukas Nabila.

"Bukannya kamu tahu sendiri alasannya Nabila. Kamu juga sama bukan? Aku tahu kamu pasti merasa terbebani menikah denganku," ujar Rifki.

Nabila menatap sinis kearah Rifki. "Kamu yang lebih terbebani, apa kamu berencana untuk menikah kontrak?" tuduh Nabila.

Rifki terkejut dengan perkataan dari Nabila barusan. Dia bahkan tidak sampai berpikir kearah sana. "Kenapa kamu berpikir seperti itu?"

"Iya biasanya juga begitu, orang yang dijodohkan pasti akan melakukan kontrak setelah menikah," ujar Nabila yang malah membuat Rifki tertawa.

Wanita yang ada dihadapannya itu sepertinya kebanyakan membaca novel romansa dan menonton film rumah tangga seperti ini. Rifki walaupun seorang selegram, dia sama sekali ingin melakukan hal seperti itu. Menurut dirinya, menikah hanya untuk sekali seumur hidup.

"Kamu sepertinya kebanyakan membaca novel romansa. Aku tidak berniat untuk melakukan hal konyol seperti itu. Bagiku menikah hanya satu kali seumur hidup," ujar Rifki yang kini malah semakin berani mendekatkan dirinya dengan Nabila.

Awalnya Rifki mengira kalau Nabila adalah wanita muslimah yang benar-benar islami. Tetapi setelah melihat wanita itu yang tidak menjaga pandangannya dari dirinya tadi. Dia jadi semakin yakin dengan sosok wanita itu dia hanya baik diam kalem ketika bersama dengan kedua orangtuanya.

"Jadi kita akan menikah selamanya begitu?" tanya Nabila.

"Kenapa? Apa kamu takut?" tanya Rifki sambil berbisik ditelinga wanita itu.

Deg

Jantung Nabila tiba-tiba berdebar ketika jarak antara dirinya dengan Rifki yang begitu sangat dekat. Dia bahkan tidak menyangka sama sekali kalau akan seperti ini.

BERSAMBUNG