Drama

bab 19 menyembunyikan kehamilan

Penulis regular13
29 September 2025

Rehan senang akhirnya Merry membuka hati untuk kedepannya Rehan ingin membahagiakan Merry dan ingin menjadikan ratu satu-satunya di hatinya.

Tak akan ada yang bisa memisahkan Rehan dan Merry sampai kapanpun juga. Pada akhirnya hati Rehan luluh juga pada istri kontraknya.


"Nona Santika aku lihat tuan muda Rehan sedang bersama nyonya Merry tadi berbelanja. Apakah kamu sudah tidak disayang lagi olehnya?" tanya asisten Santika.

"Mana mungkin seperti itu aku tetap nomor satu di hati Rehan. Soal Merry mungkin dia hanya ingin menyenangkan hati orang tuanya saja. Hanya butuh beberapa saat lagi Rehan hanya akan menjadi milikku seorang," jawab Santika dengan wajah penuh percaya diri.

Santika tertawa terbahak-bahak dia sudah mengutus seseorang untuk membuat berita tentang hubungannya dan Rehan tersebar ke beberapa media cetak maupun online. Tak berapa lama lagi dia pasti akan menjadi nyonya satu-satunya di kelurga Handoko.

"Tuan Marcel apakah kamu sedang mencariku?" tanya Santika yang sedang berada di lokasi pemotretannya.

"Aku ke sini memang mencarimu apakah kamu sudah bertemu dengan orang yang bisa dipercaya untuk membuat rencana kita berhasil," jawab Marcel sambil duduk di samping Santika.

Santikan mengatakan kepada Marcel untuk tenang dan biarkan para wartawan itu yang bekerja. Soal Merry, Santika menyarankan jika berita tentang hubungannya dengan Rehan terungkap bisa membawanya ke luar negeri dengan segera.

"Tuan Marcel apakah tidak mempercayaiku yang bekerja di dunia industri ini? Serahkan semua padaku pasti akan beres," jawab Santika dengan santai.

"Baik tapi ingat kamu tidak boleh mecelakai Merry sediktipun," balas Marcel lalu pergi meninggalkan Santika.

Santika menarik tangan Marcel dan menggodanya. Ia membisikkan kalimat yang membuat hasrat Marcel mempuncak. Santika berhasil membawa Marcel ke tempat sepi dan mulai adegan ciuman panas. Marcel tiba-tiba tersadar dan mendorong tubuh Santika.

"Aku bukan Rehan yang gampang digoda oleh wanita. Jangan berpikir macam-mcaam bisa melakukan itu denganku!" seru Marcel lalu pergi.

"Dasar munafik. Aku tidak yakin kamu masih perjaka," gumam Santika sambil tertawa licik.

Santika dengan santai kembali ke liaksi pemotretan dan memulai pemotretan yang sampai sore hari. Di tempat yang lain dan waktu yang lama keluarga Handoko dikejutkan dengan berita yang beredar di internet hari ini.

"Panggil anak kurang ajar yang tak menurut pada orang tua itu. Kenapa bisa melakukan hal rendahan seperti ini!" seru tuan Handoko sambil membanting remote televisi.

Tuan Handoko memanggil Rehan ke rumah utama dan anak itu langsung menuju ke rumah utama bersama dengan Merry. Tuan Handoko mengamuk bagaikan seorang yang kerasukan karena melihat berita yang tak masuk akal.

Plak! Rehan mendapatkan tamparan keras di pipinya.

"Kamu anak tak berbakti bagaimana bisa kamu memelihara seorang model rendahan seperti itu?" tanya tuan Handoko.

"Maafkan aku ayah ini hanya kesalahpahaman, aku akan segera mengurus semuanya," ucap Rehan.

Belum selesai mereka membahas berita yang beredar dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan kedepannya sudah muncul berita kalau Santika sudah mengandung anak dari Rehan. Betapa marahnya tuan Handoko saat ini dan Merry sangat tepukul dengan kejadian ini.

"Merry tenangkan dirimu. Walaupun wanita jalang itu mengandung anak dari Rehan kamu tetap menantu sah ku," ucap tuan Handoko menghibur Merry.

"Merry aku yakin itu bukan anakku. Wanita liar itu bermain dengan banyak pria aku tak akan mengakuinya," imbuh Rehan sambil memeluk Merry.

Tak ada yang bisa dilakukan oleh Merry ia hanya menangis bagaimana ini mungkin bisa terjadi saat ia sudah merelakan semuanya dan sedang mengandung anak Rehan wanita jalang itu juga mengandung anak Rehan. Merry sangat sedih ia sudah membuka hati untuk Rehan demi anak yang dikandungnya tetapi kenapa ada wanita lain yang juga mengandung anak suaminya.

"Merry jangan menangis lagi ayo kita pulang dulu," ucap Rehan.

"Ini semua salahmu kenapa bisa bermain dengan model yang sudah pasti banyak ditiduri pria seperti Santika itu. Ayah kecewa padamu Rehan!" seru tuan Handoko.

Merry meminta ijin untuk segera pulang dan istirahat ia tak ingin terlalu larut dalam kesedihan karena memikirkan hal yang jelas tidak ada hubungannya dengan dirinya. Sudahlah semuanya sudah berakhir toh hubungan mereka dari awal hanyalah sebuah hubungan kontrak belaka tidak ada cinta diantara mereka berdua sebelumnya.

"Aku tahu kamu kecewa padaku Merry tapi aku yakin berita yang dibuat itu adalah hanya akal-akalan dari wanita jalang itu saja," ucap Rehan.

"Kamu sering berhubungan dengan wanita itu. Jika benar yang dikandung oleh wanita itu benar anakmu bagaimana?" tanya Merry.

Rehan menggelengkan kepalanya itu tidak akan mungkin terjadi karena Rehan selalu meminum pil kontrasepsi ketika berhubungan dengan wanita lain kecuali Merry sang istri kontrak yang sekarang mulai dicintainya.

"Merry apa kamu akan percaya padaku jika aku mengakui kalau aku memakai konstasepsi ketika berhubungan dengan wanita liar seperti itu. Mereka hanya menginginkan kepuasan saja," ucap Rehan.

"Kalau ternyata kontrasepsi yang kamu pakai bocor bagaimana?" tanya Merry.

Hati merry masih pedih walaupun Rehan tak mengakui Santika hamil anaknya tapi di berita mengatkan kalau Santika benar-benar memiliki hubungan yang spesial dengannya. Bahkan di depan mata kepala Merry sendiri mereka melakukan hubungan badan sering sekali.

"Merry aku janji akan segera membereskan masalah ini. Aku akan membuat perhitungan dengan wanita jalang itu, aku mohon berilah kesempatan padaku," pinta Rehan.

"Tidak perlu Rehan memangnya ada cinta di antara kita berdua. Di antara kita hanya ada ikatan pernikahan kontrak. Dan perjanjian itu hanya berlaku satu tahun saja," ucap Merry.

Mereka sudah sampai kediaman di pintu gerbang sudah banyak wartawan dan awak media yang menunggu kedatangan Rehan dan Merry. Mereka membuat Rehan kesal dan ingin menabraknya namun Merry sangat tegas dan tidak ingin terlihat kalah dari perempuan jalang itu ia turun dari mobil dengan santai dan memperihatkan kecantikan dan kecerdasannya sebagai istri sah keluarga Handoko.

"Ada apa kalian semua berkumpul di rumahku?" tanya Merry pada sang wartawan.

"Nyonya Merry kami hanya ingin memastikan hubungan Tuan Rehan dan model cantik itu. Apakah benar ada skandal diantara mereka?" tanya Wartawan.

"Suamiku sangat kaya dan tampan banyak wanita liar yang menginginkan berada di sisinya. Apa aku perlu menjawab pertanyaan yang tidak masuk akal dari kalian. Mengenai berita di internet aku yakin itu hanya rekayasa. Jika ada yang berani menyebarkan dan membahas lagi aku akan menuntut mereka," jawab Merry dengan tegas.

Merry juga menegaskan jika terbukti berita yang beredar adalah rekayasa Merry akan menuntut orang yang menyebar berita tidak baik itu. Sebagai istri sah kelurga Handoko Merry akan mengusut tuntas dalang dibalik berita yang tersebar dan akan memenjarakannya.

Prang! Santika membanting remote televisi karena melihat berita siaran langsung yang mewawancarai Merry. Ia kesal karena merasa Merry begitu sombong.

"Kita lihat saja sampai kapan wanita jalan itu akan merasa sombong karena statusnya," ucap Santika yang kesal.