Katanya masa sekolah adalah masa yang paling indah. ENGGAK. .… Waktu SD setiap pagi Rama dimandikann, diceb*in, dipakaikan seragam, disisirkan belah pinggir pake minyak rambut Opanya, dengan model gaya rambut ala 80-an, tebal rambut sekitar 2 cm dengan luas kesamping kanan sekitar 1/4 kepalanya, kemudian dipakaikan bedak tebal beberapa milimeter dan pas. Ia berubah menjadi tampan waktu itu. Seperti “HANTU SALES MAKE UP.” ....
Kemudian Rama diantar dengan sepeda motor Opanya tiap hari ke sekolah. Karena waktu itu dirinya belum bisa bawa motor sendiri (ya iyalah masih SD).
Pas sampai di sekolah, Ia dengan percaya diri penuh semangat perjuangan menuntut ilmu dengan gaya fashion ala Oma, dengan hidung pesek yang Ia miliki, turun dari motor Opanya, mencium tangan Opanya (sebelumnya sudah mencium tangan Omanya juga di rumah sebelum berangkat). Kemudian berlari meninggalkan Opanya menuju ke ruang kelas.
Pagi yang indah.
....
Tiap pagi selalu menjadi awal yang segar dan tampan baginya untuk mengawali hari-hari di sekolah SD saat itu. Fashion ala Oma cukup membuat dirinya menjadi perhatian tiap pagi ketika dateng di sekolah. Mungkin karena terlihat keren dan tampan.
Atau mungkin karena terlihat ANEH.
Seperti badut banc* yang di make up seorang Oma penggemar film india dateng ke sekolah untuk belajar.
Tapi Rama tetep PEDE.
Inilah yang terbaik menurut Omanya. Dan, Ia harus pegang teguh amanat itu.
....
Tapi keadaan di pagi hari sungguh berbeda dengan siang hari.
Semakin siang hari semuanya berubah.
Sekali lagi.
BERUBAH.
Apalagi ketika setelah waktu istirahat.
Wajahnya yang tadinya masih tampan dengan polesan bedak tebal ala Oma, kini menjadi belang-belang mirip kulit sapi perah di pembungkus permen milkita.
Rambutnya yang tadi rapi sama persis seperti rambut Sharukh Khan, kini berubah menjadi berantakan mirip keset kaki di pintu masuk kelas.
Hidungnya yang tadi pesek, tetap pesek. Dan memaksanya untuk bernapas dengan bantuan mulutnya.
SUMPAH ! INI SERIUS !
....
Katanya masa sekolah itu masa yang paling indah.
ENGGAK JUGA.
Waktu mau masuk SMP Rama harus dipisahkan dengan temen-temen SDnya. Teman-teman sepermainan. Teman-teman petak umpet. Walaupun sebenernya Ia jarang ikut main. Teman-teman sepeda. Sampai teman-teman mandi di kali (sungai) yang banyak dilewati tah* orang-orang.
Saat itu Rama harus memaksakan diri untuk berteman dengan teman baru di sekolah baru, di tempat baru, dan suasana baru.
Rama pindah rumah.
....
Untuk pertama kalinya waktu itu Rama harus merasakan pukulan yang sangat berat. Ia harus berbesar hati menerima kenyataan bahwa dirinya harus mengikuti kehidupan Oma Opa (kakek nenek) nya.
Meninggalkan mama papanya, dan ninggalin cinta pertamanya kelas 5 SD. Selvy.
Ia benar-benar anak yang terlalu cepat masa puberitas karena di kelas 5 SD sudah bisa cinta-cintaan.
....
Masa SMP yang bisa dirinya ingat adalah ketika Ia jatuh cinta lagi sama cewek cantik di kelasnya waktu itu.
Setelah move on dari Selvi dan Febby mantan cinta pertama dan keduanya, akhirnya Ia jatuh cinta ketiga kalinya dengan salah satu cewek di kelas.
Namanya Putri.
Putri cantik, dan Rama jelek.
Putri putih, dan Rama hitam.
Putri mancung, dan Rama pesek.
Putri berambut panjang, dan Rama dari dulu sampe sekarang gak pernah rambut panjang (ya iyalah, kan dia cowok.).
Melihat dari kesamaan itu. RALAT.
Melihat perbedaan itu. Rama merasa dirinya cocok dengan Putri.
Cocok jadi AJUDAN atau PEMBANTUNYA.
....
Putri adalah cewek yang cukup populer di SMP waktu itu karena kecantikannya.
Ia banyak disukai sama cowok-cowok di sekolah.
Mulai dari cowok-cowok se-angkatan, sampe kakak-kakak kelas yang keren-keren dan tjakep-tjakep yang beda tipis dengan dirinya (Rama).
RALAT.
Beda jauh dengan dirinya (Rama).
....
Begitu banyaknya pria-pria ABG yang suka dan mengejar-ngejarnya, akhirnya si Putri jadi salah satu primadona di sekolah waktu itu.
Rama beruntung bisa sekelas bersamanya, dan bisa duduk bersebrangan bangku dengan Putri. Dan mungkin juga bakalan bisa jadi primadoninya dia. Ehh.
....
Banyak cara yang Rama tempuh untuk bisa membuat Putri jatuh cinta ke dirinya. Mulai dari ;
Pertama. Kirim surat cinta ke dia dengan kata-kata yang romantis, hasil bertapanya selama dua jam di wisata sauna.
Tapi malah surat itu jatuh ke tangan Maya, cewek berkulit gelap paling gendut di kelasnya waktu itu, yang akhirnya selama satu bulan Rama dikejar-kejar Maya untuk diajak jadian.
CARA PERTAMA GAGAL TOTAL !
Kedua, berusaha menjadi tampan pas di depan Putri.
Tapi tetep aja waktu SMP dirinya keliatan jelek, karena hidung pesek, masih pake pupur Omanya tiap ke sekolah. Dan itu membuat Putri ILFEEL melihat Rama.
CARA KEDUA JUGA GAGAL !
Ketiga. Berusaha sok pintar di depan Putri.
Cara ini cukup berhasil, karena Rama cukup pintar di beberapa mata pelajaran sekolah waktu itu. Tapi tidak dengan mata pelajaran matematika dengan bahasa inggris. Entah kenapa setiap ujian matematika dan bahasa inggris, dirinya selalu dapat nilai 5 koma. Meskipun sudah belajar tanpa mati-matian. Sementara Putri selalu dapet nilai 8 koma ke atas. Martabatnya untuk menjadi cowok pintar luntur seketika di mata Putri.
CARA KETIGA GAGAL DAN BERANTAKAN !
Gak ada cara ke’empat. Rama menyerah.
Rama benar-benar menyerah untuk mendapatkan hati Putri.
Rama kembali menjadi dirinya sendiri. Ia lebih milih jadi teman sepermainannya. Ia mendapat hidayah kalo masa SMP sebaiknya digunakan untuk mencari teman, bukan berusaha mencari cinta seseorang.
Rama yakin menjadi diri sendiri itu jauh lebih sempurna. Ia juga yakin setiap usaha yang Ia lakukan, akan selalu ada hasilnya yang positif ataupun negatif.
Sejak saat itu, Rama jadi mandiri. Gak mau lagi dipakein pupur oleh Omanya. Ia semakin semangat belajar, demi dapet nilai matematika dan bahasa inggris lebih bagus dari Putri.
Semua gara-gara Putri.
....
Sampai pada akhirnya.
Semua hal yang Rama lakukan dengan menjadi diri sendiri, ternyata membuat Putri punya perasaan suka kepadanya.
Rama sebenernya bahagia.
Tapi karena dirinya sudah menyadari perasaan yang tumbuh saat itu hanyalah cinta monyet masa anak-anak yang isinya hanya main-main. Rama melepaskan ketertarikannya kepada Putri (walaupun sebenernya pengen banget bisa pacaran dengan Putri perempuan primadona di sekolah saat itu).
Ia menyadari masa anak-anak yang semestinya adalah tidak mengenal cinta.
....
Dalam satu momen, Rama dan Putri berada dalam satu kelompok pelajaran. Mereka berdiskusi dan bercanda akrab dalam kelompok.
“Aku merasa kita lebih cocok berteman aja ya?”
Ucapan Rama yang GOBLOK kepada Putri yang tak sengaja. Sambil tersenyum Rama baru saja melewatkan hati salah satu perempuan cantik di SMP saat itu.
"Oh yaudah kalo gitu." Balas Putri.
Rama yakin isi hati dan pikiran Putri adalah "Sok GANTENG LU PESEK!"
Tamat.
@#$%^&*