Drama

bab 18 ada yang mengintip

Penulis regular13
29 September 2025

Merry masih menggerutu kesal karena Rehan mengatakan ada yang mengintip mereka saat bercinta di dalam mobil. Rehan tersenyum puas seseorang yang ada jarak kejauhan pasti akan membara hatinya karena cemburu. Mereka berdua pasti sedang melakukan sesuatu yang ingin merusak hubungan Merry dan Rehan.

"Lihatlah di kaca spion mobil. Kamu akan tahu siapa mereka," ucap Rehan.

"Siapa mereka sebenarnya kenapa bisa mengintip hal pribadi orang lain," gumam Merry.

Rehan yakin ornag yang memata-matai mereka adalah orang yang sama orang yang memvideo adegan hot Rehan dengan Santika waktu itu di parkiran mobil dan dikirim ke Merry. Mereka sungguh tidak ada kerjaan untuk apa mereka melakukan ini apa demi kepuasan semata.

"Dia adalah Marcel dan Santikan ada apa mereka berdua sampai bersama. Kenapa mereka jadi penguntit?" tanya Merry saat melihat spion mobil.

"Apa kamu tidak rela kakak tingkat mu waktu sekolah itu menjalin hubungan dengan Santika. Bukankah itu sungguh bagus kalau mereka bersama jadi aku tak perlu repot lagi menyingkirkan model gila itu," jawab Rehan.

Merry menggelengkan kepalanya ia tahu apa yang ada di hati Rehan saat ini. Lelaki yang biasa bersama Merry ini suka melakukan hal yang diluar nalar manusia. Mampu meruntuhkan perusahaan orang dalam sekejap lalu meniduri banyak wanita yang ia inginkan. Merry harus berhati-hati dengan pria model suami kontraknya ini.

"Rehan jalan ayo kita pulang. Aku ingin tahu apa lagi yang siasat apalagi yang akan dilakukan oleh wanita simpananmu itu?" ajak Merry karena sudah tak mau pusing memikirkan apa yang mereka lakukan.

"Ayo kita pulang dan segera lakukan ronde bersama," jawab Rehan dengan senyuman mesumnya.

Mobil yang ditumpangi Rehan dan Merry sudah pergi menjauh dari hadapan Santikan dan Marce;. Gadis itu mengepalkan tangan dan ingin mencelakai Merry karena berhasil merebut perhatian Rehan darinya.

"Aku akan membunuh wanita itu, Karena ada dia semua yang aku inginkan kini kandas," ucap Santika.

"Jangan berani menyakiti Merry aku tidak akan tinggal diam jika kamu berani melakukan itu," gertak Marcel.

"Kalau begitu tuan muda Marcel kenapa kamu tak melakukan sesuatu jika kamu mencintai Merry?" tanya Santika.

"Aku punya rencana tapi kamu harus membantuku," pinta Santika.

"Apa rencanamu?" tanya MarceL.

Santikan membisikkan sesutu ke telinga Marcel tentang rencana yang sudah ia pikirkan sejak dulu. Santika tak tahan melihat kemesraan Merry dan Rehan setiap hari. DIa ingin menjadi nyonya satu satunay milik Rehan dia ingin menghancurkan rumah tangga Rehan. Dia ingin merusak asmara yang baru tumbuh di hati Rehan.

"Apa kamu setuju dengan rencanaku tuan Marcel?" tanya Santika dengan senyuman liciknya.

Marcel mengangguk setuju dengan rencana Santika. ia ingin cepat merebut Merry dari tangan Rehan. Secepatnya membawa Merry menjauh dari Rehan dan hidup bahagia bersamanya.

"Aku setuju dengan mu Santika cepat kamu lakukan saja apa yang kamu mau. Aku akan mendukungmu dan aku akan segera hidup bahagia bersama Merry," balas Marcel.

"Bagus kalau seperti itu aku akan segera menelpon wartawan dan mempublikasikan hubungan kami," ucap Santika dengan senyuman liciknya.

Santika bertemu dengan beberapa teman wartawannya dan mendiskusikan masalah ia menjadi simpanan Rehan juga dimanjakan olehnya. Santikan sudah tidak sabar menjadi nyonya keluarga Handoko di sisi Rehan menggantikan Merry wijaya.

"Seperti itu rencanaku kalian harus membantuku. Kalau berhasil aku kan memberikan banyak uang untuk kalian," ucap Santika kepada para wartawan sahabatnya.

"Kami akan membantumu tapi ingat jangan pernah lupakan janjimu pada kami. Berilah kami uang yang cukup kalau kamu ingkar janji kami akan membuka apa yang kamu lakukan untuk menghancurkan rumah tangga tuan Rehan," ucap rani seorang jurnalis.

Santika mengatakan tidak akan ingkar janji asal keinginannya tercapai uang yang dikeluarkan tidak akan ada masalah. Berapapun nominalnya asal menjadi istri sah rehan handoko semuanya bisa diiantur dia bisa menghamburkan uang banyak ketika menjadi istri rehan seorang pengusaha kaya di kota ini.

"Kalian tidak usah khawatir selama pekerjaan ini berjalan lancar aku akan membayar kalian banyak sekali," ucap Santikan.

"Kalau begitu kamu siapkan beritanya dulu," balas Rani.

Di tempat lain di waktu yang sama yakni di rumah sakit swasta dimana Merry sedang periksa karena tak enak badan. Merry sedang menunggu antrean dimana ia akan berobat. Merry merasakan sakit diseluruh tubuhnya yang tak kunjung sembuh selalu mual dan pusing ketika pagi hari dan haidnya juga tidak teratur.

"Dokter sebenarnya saya sakit apa sudah hampir dua minggu ini saya sakit seperti meriang tapi tidak kunjung sembuh sudah meminum obat yang biasa saya minum juga tak ada efek," ucap Merry pada Dokter.

"Nyonya kamu sedang hamil empat bulan. Ini adalah hal yang wajar yang dialami wanita hamil. Nyonya aku akan memberimu resep obat. Nanti anda jangan banyak bergerak dan kelelahan ya, istirahatlah yang cukup." ucap Dokter sembari memberikan resep obat untuk ditebus di apotik.

Merry mengucapkan terima kasih kepada Dokter dan segera meninggalkan ruangan lalu pergi menebus obat dan pulang kerumah untuk istirhat. Ia menutup rapat mulutnya dan tidak memberitahukan kepada Rehan kalau sedang hamil. Dia tidak akan melepasakan Merry jika ketahuan mengandung anaknya.

"Merry kenapa kamu tidak memberitahuku kalau sedang sakit. Apakah perlu seorang pelayan yang memberitahuku. Apa kamu tidak menganggapku sebagai suami?" tanya Rehan saat sudah pulang ke rumah. Ia segera pulang karena mendengar Merry sakit.

Merry tersenyum dan menyembunyikan hasil tes kehamilannya. Ia memeluk Rehan dan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja. Ia tak ingin Rehan tahu kehamilannya karena jika ia tahu mungkin Merry tak akan mudah lepas darinya.

"Aku baik-baik saja hanya kecapekan butuh istirhat beberapa hari mungkin akan sembuh," ucap Merry pada Rehan.

"Kalau begitu baiklah aku mengerti Merry aku tak ingin kamu kenapa-napa, segeralah sembuh kita akan bulan madu jika kamu sudah sembuh dari sakit," balas Merry.

Merry hanya mengangguk kenapa hatinya begitu nyaman saat bersama Rehan dan tidak ingin jauh darinya. Apakah karena sedang mengandung anaknya atau memang ia sudah jatuh hati pada Rehan. Tidak Merry tidak mungkin jatuh hati pada Rehan yang angkuh dan sombong itu.

"Rehan apakah kamu akan mengabulkan permintaanku?" tanya Merry tiba-tiba.

"Katakanlah aku akan mengabulkannya jika itu tidak sulit," jawab Rehan.

Merry meminta saat dia sakit Rehan ada disisinya, mungkin beberapa hari ini Merry hanya ingin berada disamping Rehan apapun yang terjadi. Rehan menyetujui permintaan Merry dan hati wanita hamil itu menjadi berbunga-bunga karenanya,

"Merry aku akan berada di sisimu sampai kamu sembuh," ucap Rehan.

"Sungguh? Terima kasih Rehan aku sangat bahagia karena kamu menyetujuinya," balas Merry sambil memeluk Rehan.