Drama

bab 27 memilih menantu yang tepat

Penulis regular13
29 September 2025

Merry hanya ingin satu hal pada Rehan jangan mengulangi lagi hal yang telah pernah terjadi. Seperti saat dia membawa Santika datang ke rumah ini bercumbu mesra di depan matanya itu sangat menyatiki hatinya.

"Kamu jangan mengulangi lagi membawa seorang perempuan ke dalam rumah tangga kita. Aku sudah cukup sakit hati saat melihatmu bercumbu mesra dengan perempuan lain. Biarkan ini hanya menjadi kenangan demi anak kita lakukan saja apa yang aku minta," ucap Merry.

"Merry istriku aku mencintaimu dan calon anak kita apapun permintaan yang kamu inginkan aku akan coba turuti," balas Rehan sambil mencium perut Merry yang telah membuncit itu.

Merry sedikit lega tapi tidak akan percaya sepenuhnya dengan apa yang diucapkan oleh Rehan biarkan tindakan yang membuktikan apa yang pernah ia ucapkan kedepannya. Karena sekali lelaki telah berselingkuh selebihnya mungkin ia akan selingkuh lagi.

"Sudah malam ayo kita tidur. Kamu besok bekerja untuk yang terakhir ya biarkan asistenmu yang mengerjakan pekerjaan dan melapor padamu. Kamu harus fokus mengurus anak kita dulu baru kembali berkarir," ucap Rehan.

"Baiklah suamiku aku akan memuruti perintahmu demi kesehatan calon bayi yang ada di tubuhku," balas Merry.

Pasangan suami istri itu tidur berdampingan dengan mesra. Akhirnya masalah tentang perselingkuhan Rehan mampu di atasi, Video syur Santika dengan beberapa pria kaya juga tersebar di media sosial. Rencana Marcel membawa kabur Merry setelah Santika berhasil masuk ke dalam keluarga Handoko juga tersebar di internet. Keluarga Manggala sedang kalang kabut sekarang mencoba menekan berita yang telah menyudutkan mereka.

"Tuan Handoko maukah anda memaafkan perbuatan putra kami yang tercela ini?" tanya tuan Manggala yang ketakutan bisnisnya hancur setelah rumor ini beredar.

Keluarga Manggala pergi mendatangi keluarga Handoko demi meminta maaf karena kesalahan yang diperbuat oleh putranya. Tuan Manggala mengaku malu atas perilaku Marcel yang sudah mencoreng nama baiknya bahkan tuan Manggala secara langsung mengatakan rasa bersalahnya kepada tuan Handoko.

"Semua itu tergantung anakmu kedepannya. Apakah masih mengganggu Merry menantuku atau tidak," jawab tuan Handoko.

"Saya akan pastikan kalau Marcel tidak akan mengganggu Merry lagi," ucap tuan Manggala.

"Benar tuan, apa anak itu tidak waras masih mengejar seorang perempuan yang mengandung anak dari lelaki lain," balas nyonya Manggala.

Tuan Handoko menjelaskan seseorang yang sedang di mabuk asmara atau dibutakan oleh cinta akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kembali seseorang yang dicintainya termasuk jika sudah menjadi istri sah orang lain. Maka tuan Handoko hanya mewanti-wanti jangan sampai putra dari keluarga Manggala nekat melakukan sesuatu yang tercela demi mewujudkan ambisinya memiliki menantunya.

"Aku hanya ingatkan kalian jangan sampai putra kalian melakukan suatu hal yang memalukan," ucap tuan Handoko.

"Sebab menantuku sedang mengandung. Aku tidak akan tinggal diam jika keturunan dari keluarga Handoko nantinya mengalami celaka akibat ulah orang tak bertanggung jawab," imbuh nyonya Handoko.

Tuan Manggala berjanji akan mengawasi ketat putranya juga kalau bisa akan mengirimnya keluar negeri agar tidak bisa bertemu lagi dengan Merry. Mereka mengaku salah dan tidak ingin bisnis keluarganya hancur, setelah mendapatkan wanti-wanti dari pihak keluarga Handoko keluarga Manggala pamit pulang karena sudah merasa sedikit lega.

Plak! Tuan Manggala menampar Marcel karena kesal perbuatan anaknya mencoreng muka dan nama baiknya.

"Anak durhaka beraninya kamu bermain gila di belakang ayahmu ini. Kamu apa sengaja ingin menghancurkan keluargamu sendiri?" tanya tuan Manggala tegas.

"Ini semua salah kalian kenapa mengirimku ke luar negeri waktu itu. Sudah jelas aku hanya mencintai Merry untuk apa kalian melarangku dulu?" balas Marcel yang kekeh tidak mau di salahkan.

Marcel mengatakan jika waktu itu mereka tidak mengirimnya ke luar negeri mungkin tidak begini jadinya. Mereka juga masih menjodohkan Marcel dengan wanita lain yang menurut mereka sepadan. Tidak seperti itu Marcel merasa tidak ada yang sepadan dengan Merry dibanding dengan wanita lain.

"Kenapa kamu malah menyalahkan ayahmu. Sudah jelas waktu itu perusahaan keluarga Wijaya sedang bangkrut dan juga mungkin saat ini mereka bisa naik kembali karena bantuan keluarga Handoko! Apa kamu mau keluargamu menanggung biaya kebangkitan keluarga Wijaya yang hampir runtuh itu?" tanya tuan Manggala dengan emosi.

"Itu hanya pandangan kalian saja. Asal kalian tahu keluarga Wijaya tidak pernah bangkrut!" seru Marcel.

"Bicara apa kamu ini yang jelas kalau bicara?" tanya nyonya Manggala karena tak mengerti dengan ucapan sang putra.

Marcel menertawakan orang tuanya yang berambisi dan tertipu oleh keluarga Wijaya saat itu yang berpura-pura bangkrut. Ia tahu kalau tahun itu memang mereka sengaja mengumumkan kebangkrutan mereka karena ingin memilih menantu yang tepat.

"Ayah dan ibu tidak tahu saja. Mereka sengaja membuat orang percaya kalau perusahaan mereka bangkrut hanya untuk memilih menantu yang tepat. Keluarga dari sang menanru yang menyayangi Merry bukan karena harta," ucap Marcel.

"Jangan bicara omong kosong Marcel mana mungkin orang mengumumkan kebangkrutan hanya untuk main-main," balas tuan Manggala tidak percaya.

Tuan besar Manggala masih tidak percaya tapi Marcel membeberkan buktinya. Kalau benar-beanr bangkrut kenapa masih beroprasi dan malah membuka cabang-cabang baru perusahaan di seluruh negeri ini. Tidak mungkin uang keluarga Handoko juga sebanyak itu. Di bawah kepemimpinan Merry yang masih di pantau oleh tuan Wijaya sendiri perusahaan itu melaju pesat dan masih berdiri kokoh sampai saat ini.

"Jadi ayah apakah ayah masih tidak percaya ataukah dapat hasutan dari wanitamu yang hanya tahu soal harta dan kekeyaan saja?" tanya Marcel meledek ayah dan ibunya karena kesal.

"Ka-kamu jangan membual, kamu masih kecil tahu apa urusan bisnis," ucap tuan Manggala.

"Masih tidak mengakui kesalahan. Ayah ini sungguh tak tahu malu sekali. Sudahlah mulai saat ini aku tidak akan mengikuti lagi kemauan kalian berdua karena itu hanya membuatku muak saja," balas Marcel sambil meninnggalkan kedua orang tuanya.

Brakk! Marcel menutup pintu kamarnya dengan keras hatinya masih tak terima jika Merry bersanding dan tertawa bersama dengan pria lain apalagi saat ini Merry mengandung anak dari Rehan. Marcel mengguyur tubuhnya di bawah pancuran air di kamar mandi karena lelah dengan sumua keadaan ini kenapa semua ini terjadi padanya. Kenapa semua ini harus dia yang menerima. Ia masih tidak terima kalau kekasih hatinya menjadi milik orang lain karena ulah orang tuanya sendiri.

"Tuan dan Nyonya Manggala, bisakah aku bertemu dengan tuan Marcel?" tanya Santika yang mampir ke kediaman Manggala.

"Cih wanita kotor sepertimu untuk apa mau mendekati anakku. Pergi saja di rumah ini tidak menerima wanita kotor sepertimu!" seru tuan Manggala.

Santika memang tak tahu malu tapi bukan Santika namanya jika tidak pandai berakting dan bisa mendapatkan apa yang dia mau dari akting perempuan jalang yang lemah dan menggoda kepada tuan Manggala.

"Tuan Manggala aku ke sini untuk menghibur tuan Marcel yang sedang sedih karena pada kenyataan dia tidak bisa mendapatkan kekasih hatinya. Apa tidak boleh?" tanya Santika dengan wajah sendu.

"Memangnya kamu bisa apa selain menggoda banyak pria hah?" gertak nyonya Manggala yang masih kurang setuju dengan kedatangan Santika.