Drama

bab 23 ganti rugi

Penulis regular13
29 September 2025

"Aku ingin bertemu dengan Merry. Aku ingin memastikan dia baik-baik saja. Kenapa kamu menyembunyikannya?" tanya Marcel dengan nada kesal.

"Karena dia istriku dan sedang mengandung anakku. Apakah kamu mau membawa pergi wanita yang sedang hamil dan berstatus anak orang. Memalukan sekali aku tak yakin kalau putra dari keluarga Manggala ingin membawa pergi istri orang," jawab Rehan masih sinis.

Memang benar ucapan Rehan Merry adalah istrinya untuk apa Marcel ingin menemuinya dan berusaha merusak rumah tangga orang. Marcel tak ada hak untuk menemui Merry jika Rehan tidak mengijinkannya.

Seorang pria lajang yang mendambakan istri orang bisa dicap sebagai pebinor istilah keren masa sekarang. Jadi Marcel tidak pantas memaksa Rehan untuk mengijinkan bertemu dengan Merry. Walau Marcel mencintainya dia tidak berhak menaruh rindu kepada Merry.

"Jika dia tidak hidup bahagia hidup bersama denganmu aku akan merebut paksa darimu!" seru Marcel.

"Lebih baik tuan muda Marcel pulang karena aku tidak akan mengijinkan kamu sedetikpun bertemu istriku," ucap Rehan dengan nada penuh tekanan.

"Rehan hari ini aku pergi bukan berarti aku kalah darimu. Aku akan tetap berusaha menyakinkan Merry kalau aku satu-satunya lelaki yang pantas mendampinginya," ucap Marcel.

Marcel segera pergi meninggalkan Rehan dengan luka hati yang masih menganga. Dia tidak percaya kalau Rehan akan terus menahan Merry dalam pelukannya sampai nanti. Saat ini yang ingin dia lakukan adalah menyelamatkan Santika agar dia bisa menggoda Rehan dan bisa melepaskan Merry.

Pria yang masih belum move on itu masih mempunyai rencana untuk menghancurkan rumah tangga Rehan dan Merry melalui gundik yang pernah dibawa Rehan untuk memanas manasi Merry.

"Perketat penjagaan rumah jangan biarkan siapapun yang tidak berkepentingan masuk rumah. Utamakan keselamatan nyonya dan calon bayinya," perintah Rehan kepada anak buahnya.

"Baik Tuan, akan kami laksanakan perintah Tuan, untuk menjaga nyonya muda," jawab anak buah Rehan.

Rehan menutup teleponnya lalu fokus bekerja. Sementara itu dikediaman utama keluarga Handoko, Dokter melaporkan hasil pemeriksaan atas pengakuan kehamilan Santika. Ia ketahuan berbohong dan membuat keributan tempo hari membuat Tuan Handoko marah besar. Wanita itu membuat nama baik keluarganay menajdi tercemar.

"Kamu perempuan sialan berani sekali membuat pengkuan palsu seperti ini hanya untuk mendapatkan simpati masyarakat kamu harus mengganti rugi kerugian dan nama baik keluarga Handoko yang tercemar," bentak Tuan Handoko.

"Ampun Tuan Handoko, aku harus mengganti rugi dengan cara apa?" tanya Santika yang ketakutan.

Tuan Handoko menyeringai tipis beliau telah memikirkan cara apa yang bisa dilakukan untuk menebus kesalahan Santika. Dia telah mencemarkan nama baik Rehan dan menyebabkan beberapa klien atau pihak kerja sama dengan perusahaannya menunda tanda tangan kontrak.

"Apa yang harus kamu lakukan adalah. Kamu harus rebut hati Marcel dengan begitu aku bisa memaafkanmu. Aku tidak percaya kalau seorang pria tidak bisa tergoda oleh rayuan siluman rubah sepertimu," jawab tuan Handoko sambil tertawa jahat.

"Aku tidak janji bisa tapi akan aku usahakan," ucap Santika.

"Bersoleklah seperti biasanya. Kamu wanita jalang pasti sudah tahu bagaimana caranya meraku lelaki," balas tuan Handoko.

Tuan Handoko menyiapkan segalanya untuk menjebak Marcel dan Santika berada dalam satu ruangan. Tugas Santika adalah merayu Marcel yang sedang mabuk dengan begitu mungkin tuan Handoko akan memaafkan Santika dan karirnya dalam dunia entertaimen akan selamat.

"Buatlah seolah terjadi kecelakaan. Kamu sudah terbiasa berakting aku minta malam ini beraktinglah senatural mungkin. Apa kamu paham?" tanya tuan Handoko.

"Baik tuan aku akan patuhi perintahmu asalkan tuan juga menepati janji tuan," jawab Santika pasrah.

Santika mengepalkan tangannya tidak dapat Rehan dia juga bisa mendapatkan Marcel mereka sama-sama dari kelurga kaya. Santika harus mendapatkan salah satu dari mereka. Hanya menggoda seorang pria dan bermain di atas ranjang bersamanya itu adalah hal mudah bagi Santika.


"Merry bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Rehan saat pulang kerja.

"Sepanjang hari aku mual dan muntah aku juga tak ingin mandi sama sekali," jawab Merry.

Rehan tertawa apakah ini adalah efek kehamilan Merry. Rehan memeluk Merry walaupun jarang mandi Merry masih tetap cantik bagi Rehan. Mungkin badannya sekarang sudah gemuk tak langsing seperti dulu itu karena dia sedang mengandung anaknya.

"Merry aku sangat mencintaimu walaupun sekarang tubuhmu menggendut mungkin juga jadi bau jarang mandi. Aku akan tetap setia bersamamu," ucap Rehan sambil mengecup kening sang istri.

"Apa kamu yakin dengan omonganmu. Bukankah dulu selalu membawa perempuan peliharaanmu ke rumah. Bagimana dengan bayi yang dikandung perempuan simpananmu itu?" tanya Merry dengan sewot.

Rehan tertawa lepas jadi Merry belum tahu kalau Santika hanya berpura-pura hamil dan terus mencoba untuk masuk keluarga Handoko mengandalakan berita bohong kehamilan di depan wartawan.

"Merry dia tidak hamil itu hanya akal-akalan Santika untuk masuk keluarga ini secara resmi," ucap Rehan.

"Apa kamu tahu Marcel juga ikut merencanakan semua ini. Santika ingin mendapatkanku dan Marcel akan membawamu keluar negeri jika tak tik mereka berhasil," imbuh Rehan.

Merry terkejut mendengar apa yang dikatakan Rehan bagaimana mungkin Marcel bisa merencanakan kejahatan seperti itu. Kenapa dia nekat melakukan hal buruk seperti ini sehingga Merry harus menanggung kesalahan dari mereka. Hampir saja dia kehilangan anak yang dikandungnya. Bayi yang tidak bersalah hampir saja meninggal akibat dua orang yang tamak dan rakus soal asmara.

"Rehan jika benar itu terjadi jangan biarkan Marcel dan Santika mendekati rumah ini. Atau apa kamu mengijinkanku menenangkan diri di luar negeri dahulu?" tanya Merry.

Rehan memeluk Merry dengan erat hatinya terasa sesak saat mendengar Merry ingin menenangkan diri di luar negeri dan jauh darinya. Rehan tentu saja hatinya sangat berat karena harus berpisah jarak dan waktu dengan Merry. Mungkin hatinya akan rapuh dan tak tenang serta terus gelisah saat memikirkan Merry yang jauh darinya kelak.

"Merry kamu tidak boleh jauh dariku. Aku tidak bisa berpisah denganmu apalagi ada anak yang kamu kandung itu adalah buah hati kita," ucap Rehan. PrIa itu sangat tidak ingin kehilangan Merry, apalagi ada saingan cinta yang siap menampung Merry saat dia meninggalkan Rehan.

"jadi kamu tak mengijinkanku untuk keluar negeri?" tanya Merry.

"Tidak karena sekarang hatiku telah benar-benar jatuh cinta padamu dan tidak mau jauh darimu barang sedetikpun," jawab Rehan sambil menggelengkan kepalanya.

Merry terkejud mendengar ucapan Rehan dia melepaskan pelukan Rehan dan menatap wajahnya dengan penuh kasih sayang. Rehan menunjukkan wajah melas dan tidak karuan karena mendengar permintaan Merry. Merry menertawakan suaminya itu.

"Rehan dimana wajah angkuhmu itu?" tanya Merry sambil tertawa.