Drama

bab 17 dimana merry

Penulis regular13
29 September 2025

Rehan kesal dengan apa yang dilakukan Santika dia sangat membuat Rehan kesal. Saat ini bukan saatnya untuk memadu kasih kemarin dia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan untuk apa sekarang datang lagi. Apakah wanita ini hanya ingin menikmati tubuh Rehan saja.

“Pengawal usir wanita gila ini. Aku sedang tidak butuh ditemani siapapun kecuali nyonya,” gertak Rehan yang sedang marah.

“Baik tuan akan kami usir nona Santika keluar,” ucap pengawal.

“Tidak tuan jangan lakukan ini padaku. Aku tulus ingin menemanimu yang sedang galau. Nyonya tidak mencintamu aku tahu dimana dia sekarang!” seru Santika.

Rehan meminta pengawal untuk melepaskan Santika. Jika benar apa yang dikatakan oleh Santika pria tampan itu berharap Santika cepat mengatakan apa yang dia tahu tentang Merry yang saat ini ia cari.

“Cepat katakan dimana sekarang Merry berada!” seru Rehan.

“Tuan aku ingin menemanimu lebih lama lagi baru akan aku beritahu dimana nyonya,” ucap Santika sambil memeluk Rehan dan juga menggodanya berharap bisa melakukan adegan ranjang hari ini dengan Rehan. Memang itu tujuannya berbohong pada Rehan model cantik itu ingin hamil anak Rehan dan menjadi nyonya menggantikan Merry yang tak berguna baginya.

Rehan mendorong keras tubuh Santika beraninya menipunya dengan trik kotor seperti itu. Rehan sudah kesal dan meminta pengawal menyeretnya keluar dan boleh menikmatinya sesuka hati asalkan mereka senang. Karena Rehan sudah muak dengan tingkah Santika yang mulai serakah tidak tahu batasannya sendiri.

“Tuan aku betulan tahu dimana nyonya, dia sedang menghianatimu dia sekarang bersama lelaki lain sedang berkencan,” teriak Santika.

“Aku tidak peduli dengan bualanmu. Kalau tidak mau memberitahu dimana Merry maka lebih baik kamu diam saja!” seru Rehan.

Santika sudah diusir Rehan kembali mencari Merry melalui anak buahnya. Rehan mengerahkan semua anak buahnya demi menemukan Merry. Hatinya semakin tak karuan karena sejak bangun tidur tidak menemukan keberadaan Merry.

“Sebenarnya dimana wanita itu berada. Sepertinya otakku sudah bermasalah karena selalu dipenuhi dengan bayangan Merry,” gumam Rehan.

Rehan masih memikirkan dimana Merry otaknya dipenuhi Merry sedang bercinta dengan bocah dari keluarga Manggala yang ia benci. Cinta di masa lalu yang belum kelar tuan muda dari keluarga Manggala itu terus menerus mengganggu Merry padahal dia tahu sudah beristri.

“Nyonya muda kemana anda seharian ini. Tuan muda marah sepanjang waktu karena tidak melihat anda ketika bangun tidur,” ucap kepala pelayan yang sedang was-was sejak pagi karena Rehan terus marah dan memaki siapa saja yang membuatnya kesal.

“Aku sengaja menghilang karena hari ini ulang tahun Rehan. Aku juga harus memberikan kesan yang indah untuknya kan,” ucap Merry.

Kepala pelayan itu terharus ternyata nyonya mudanya sedang mempersiapkan ulang tahun Rehan hari ini. Kepala pelayan merasa bahagia mendengar apa yang disampaikan Merry.

“Nyonya muda saya sudah berpikir negative tadi. Maafkan saya ya,” ucap kepala pelayan.

“Kalau begitu sekarang dengarkan aku,” bisik Merry.

Merry membisikkan ke telinga kepala pelayan apa yang harus dilakukan ia hari ini akan pergi ke sebuah restoran mewah milik keluarga Wijaya yang perusahaannya kini dipegang oleh Merry. Ia akan disana mempersiapkan kejutan untuk Rehan karena sedang berulang tahun.

“Baik aku mengerti nyonya. Aku akan berkoordinasi dengan pelayan yang lainnya,” ucap kepala pelayan.

“Aku mohon bantuanmu ya,” ucap Merry.

Bagaimanapun setelah perjanjian itu tepat satu tahun Merry akan segera meninggalkan Rehan. Dia akan pergi sejauh mungkin agar Rehan dan model itu hidup bahagia bersama tanpa Merry. Yah sebelum perpisahan itu terjadi Merry ingin ada kenangan indah bersama dengan Rehan.

“Apakah nyonya kalian belum pulang juga?” tanya Rehan sambil melempar gelas.

“Tuan muda nyonya muda tadi sudah pulang tapi setelah menerima telepon dari tuan muda Marcel nyonya pergi lagi,” ucap kepala pelayan.

“Apa katamu dia pergi setelah menerima panggilan telepon dari bocah keluarga Manggala. Benar-benar ingin aku bunuh dia. Lalu pergi kemana dia?” tanya Rehan kesal.

“Nyonya pergi ke restoran keluarga Wijaya di alantai empat ruang vip nomor 6,” jawab kepala pelayan.

Rehan langsung pergi menuju mobilnya hatinya kepanasan mendengar Merry pergi dari rumah demi manusia yang ia benci. Kalau mereka kepergok sedang bercinta Rehan berencana untuk membunuh Marcel di tempat. Sungguh membuatnya kesal saja kenapa ada manusia tidak tahu malu dan muka tebal seperti Marcel itu.

“Rehan dan Santika sedang apa meraka di sana, jangan-jangan mereka merencanakan sesuatu untuk mencelakai Merry,” gumam Rehan yang berpikir berarti Merry dalam bahaya.

Rehan segera menuju tempat yang tadi disebutkan oleh kepala pelayan. Rehan tak rela jika Merry akan terluka atau mereka sengaja menjauhkan Merry dan Rehan secara sengaja. Lebih buruknya adalah Mereka mencampur obat perangsang di makanan Merry lalu saat sudah merasuk ke tubuh Merry bocah dari keluarga Manggala itu akan mencuri kesempatan bercinta dengan Merry wanita yang berhasil mencuri hatinya.

Kriettt!!! Rehan membuka pintu ruang vip lantai empat nomor enam dia masih mengingat betul lokasi yang dikatakan oleh kepala pelayannya.

“Merry dimana kamu?” teriak Rehan yang menerobos langsung masuk ruangan vip restoran yang dimaksud kepala pelayanannya.

Nyanyian selamat ulang tahun memenuhi ruangan itu. Rehan tampak terkejut dan ingat kalau ini adalah ulang tahunnya.

“Selamat ulang tahun Rehan, suamiku tercinta,”ucap Merry sambil membawa kue ulang tahun yang dibuatnya sendiri.

“Selamat ulang tahun anakku,” ucap nyonya Handoko.

“Selamat ulang tahun menantuku, semoga kalian semua segera diberikan momongan,” ucap nyonya Wijaya.

Rehan terharu dan meniup lilin yang berada di kue ulang tahun untuknya. Ia memeluk Merry dan berharap Merry berada di sampingnya selalu. Rehan mengecup kening Merry dan mengucapkan terima kasih. Acara makan malam keluarga ulang tahun Rehan berlangsung meriah dan penuh keharmonisan.

“Merry jadi sepanjang hari ini kamu mempersiapkan ini untukku?” tanya Rehan.

“Iya untuk suamiku tercinta aku harus mempersiapkan dengan baik bukan, kalau aku bicara di awal itu namanya bukan kejutan,” ucap Merry.

Rehan mengecup bibir Merry lalu melucuti pakaiannya di dalam mobil dengan semangat dan penuh gairah. Rehan tak peduli Merry meronta tidak ingin bercinta dengannya.

“Tunggu ini di dalam mobil Rehan kamu jangan gila,” ucap Merry.

“Aku ingin mendapakan hadiah terindah di kado ulang tahunku kali ini,” ucap Rehan dengan penuh hasrat yang memenuhi tubuhnya,” ucap Rehan.

Mereka bercinta dengan panas di dalam mobil melakukan adegan demi adegan yang membuat tubuh mengeluarkan keringat bercucuran dan suara rintihan kenikmatan yang membuat mereka mengeluarkan cairan kenikmatan dari dalam tubuh mereka.

“Hentikan Rehan kamu terlalu kuat,” ucap Merry sambil menjambak rambut Rehan karena merasa sanagt nikmat.

“Tunggu sebentar lagi aku akan meledak,” ucap Rehan.

Rehan dan Merry mencapai puncak kenikmatan dari dalam tubuh mereka dan Rehan mencecap bibir Merry dengan penuh gairah sebelum memakai pakaiannya kembali.

“Kamu gila Rehan melakukan hal seperti ini di mana saja kamu mau,” ucap Merry.

“Biarkan saja semua orang tahu kamu milikku seutuhnya. Kamu tahu ada orang yang memperhatikan kita diam-diam aku tahu dia sedang kebakaran hatinya sekarang,” ucap Rehan.

“Apa katamu ada orang yang memperhatikan kita. Jadi kamu sengaja melakukan ini karena ada yang melihat kita. Siapa orang itu. Aku jadi malu?” Merry sangat malu karena hal pribadinya di lihat orang sembarangan.