Komedi #kuliah #kampus

OSPEK

23 February 2026

Setiap orang harus percaya bahwa akan ada masa dimana diri mereka akan menjadi jelek. Bahkan sangat jelek dan tertindas habis-habisan. Masa dimana mereka diperlakukan seperti tikus ingusan yang tidak bisa bertindak apa-apa, bahkan untuk pup dan pipis pun, mereka harus berjuang dengan susah payah mendapatkan izin. Masa itu adalah masa OSPEK masuk perguruan tinggi. ....

    Setiap manusia yang akan kuliah, harus melalui masa ter-kampret itu terlebih dahulu untuk bisa resmi menjadi mahasiswa di perguruan tinggi. 
    Sungguh sial bagi calon mahasiswa seperti Rama, dan sungguh bahagia bagi mereka para mahasiswa senior. Mereka siap menjadikan dirinya kambing guling pakai sambel pedas, tanpa pertolongan si doraemon. 
    “Aahhh..” 
    ....

    Sebagai laki-laki sejati. Rama yakin dirinya pasti bisa melewati masa ospek kali ini dengan sukses, mantep, tjakep, dan kampret. 
    Sekali lagi.
    Sukses, mantep, tjakep dan KAMPRET!
    ....

    Rama mendaftar perguruan tinggi di tempat om nya kerja sebagai pengajar paruh waktu selain pekerjaan aslinya, dan sekaligus sebagai senat fakultas kesehatan masyarakat di tahun 2012. Universitas Tompotik Luwuk, Fakultas Kesehatan Masyarakat.  
    Jadi intinya seluruh proses pendaftaran kuliah Rama berjalan lancar mantep tanpa kendala, dan dirinya tidak harus sibuk urus ini itu pendaftaran kuliahnya. 
    Ia masih TJAKEP.
    ....

    Saat itu Rama masih berada di Gorontalo. Di rumah oma, opa, om dan tantenya. Dan, semua pendaftaran kuliahnya di atur langsung omnya di Luwuk (Sulawesi Tengah). Katanya, nanti akan dihubungi langsung tinggal datang ke sana, dan siap beraktifitas kuliah sebagai mahasiswa pinter. 
    Ia makin TJAKEP.
    ....

    Ram mengingat hari itu adalah hari jum’at. Besoknya adalah hari sabtu (ya iyalah). Setelah sekitar seminggu menunggu kabar, akhirnya Ia di hubungi omnya, untuk segera dateng ke sana dan diminta agar sudah berada di Luwuk sebelum hari senin. 
    Karena hari senin dirinya harus ikut OSPEK selama seminggu, dan diminta untuk siapkan mental dan tenaga mulai saat itu juga. 
    Rama SYOK! 
    Hati dan pikirannya berantem. Ia sesungguhnya berharap dengan omnya sebagai senat fakultas di kampus, dirinya tak perlu ikut masa kampret itu, bisa langsung kuliah dengan tjakep.
    Tapi ternyata ENGGAK.
    Ini kabar burung, ehh.
    RALAT. 
    Ini kabar BURUK. 
    Ia mulai GAK TJAKEP. 
    ....

    Mau tak mau, siap gak siap, kepalang melintang persiapanpun langsung Rama lakukan.

Semua keperluannya selama kuliah dan ospek pun Ia siapkan. Mulai packing dari kemeja, celana, sepatu, deodoran, parfum, dan yang paling penting gak boleh ketinggalan adalah KOLOR favoritenya. Bukan hijau. Bukan juga celana dalam segitiga. Rama gak suka pakai celana dalem. Baginya celana dalam segitiga mengurangi sirkulasi udara burungnya. Selain keperluan kuliah, Ia juga menyiapkan diri dengan keperluan ospek. Yang pertama persiapan mental. .... Rama ingin mencoba latihan keliling kuburan tiap malam jum’at untuk melatih mentalnya agar gak takutan, tapi sepertinya gak bisa. Ia gak berani ke kuburan. Oke Ia cemen kali ini. ....

    Rama juga mencoba latihan untuk lempar upil ke preman kompleks pasar biar bisa jadi pemberani, tapi sepertinya Ia tetap gak bisa. Ia pun gak berani. Oke Ia cemen kedua kalinya.
    Akhirnya latihan mental yang Ia lakukan adalah berlari-lari di depan rumah orang yang memelihara anjing. Dan SUKSES.
    Rama dikejar anjing hampir mati. 
    Persiapan mental selesai. 
    ....

    Yang kedua persiapan tenaga.
    Rama merencanakan untuk lari sore di 2 hari terakhir sebelum waktunya di OSPEK. Tapi gagal.

Tiap sore dirinya malah disuruh menyiram bunga, menyapu halaman rumah. Sampai saat itu dirinya belum berani dan mampu membantah atau menolak jika Omanya memberi perintah. Alternatif pilihan persiapan tenaga yang kuat adalah, menyapu dan menyiram bunga dengan gerakan bergoyang ala India Sharukh Khan bareng Opa-Omanya. SUKSES ! Ia seperti orang gila di depan rumah joget dan nyanyi-nyanyi India. ....

    Hari minggu tiba. 
    Rama harus berangkat ke kota Luwuk tempat tinggal omnya. 
    Minggu pagi dini hari Ia langsung berangkat dengan kapal penumpang besar KM. Tilong Kabila yang kebetulan ada. Dari Gorontalo kapal berlayar selama sekitar 12 jam. Berangkat pukul 04.30 dan akhirnya tiba di Luwuk pukul 18.00 dengan kampret.
    Rama gak tau apa-apa. 
    Dimana rumah omnya ? Dirinya gak tau. Ia harus ke alamat mana ? dirinya juga gak tau. Ia mau minta tolong peta si dora ? Namun sepertinya itu terlalu lama. Sepertinya perlu minta tolong sama doraemon. 
    IYA ! 
    HARUS !
    ....

    Pucuk di cinta, ojek pun tiba. 
    Secara tiba-tiba kak Dita kakak sepupu Rama yang juga tinggal di rumah omnya menelpon dan bertanya posisinya yang saat itu seperti anak ayam kehilangan induknya lagi dimana. 
    Dengan cepat Ia menjelaskan posisinya. Kak Dita langsung men-intruksikannya untuk menuju ke gerbang pintu keluar pelabuhan. 
    Mereka akhirnya bertemu. 
    Bak seorang adik laki-laki ingusan terdampar di lautan bertemu dengan keluarga yang bertahun-tahun hilang. Ohhh indahnya.
    ....

    Hanya sekitar 10 menit mereka sampai di rumah. 
    Kebetulan kak Dita yang berhasil menjemputnya juga merupakan alumni mahasiswa di kampus dan fakultas yang sama dengan tempatnya mendaftar dan menempuh pendidikan ke depan. Maka dia langsung memberi instruksi kepada Rama yang pertama adalah mencukur rambutnya sampai botak. 
    Sekali lagi. 
    SAMPAI BOTAK.
    Rama belum bisa membayangkan kepalanya botak seperti apa. 
    Mungkin akan sangat mirip dengan tuyul di film-film sinetron indonesia. Karena seumur hidupnya, Ia belum pernah cukur rambut sampai botak, kecuali ketika dirinya masih bayi (yaiyalah).
    Instruksi kedua adalah menyediakan peralatan yang harus dibawa selama ospek. Mulai dari handuk, ember, sapu, air minum, kaos kaki sepak bola beda warna, tali rafia, dan tas karung terigu. 
    Fix. Penindasan sudah dimulai.
    ....

    Di malam itu juga Rama langsung ke salon untuk mencukur botak rambutnya. Ke salon bukan maksud tujuan lainnya. Meskipun tukang cukur salonnya menggoda. Mas-mas berambut panjang dan genit kepadanya. 
    Rama segera memberi instruksi ke mas tukang salon untuk cukur rambutnya cukup hingga 3 cm. BUKAN BOTAK ! 
    Rama gak mau kehilangan ketampanannya. 
    Sementara kak Dita membantu mencari keperluan lainnya, sebab dirinya belum mengenal daerah Luwuk sama sekali. Kak Dita belanja mencari keperluan Rama, dan Rama di salon ber-2 dengan mas tukang salon. 
    SUMPAH !
    TIDAK TERJADI apa-apa antara kita.
    ....
    Cukur rambut selesai. Dan, Rama bisa melihat wajah tjakepnya berubah menjadi kepala bundar, pipi agak tembem, sedikit kumisan, sirkulasi udara mengalir dengan lembur di kepalanya *brrrrr*.

Sekarang dirinya seperti tuyul yang bersiap mengikuti parade OSPEK esok hari. ....

    Informasi selanjutnya dari kak Dita adalah para mahasiswa pukul 5 subuh sudah harus di kampus. 
    MAMPUS. 
    Rama adalah orang yang susah bangun pagi kala itu. 
    Malam hari itu pun harus segera selesai.
    ....

    Senin dini hari sedini-dininya pernikahan dini. 
    Rama terbangun tepat jam 5 dan itu tanda jika dirinya sudah terlambat. KAMPRET.
    Keterlambatan itu membuat dirinya dilema antara harus mandi dulu atau langsung ganti baju terus berangkat dengan belek di mata dan liur di tepian bibirnya. 
    Ditambah pagi hari di kota Luwuk gila, dinginnya menusuk hingga sampai ke otak. Membuatnya saat itu sempat berpikir untuk membawa bantal ke kamar mandi trus mandi sambil tidur (ini gimana?) 
    Siap gak siap, Ia harus mandi. 
    Mau tidak mau, Ia harus ganteng. 
    Akhirnya Ia mandi. Gak jadi membawa bantal. Lagi-lagi Ia harus memecahkan rekor mandi tercepat di dunia. Selama 5 menit.
    Dengan cepat dirinya memakai baju, gak lupa pakai kolor juga (bukan ijo). 
    Dirinya siap berangkat menuju kampus masa depannya dengan perlengkapan-perlengkapan aneh bin ajaib tadi. 
    Dan TEPAT.
    Ia TELAT.
    Ia PASRAH.
    ….

    Masih jauh dari pintu gerbang kampus, para Panitia senior-senior, langsung menyuruhnya jalan jongkok sekitar 30 meter di tanjakan ke arah mereka, ditambah  push-up 10x. 
    Rama NGOS-NGOSAN.
    Napasnya tak beraturan. 
    Bedaknya berantakan.
    Belum sempat dirinya mengatur napas dan bedak, tiba-tiba dua orang cowok dan satu cewek panitia senior langsung menginterogasinya. 
    “KAMU SIAPA !”
    “DARI MANA !” 
    “KOK BARU KELIATAN YAA !” dengan volume yang keras dan nada tinggi.
    ....

    “Rahmah = RAMA .. daah .. riihh .. GOH .. RONH .. TAAH .. LOOH kakhh ,,” jawab Rama dengan napas tak karuan.
    “KENAPA BARU DATANG HARI INI !!!” tanya salah satu dari mereka lagi. 
    “Baahh .. Ruuhh .. Saampeehh .. Khemariinnhh .. Khaak ..” 
    Rama membalas dengan suara hidung. 
    ....

    “oohh .. karna kamu telat. Jadi kamu harus siiiap menerima ganjaran ! “ kata si senior cewek.
    “iihh.. yaaahh.. kaakhh. “ 
    Rama menjawab dengan terpaksa.
    ....

    Selanjutnya mereka periksa perlengkapannya. Dan MAMPUS. 
    Semua peralatan miliknya, belum ada yang dicat warna ungu. Berdasarkan aturan peri-keunguan dan melihat teman-teman mahasiswa baru lain yang sudah berwarna serba ungu di peralatan mereka. 
    “INI KENAPA BELUM DI WARNA !!!” Tanya senior cewek kampret dengan nada tinggi. 
    “Beh .. Lumm .. Semhh .. Faat .. Kakh.”
     Rama menjawab dengan nada A minor.
    “ALASAN !!! SKOTJUMP 10x!!!”. kata senior cewek kampret itu dengan nada C tinggi. 
    Mereka langsung berirama. 
    ....

    Tanpa bicara apa-apa lagi. Rama langsung melakukan skotjump. 
    “STOOOPPP!!! SEBELUM LAKSANAKAN PERINTAH. NGOMONG SIAP SENIOR DULU!!!” Lagi kata senior cewek kampret itu, yang memotong skotjumpnya di hitungan ke enam.
    “SIIIAAAPHH SEENIIOOORRHH !!! “ jawab Rama dengan kampret. Kemudian langsung mengulang skotjumpnya. 
    Selesai dirinya skotjump. 
    Tiba-tiba ada salah satu panitia senior yang dateng dari arah kampus membisikan sesuatu ke dua cewek panitia senior yang lagi menyiksa dirinya. Ia gak tau mereka ngomong apa, mungkin lagi diskusi cara membuat dirinya menjadi kambing guling sambel pedas mereka. Yang jelas mereka pasti bukan membahas warna kolor yang digunakannya, atau pun bedaknya yang berantakan. Tapi yang pasti Rama masih NGOS-NGOSAN. TITIK.

    Setelah selesai mereka bisik-membisik. Entah apa, mungkin kesambet gara-gara liat wajah Rama yang bundar kayak tuyul, tiba-tiba mereka baik kepadanya. 
    “IKUT SAYA.” kata cewek senior yang menyuruhnya skotjump 16x jadinya.
    Mereka membawa Rama berjalan menuju ke ruangan kampus, melewati pos-pos yang ada. Tempat para mahasiswa baru diberhentikan untuk diinterogasi dan dibuat kampret oleh para senior. 
    Di sepanjang jalan melewati pos-pos jaga senior, Rama melihat banyak calon temen-temennya yang sama-sama botak mengkilap. Mereka bagai kelompok tuyul yang siap disuruh beraksi mencuri jika disuruh. 
    Dan dirinya juga termasuk di dalamnya. 
    ....

    Akhirnya Rama sampai di salah satu ruangan kampus. Berdua bersama senior cewek yang menindas kejam kepadanya tadi untuk skotjump. 
    Kemudian dia menutup pintu ruangan. Pikiran Rama mulai cabul. 
    Dirinya takut diperkosa. 
    “ehh .. kak panas. jangan ditutup pintunya..” kata Rama memotong tindakan menutup pintunya.
    “oohh iyaa..” jawab dia dengan datar. 
    Mereka bersama berdiam diri di dalam ruangan itu. Seperti pasangan yang lagi berantem gara-gara gak jadi beli somay. 
    Senior cewek itu diam. 
    Rama juga diam. 
    Dinding-dinding di ruangan diam. 
    Anang dan Ashanty juga diam. 
    Cinta fitri muncul season baru.
    ....

    Beberapa saat kemudian, akhirnya senior itu memulai mengajak berbincang. Mencari tahu jati dirinya yang sebenarnya. Sampai akhirnya Rama menyadari alasan mengapa Ia malah di isolasi di ruangan itu berdua dengannya, dan tidak tertindas seperti teman-teman lainnya di luar. Jawabannya adalah karena Omnya.
    Ternyata semua mahasiswa di fakultas itu sangat segan dan takut dengan om Rama yang sebagai senat fakultas di kampus. Mereka mendapat informasi bahwa Rama adalah keponakannya, dan itu membuat mereka takut memperlakukannya sama seperti mahasiswa baru lainnya. Dengan kata lain Rama mendapat perlakuan special, berbeda dengan mahasiswa baru lainnya. 
    Rama senang, tapi canggung. 
    Rama merasa ada ketidakadilan antara dirinya dengan temen-temen mahasiswa baru lainnya. 
    Dirinya berpikir jika seperti ini, Ia tidak akan bisa akrab dan kenal baik dengan temen-temen mahasiswa baru lainnya. 
    Maka sebagai cowok sejati, Rama memutuskan untuk diperlakukan sama seperti mahasiswa baru lainnya. 
    Ia harus di-OSPEK ! Titik.
    ....

    “kak, saya mau gabung aja dengan mahasiswa baru lainnya..” permintaan Rama kepada senior cewek yang keliatannya pengen berdua selamanya dengannya.
    Maka, akhirnya Ia dibawa bergabung kembali dengan mahasiswa baru lainnya setelah berduaan di ruangan bersamanya (bukan mesum).
    ....

    Rama gak kenal siapapun waktu itu. 
    Yang Ia tau adalah dirinya salah satu dari gerombolan pemuda-pemudi penerus generasi negeri ini yang saat itu botak bak tuyul siap beraksi jika mendapat perintah. 
    Kepala mereka nampak bersinar berkumpul dibawah terik matahari pagi. 
    Kemudian, perlahan Rama berkenalan dengan teman-teman seperjuangan di masa kampret itu. Sedikit demi sedikit Rama semakin akrab dan memang harus akrab dengan mereka untuk menjaga kekompakan. 
    ....

    Pesan moralnya adalah tidak perlu takut dengan OSPEK. 
    Masa ospek hanyalah masa di mana setiap orang siap disuruh nyanyi-nyanyi seperti anak kecil, diberi nama cantik dengan gerakan unik menarik lucu. Setiap orang diajarkan bagaimana sebuah kebersamaan. Sama-sama dijemur di bawah terik matahari kayak ikan asin yang akan dijual ke wisatawan. 
    Diajarkan kekompakan. Sama-sama dihukum kalo salah satu teman mereka salah. Rama juga merasa dapet beberapa materi ilmu tambahan wawasan. Kemudian diajarkan bagaimana satu rasa, bahwa kita semua sama, tidak ada yang berbeda.

Tapi , tetap saja baginya adalah itu masa KAMPRET. .... Hari berikutnya. Rama mandi subuh (lagi) tidak membawa bantal ke kamar mandi. Ia terlambat lagi. Ia jalan jongkok lagi. Ia push-up lagi. Ia skot jump lagi. Dan Ia NGOS-NGOSAN LAGI. Begitu seterusnya. .... Hingga seminggu OSPEK selesai, Rama telah berhasil minum banyak obat kuat dan mengoles balsem ke beberapa titik rawan keseleo di tubuhnya. Demi bisa tetep bertahan kuat dan TJAKEP.

    KAMPRET.