Kami kemudian diantar menuju dinning room, tempat kami bakal habiskan hari-hari kerja dan mandi keringat selama kontrak berlangsung. Ruangan di dinning room sungguh luas. Dengan karpet kembang-kembang warna merah dan kombinasi meja dan kursi makan warna biru keunguan, tampak asri dan berwibawa. Di atas langit-langit dinning room, tampak lampu kristal tergantung memantulkan warna kuning keemasan.
Meja kursi di dinning room ini terbagi dalam tiga kelompok besar, yakni di samping lambung kiri, tengah, dan lambung kanan. Meja kursi itu berkelompok membentuk formasi bervariasi antara 2 hingga 8 kursi setiap mejanya. Bentuk mejanya juga bervariasi, antara lain berupa segi empat, segi panjang dan bundar. Segi empat memuat dua kursi berhadaphadapan, persegi panjang memuat empat hingga enam kursi, serta meja bundar memuat delapan kursi secara melingkar. Masing-masing kelompok meja dilengkapi dengan meja kerja yang biasa disebut commote. Lengkap dengan segala peralatannya, seperti sendok, garpu, gelas goblet, tempat air, mesin pemanas air, dll.
Dari ruang kerja dinning room, kami diajak ke kitchen dengan menuruni tangga berjalan. Terlihat sebagian besar peralatan yang ada di lingkungan kitchen terbuat dari bahan stainless steel yang kokoh mengkilat. Terkesan kekar namun bersih dan hygiene. Di sini terdapat banyak lemari besar, juga dari bahan stainless steel, tempat menyimpan berbagai makanan dingin dan panas. Di sini disimpan berbagai bahan mulai dari kelompok vegetable, fruit, meat, pastry, hingga milk dan juice. Agak terpisah dengan ruangan kitchen, tapi masih satu lantai, adalah ruangan dishwashing. Bentuk mesin cuci otomatis ini melingkar-lingkar dengan beberapa perhentian dan ban berjalan untuk menggerakkan piring, gelas, dan peralatan lain yang akan dicuci.
Menurut Pak Alex, ruangan kitchen dan dishwashing ini harus selalu bersih dan steril dari berbagai kuman. Untuk itu, secara berkala harus dibersihkan. Bahkan, secara mendadak ada inspeksi dari USPH (United States of Public Health) untuk mengecek tingkat kebersihan kapal. Empat huruf USPH ini kadang dianggap monster yang menakutkan bagi seluruh perusahaan kapal pesiar yang berlayar di perairan Amerika. Bahkan mungkin bisa melebihi isu teroris yang melanda warga AS belakangan ini. USPH mungkin mirip-mirip dinas kesehatan di negeri kita.
Alasan kenapa USPH menjadi hal yang menakutkan bagi agen perusahaan kapal pesiar adalah karena penilaian mereka bisa menjadi hidup matinya usaha. Mereka akan mengadakan inspeksi kebersihan kapal pesiar secara mendadak. Sebenarnya bukan semata kebersihan yang mereka periksa namun kelengkapan standar kerja juga tidak luput, terutama di lingkungan dapur dan restoran. Tempat penyimpanan makan dingin dan panas temperaturnya harus sesuai dengan standar, dishwashing machine harus optimal bekerja, selalu cuci tangan dengan sabun, dan sebagainya. Itu semua hukumnya wajib. Alat-alat yang digunakan bahan mentah tidak boleh berdekatan dengan alat-alat yang digunakan untuk makanan siap saji, para koki harus selalu menggunakan topi masak dan sarung tangan plastik ketika bekerja sehingga makanan terhindar dari kontaminasi, saluran air pembuangan harus benar-benar bersih sehingga kasarnya kita bisa bercermin di saluran air itu, kecoak dan tikus adalah dua hal yang sangat diharamkan ada di sana.
Di dining room tidak jauh berbeda. Di commote atau waiter station wilayah bersih mesti dipisah dari wilayah kotor, gelas dan cutleries tidak boleh digosok-gosok pakai kain, jadi apa adanya ketika keluar dari dishwashing machine, cara memegang cutleries pun harus sesuai dengan prosedur sebab tidak boleh menyentuh bagian yang nantinya akan masuk mulut ketika makan.
Pokoknya tak ada kompromi terhadap segala salah prosedur! Bila gagal dalam inspeksi ini, maka konsekuensinya akan sangat berat bagi perusahaan dan pimpinan hotel department kapal, terutama bagi Hotel Manager, F&B Manager, Chef D’ Cuisine dan Maitre’D Hotel. Kegagalan penilaian ini akan segera tersebar ke seluruh penjuru Amerika, bahkan dunia! Seluruh majalah wisata, terutama yang mempunyai perhatian terhadap wisata kapal pesiar akan memuat beritanya. Biro-biro perjalanan sebagai pemasok utama penumpang akan membatalkan pemesanan, citra perusahaan pun akan tercoreng karenanya. Kerugian besar segera menghadang ada di depan mata! Agen kapal pesiar yang ada di kantor pusat terpaksa akan memecat pimpinan departmen yang nyatanyata terlibat langsung atas kecerobohan itu. Karena kasus-kasus keteledoran ini biasannya terjadi di dapur, maka yang menjadi korban adalah Hotel Manager, F&B Manager dan Chef .
Citra harus dibangun lagi demi kelangsungan usaha. Setelah terjadi pergantian pimpinan departmen, perusahaan akan mengundang USPH untuk menginspeksi ulang. Mereka tidak serta merta mau datang sebab mereka anti negosiasi dan anti suap. Tinggal pihak kapal pesiar yang nilainya jeblok tadi berharap para petugas yang berseragam coklat-coklat mirip US Marine dan US Coast Guard itu berkenan untuk memeriksa ulang. Lain ceritanya bila berhasil melewati inspeksi USPH ini, apalagi dengan nilai yang bagus. Semua majalah wisata kapal pesiar akan memberi pujian, mereka yang mau berpesiar akan memilih kapal tersebut karena mereka merasa aman dari segi makanan dan minuman yang disajikan, biro perjalanan akan memasok penumpang, kapal penuh, profit masuk dan perusahaan mendapatkan untung. Maka setelah berhasil melewati inspeksi ini, biasanya pihak manajemen akan membuat syukuran yang berupa pesta. Dengan pesta berarti ada makan dan minum, berarti ada acara dansa, berarti bisa dapat teman kencan.
Life is so beautiful kalau sudah ada pengumuman soal pesta itu. Hidup di kapal pesiar memang memabukkan, dalam artian memabukkan bagi yang tidak kuat ombak dan memabukkan bagi yang suka mengumbar syahwat. Memabukkan pula bagi mereka yang gemar narkoba. Nah, bagi pengguna narkoba di kapal pesiar ada hukuman kerasnya, yaitu berupa pemecatan bagi kru yang terlibat dalam penggunaan zat adiktif ini. Selain pemecatan pelaku juga akan menghadapi tuntutan hukum seperti ekstradisi yang berarti dijemput polisi di Cengkareng dan bahkan bisa jadi proses hukumnya dilakukan di Amerika. Artinya pelaku harus siap masuk penjara di negeri Paman Sam itu. Ketika masuk penjara di sana, pelaku kemungkinan akan menjadi korban perkosaan dan disodomi oleh teman sesama narapidana, entah itu kulit putih, kulit hitam atau hispanik.
Pemeriksaan air seni secara acak selalu dilakukan pihak perusahaan kapal pesiar dan sewaktu-waktu DEA dan FBI serta K-9 siap memeriksa kabin anda di setiap pelabuhan Amerika. Pihak berwenang Amerika akan rajin memeriksa setiap kabin kru, terutama ketika musim pesiar ke Amerika Selatan dan Karibia. Alasannya jelas, sebab di negaranegara tersebut, peredaran zat adiktif tadi cenderung lebih longgar sehingga mudah didapat. Pesan moralnya adalah: jangan pernah bermain api dengan yang satu itu!
Dari dinning room kami diantar ke Lido Restaurant yang berada di luar. Ini adalah restoran yang khusus didesain untuk acara barbeque dan pesta di luar lainnya, sambil menikmati sajian live music macam Hawaian, Mexico, Reggae, atau aliran musik lainnya, disesuaikan dengan di mana kapal pesiar sedang berlayar. Lido restaurant ini tepat berada di samping kolam renang dan persis di bagian buritan kapal, sehingga dari situ para penumpang bisa bersantap sambil menatap birunya laut, luasnya angkasa.
Cerita berikutnya tentang suka-duka menjadi kacung alias jongos di kapal pesiar …