10% Manusia

03 March 2026

Siang itu matahari sangat terik. Rama sedang membawa motor. Tiba-tiba dirinya mendapatkan inspirasi. Dan, tiba-tiba. "Tiinn..Tiinnn..." bunyi klakson motor yang Rama bawa di usia belum punya SIM. “INNALILLAHI!!!” Ia hampir menabrak anak nyebrang. ....

    Rama mengingat kejadian waktu itu. 
    Di umurnya yang masih sekitar 4 atau 5 tahun. Seperti kebiasaan anak-anak lainnya.

Berlari-lari tanpa pakai sandal, lari-lari tanpa baju, tanpa celana, titit terlempar kesana kemari, PUP sembarangan, belum bisa cebok sendiri, makan masih disuapin. Jika makan sendiri, biasanya makanan berubah menjadi gado-gado tidak hieginis dengan segala macam bahan ada di dalamya. Mengalahkan percobaan profesor popeye. Wajahnya penuh debu. Suka pipis sembarangan (sampe sekarang sih). Dan kebiasaan buruk lainnya yang tidak cukup untuk satu paragraf ini membahasnya. ....

    Sejak kecil Rama sudah ikut dan tinggal bersama Oma Opanya (kakek nenek). Dirawat, dibesarkan oleh mereka dan hampir tidak pernah bersama mama papanya yang seharusnya. Sampai sempat dirinya bingung membedakan mana yang sebenarnya menjadi mama papanya. 
    Mungkin seperti judul sinetron “Ibu yang Tertukar” oleh Oma dan “Bapak yang tertukar” oleh Opa.

Kalo Melly Goeslaw hits dengan lagunya “Bunda”, mungkin Rama bisa dengan lagunya “OMA” atau Ebiet G Ade dengan lagunya “Ayah”, mungkin Rama dengan lagunya “OPA”. ....

    Kehidupan masa kecil Rama bersama oma dan opa bisa cukup luar biasa menarik. Karena dirinya yang masih polos tidak tahu apa-apa, sering sekali dipakaikan pakaian cewek milik kakak perempuannya. Dirinya pun merasa kalo itu keren dan cocok padanya.  
    Sebagai aktor yang mendalamin perannya, Ia harus bilang itu keren. Bahkan dirinya pernah di pakai-kan anting-anting kala itu. 
    SUMPAH! INI SERIUS!
    ….

    Kadang dirinya tidak mengerti apa yang sebenernya ada di pikiran Oma dan Opanya waktu itu. Kenapa Ia diperlakukan seperti anak cewek.

Mungkin, Oma sebenarnya mengharapkan dapat cucu anak cewek, tapi malah dapat Rama (cowok). Atau mungkin juga oma melihatnya lebih cocok jadi cewek dari pada jadi cowok saat itu. Atau oma opanya tidak melihat kalo Rama punya secuil TITIT waktu itu. Ia pun bingung. Pake sarung. Jelangkung. ....

    Di antara banyaknya cucu oma-opanya yang ada, kenapa dirinya yang harus dapet perlakuan tidak senonoh dan tidak berperi-kelaki-lakian itu. 
    Sebagai seorang laki-laki yang masih kecil saat itu Rama merasa gagal. Seharusnya dirinya sudah fasih bicara dan bilang,

“Oma, aku adalah LAKI-LAKI. Jangan jadikan aku BANCI” ucap Rama dengan tegas dalam hati. .... Atau mungkin juga gara-gara masa kecilnya yang sangat-sangat-sangat nakal waktu itu. Berikut ini adalah list hitam tindak kejahatan Rama di waktu kecil yang teringat :

1. Kabur dari rumah setiap siang.
    Setiap pulang sekolah Oma selalu menyuruh dirinya untuk tidur siang. Dan itu rutin setiap hari. Sekali lagi. SETIAP HARI. 
    Laiknya absen siswa sekolah, Omanya tak pernah alpa untuk melakukan tindak pemaksaan itu.

Sebagai anak yang mengidap insomsiang (lawan dari susah tidur di malam hari) waktu itu, dirinya sangat sering kabur dari rumah di siang hari sepulang sekolah. Rama kabur dari rumah untuk bermain dan menemukan dimana kelompok gerombolan teman-temannya bermain menghabiskan siang hari mereka waktu itu. Makanya masa kecilnya identik dengan item dekil ingusan amat tak terawat.

    Rama bak agen FBI ketika kabur dari rumah di siang hari. Ia bisa berpura-pura mati (tidur) untuk mengelabuhi musuh. Dalam hal ini Omanya adalah musuh waktu itu. Setelah berhasil mengelabuhi Omanya, Ia pun bergegas mengendap-endap keluar rumah melarikan diri dan akhirnya bisa bertemu kelompok agen FBI lainnya di luar rumah. Teman-temannya.

    Sayangnya, kebiasaan kabur dari rumah itu tidak menjamin dirinya akan baik-baik saja ketika pulang ke rumah. Setelah puas bermain dengan teman-teman kampret kala itu, Ia harus menaggung perasaan ketakutan untuk pulang ke rumah.  
    Oma akan selalu menunggu kepulangannya dari tindakan kurang ajar mengelabuhinya di siang hari. Meskipun dirinya selalu pulang dengan sebuah senyuman ceria atau memberikan kabar baik yang jelas mengada-ada. Tetapi alibi itu selalu gagal. 
    Dirinya selalu saja dapat jeweran telinga kanan atau kiri kadang dicubit di perut (uhh). Kemudian jika kesalahannya lebih besar, maka Ia dibawa masuk ke kamar bersama 3 batang lidi yang Omanya pegang. Jika tak ada lidi, maka objek sapu atau apapun yang bulet tebel bisa ia bawa. Kemudian dirinya diwawancarai tentang kenakalan yang telah dilakukannya saat itu, dan berakhir dengan dikurung di dalam kamarnya. Jangan dibayangkan. Terlalu sulit.  
    SUMPAH! INI SERIUS!
    “kabur ceria, pulang tak bahagia...”
    ….

    2. Mencuri buah.
    Mungkin ini benar-benar tindak kriminal yang seharusnya dirinya bersama teman-temannya terjerat hukum pidana beberapa tahun di penjara. Beruntungnya tindak kriminal ini tidak berhasil terkuak oleh masyarakat dan kepolisian setempat. Kecuali sama ALLAH SWT. 
    “Ampuni kenakalan Rama Yaa ALLAH”
    ....
    Kelihaian Rama dan teman-teman dalam bertindak mencuri buah-buahan milik orang bisa terbilang sangat berprestasi. Kurang lebih ada belasan rumah yang berhasil mereka babat buah jambu dan mangga milik mereka. Tiga tempat di antaranya adalah langganan favoritnya bersama teman-teman. 
    Dalam melakukan tindak kriminal ini, Rama dan teman-temannya yang sama-sama kabur dari rumah lainnya selalu kerja sama menggunakan strategi 2 – 1 – 2. 
    2 = Dua orang pemanjat pohon yang memetik buah. 
    Biasanya Ia mendapatkan posisi ini. Karena dirinya dianggap paling lincah dalam berayun-ayun di atas pohon mengalahkan kelincahan monyet dan kera sakti. Meskipun pernah kena karma jatuh dari pohon mangga milik sendiri.
    1 = Satu orang yang bertugas mengawasi situasi dan keadaan setempat. 
    Biasanya temannya berama Eko yang dapat posisi ini. Karena dia gendut dan yang paling lambat berpikir di antara mereka semua. Maka tugas paling gampang dia adalah jadi pengawas. 
    2 = Dua orang yang siap menerima dan menampung hasil panen buah dari atas pohon. 
    Strategi yang mantap !
    ….
    Setiap melakukan aksi ini, mereka selalu bekerja sama dengan baik. Mengalahkan kerja sama yang mantap dari agen FBI/CIA. 
    Tak lupa sebelum melakukan aksi ini. Rama memimpin teman-temannyae untuk berdoa. Agar tindakan ini berhasil.

    “strategi + kerjasama + doa = kejahatan tak terkuak sampai saat ini.”
    ….

    3. Ingin jadi Playboy
    Entah kenapa Rama di waktu kecil sudah kepikiran untuk jadi Playboy. Padahal Ia ganteng enggak, item iya. Mancung enggak. Pesek banget. 
    Tapi Ia ingat dari mana keinginannya menjadi Playboy muncul adalah dari sosok Shahrukh Khan. 
    Mungkin gara-gara Opanya yang hobi menonton film Bollywood setiap pagi, dirinya menjadi kenal dengan Sharukh Khan dan tahu apa itu Playboy yang sebenarnya.
    Playboy menurut Rama waktu itu adalah seperti Rahul (Sharukh Khan). 
    Seorang laki-laki ganteng yang suka joget-joget. Seorang laki-laki ganteng yang suka nyisir rambutnya pakai jari tangan kebelakang. Seorang laki-laki yang dipuja-puja para wanita. Dan, seorang laki-laki yang hanya dengan jurus joget-joget dia bisa menaklukan hati wanita. Yang pada akhirnya menikah dan bahagia. 
    Hampir semua hal-hal yang dilakukan Rahul waktu itu semuanya Rama ikuti. 
    Rama joget-joget India setiap sore dan bernyanyi-nyanyi di kompleks rumah pas lagi banyak anak-anak cewek main-main agar bisa dirinya pacarin. 
    Hasilnya. 
    Ia dengan mantap dicap sebagai Rahul KW di kompleks RT rumahnya. 
    ....
    Kemudian Rama juga sering pakai jurus menyisir rambut ke belakang menggunakan jari tangannya persis seperti yang dilakukan Rahul di film-filmnya. 
    Hasilnya. 
    Ia dengan mantap dianggap ketombean sama tetangga-tentangga kompleks rumah.

    “Rama + Rahul = Jadi Gila ” 
    Semua gara-gara Opa.
    ….

    Tiga dari banyaknya tindakan aneh di atas pada akhirnya selalu berurusan dengan Oma dan Opanya. 
    Semua hal yang Rama lakukan di umur 1 sampai dengan 12 tahunnya, hampir semuanya melibatkan Opa dan Omanya. Kecuali PUP. Karena Ia sudah bisa PUP dan Cebok sendiri sejak masuk kelas 2 SD.  
    Omanya mengajarkan banyak hal kebaikan kepadanya. Mulai dari tidur siang agar malam tidak mengantuk untuk belajar, sampai mengajarkan Ia dilarang pacaran sebelum lulus kuliah. Padahal Ia sudah mulai coba pacaran sejak kelas empat (IV) SD. Beruntungnya kasus ini tidak diketahui oleh Omanya. 
    Jika ketahuan tahu itu, mungkin sekarang dirinya menjadi gelandangan yang terusir dari rumah sejak kelas empat (IV) SD gara-gara cinta monyet kepada Selvi.
    ….

    Kemudian Opanya juga mengajarkan banyak hal. Mulai dari menanamkan virus joget-joget India ke otak dan pikirannya. Mengajarinya hingga mengendarai motor dengan lincah dari motor GX Tornado kesayangan Opa.
    Rama menyadari bahwa Oma dan Opanya adalah manusia yang mempunyai andil besar dalam proses dirinya menjadi manusia dewasa yang seperti saat ini. 
    ....

    Ada begitu banyak hal yang masih terlewati hingga 21 tahun umurnya saat ini. Mungkin kalian juga sama. 
    Ada begitu banyak hal yang belum tertuliskan di masa-masa dirinya menjadi manusia yang masih 10% bersama Oma dan Opanya.
    Hal yang paling Rama ingat adalah setiap dirinya melakukan kesalahan Omanya selalu bilang,
    “kowe ki durung dadi wong, ojo macem-macem...” 
    Yang artinya,
    “Kamu masih belum jadi MANUSIA, jangan macem-macem...”
    Itu menjadi kata-kata inspirasi baginya tentang 10% Manusia ini. 
    DIRINYA BELUM MENJADI MANUSIA (sepenuhnya).
    ....

    Tapi sekarang yang terpenting adalah dirinya tidak mengalami sindrom ingatan masa lalu untuk menjadi COWOK yang ke CEWEK-CEWEK-an. INI PENTING !

Kemudian terkini kata keluarga-keluarga Rama yang selalu Ia temui, dirinya semakin dewasa dan semakin TJAKEP. Hiyaa hiyaa ! Rama berterima kasih untuk Oma, Opa, Mama, Papa, Om, Tante, Kakak, Adik, sepupu-sepupu, dan semua keluarga yang berkata bahwa “Ia semakin gede semakin tjakep” kepadanya. Tapi sayang, …. …. …. Masih JOMLO. TERIMA KASIH!