Merry memperlihatkan foto dan video bercinta Rehan dengan Santika di dalam mobil di parkiran kantornya. Untuk apa masih mau melakukan permainan di atas ranjang antar suami istri kalau tadi siang habis bermain dengan penuh gairah bersama seorang model cantik.
“Kamu tahu kan siapa pemeran video ini?”tanya Merry.
“Bagaimana bisa ada yang diam-diam memotretku seperti ini, padahal perusahaan adalah wilayahku!” seru Rehan.
Rehan marah dan mengambil ponsel Merry untuk menghapus video itu. Merry secepat kilat mengambil lagi ponsel miliknya dan menyembunyikan dari Rehan. Ia menegaskan tidak mau disentuh oleh Rehan yang sudah teracuni oleh wanita lain.
“Dibadanmu sudah menempel bau wanita lain. Aku tidak mau lagi disentuh olehmu. Lebih baik kamu berendam air kembang untuk melunturkan keringat wanita iblis yang sudah kamu ajak bercinta tadi siang,” ucap Merry ketus.
“Aku ini suamimu untuk apa menolak ajakan bercintaku. Aku malah ingin tahu darimana kamu mendapatkan video itu. Apakah kamu bermain gila dengan karyawan di perusahaanku hah?” tanya Rehan kesal dan cemburu pada Merry.
Merry tertawa mendengar kecemburuan Rehan yang tidak mendasar untuk apa Merry menjalin hubungan dengan orang yang jelas kedudukannya lebih rendah dari Rehan. Bukankah itu hanya akan membuatnya lebih mudah ditindas oleh Rehan.
“Kamu itu berikiran terlalu sempit. Aku jika menjalin hubungan spesial tentu saja akan memilih pria yang jauh lebih tinggi kedudukan dan kekuasaan seperti anak dari keluarga Alexander agar tidak mudah kamu tindas,” balas Merry.
“Jangan coba bandingkan aku dengan bocah yang hanya tahu memainkan wanita seperti keturunan keluarga Alexander itu, aku lebih jauh bisa diandalakan dari dia,” ucap Rehan tidak suka dibandingkan oleh Merry.
Merry semakin menekan Rehan membuatnya semakin tidak suka dan juga merasa tidak dihargai oleh Merry. Sesekali pria sombong seperti dia ini harus dikerjai agar tidak selalu mendominasi dan menganggap dirinya paling hebat.
“Perbedaanmu dengan dia itu sungguh jauh, bagaimana bisa pria yang dingin dan cuek seperti anak dari keluarga Alexander kamu bilang suka bermain perempuan. Kamu seperti membicarakan dirimu sendiri Rehan,” ucap Merry.
“Kamu dari tadi membela bocah dari keluarga Alexander terus apa kamu mau menikah dengannya jika kontrak kita sudah habis? Atau jangan-jangan kamu memiliki hubungan dengannya dibelakangku?” tanya Rehan kesal.
Jawaban yang didengar Rehan cukup mengejutkan baginya. Sepertinya apa yang diucapkan Merry membuat Rehan percaya dan marah tidak jelas karena merasa tidak terima dibandingkan serta Merry lebih menyukai anak dari keluarga Alexander dari pada dia.
“Rehan aku sangat menyukainya. Dia adalah idolaku sejak dulu jika waktu itu aku di suruh memilih saat akan dijodohkan antara kau dan dia. Aku akan memilih dia bukan kamu yang hobi main dengan sembarang wanita aku tidak mau ketularan penyakitmu!” seru Merry
“Sayangnya aku tidak bisa memilih dan harus menikah denganmu,” imbuh Merry sambil tersenyum indah.
Rehan kesal setengah mati melihaT merry begitu mempesona dan juga bersemangat saat membicarakan pria lain membuat dia tidak bisa membendung hasrat untuk melakuakn hubungan itu bersama Merry. Merry tak bisa menghindar saat Rehan menerkam tubuhnya di atas kasur menghimpitnya dengan kuat lalu melakukan adegan panjang yang sangat menggairahkan semalaman.
Tidak ada ampun bagi Merry walaupun sudah berteriak juga meminta maaf untuk menghentikan apa yang Rehan lakukan. Berbagai gaya di atas ranjang Rehan praktekan untuk Merry. Ia hanya ingin mengatakan kalau tubuhnya lebih kuat dari pria-pria yang ia sukai.
“Merry kamu tidak akan mendapatkan kepuasan di atas ranjang seperti saat aku membuatmu puas di atas ranjang seperti ini!” seru Rehan.
“Aku tidak memilih pria beradasarkan kekuatan fisiknya asal kamu tahu,” ucap Merry.
Merry memegangi punggungnya karena sakit atas tindangan berlebihan yang dilakukan oleh Rehan. Pria ini sunggung membuat Merry kualahan setiap melakukan adegan malam panjang bersama.
“Tidurlah aku tidak akan melepaskanmu barang sedetikpun. Apalagi untuk memikirkan pria lain selain aku,” ucap Rehan.
“Kalau begitu kamu harus tinggalkan model itu kalau ingin memilikiku!” pinta Merry dengan tegas.
“Lalu kalau aku tidak mau kamu mau apa? Semua itu tergantung kinerjamu melayaniku sebagai istri!” seru Rehan.
Kinerja istri seperti apa yang Rehan inginkan sebenarnya. Merry menyipitkan matanya memandang pria brengsek di samping tempatnya tidur. Tidak mau melepaskan wanita simpanannya dan masih ingin bertahan dengan Merry membangun biduk rumah tangga. Rehan sungguh pria serakah.
“Kamu harus pilih salah satu diantara kami. Kalau tidak ya sudah aku yang akan mengalah meninggalkanmu!” seru Merry yang sudah kesal dengan Rehan.
“Mimpi saja kalau mau meninggalkanku, aku akan segera tahu siapa yang mengirimkanmu video itu. Aku akan membuatnya mati segan hidup pun tak mau,” ucap Rehan lalu memejamkan mata sambil memeluk Merry.
Mereka tidur pulas sampai pagi. Rehan menggrayai tempat tidurnya ketika pagi hari dan mencari keberadaan Merry. Ketika dirasa tidak ada orang di sampingnya ia membuka mata dan melihat tidak ada Merry di tempat tidurnya ia merasa marah dan kesal. Kemana wanita itu pergi pagi-pagi begini. Sungguh membuatnya kesal saja.
“Dimana nyonya kalian?” tanya Rehan ketika sudah turun ke ruang makan.
“Kami tidak melihat nyonya sedari pagi tuan,” ucap salah satu pelayan.
“Tidak ada yang melihat nyonya. Apa yang kalian lakukan sehingga tidak tahu kemana nyonya kalian pergi?” tanya Rehan kesal.
Rehan menelpon Merry tapi tidak ada jawaban. Lalu ia menelpon Leni tapi Leni tidak tahu ada dimana Merry di perusahaan juga tidak ada. Rehan mulai panic dan berpikir macam-macam apakah Merry berkencan pagi-pagi buta dengan pria lain sehingga meninggalkan Rehan yang masih tidur di kamarnya.
“Kemana wanita itu pergi, berani sekali dia meninggalkan aku yang sedang tidur. Aku akan mengikatnya agar tidak kabur lagi saat ketemu nanti,” ucap Rehan sambil terus mencoba menelpon Merry.
“Tuan kenapa pagi seperti ini kamu sudah terlihat marah?” tanya Santika yang memeluk Rehan dari belakang.
Santika datang diwaktu yang tidak tepat Rehan sedang marah karena kehilangan Merry. Kenapa dia malah mengacau padahal tahu Rehan sedang tidak ingin diganggu. Wanita yang tidak tahu suasana hati orang seperti apa. Bisanya mengacau dan membuat orang kesal saja.
“Siapa yang mengijinkanmu masuk rumah ini lagi? Aku akan patahkan tangan dan kakimu jika masih ngeyel masuk rumah tanpa ijinku!” tegas Rehan.
“Tuan apa suasana hatimu sedang tidak enak. Aku akan menemanimu yang sedang galau ini,” jawab Santika dengan tatapan menggoda.