Drama

bab 28 santika yang iri

Penulis regular13
29 September 2025

Santika mengatakan dia bisa memulihkan nama baik putranya. Dengan menggandeng wanita lain rumor dan berita yang beredar di dunia maya maupun di media cetak serta apa yang digosipkan oleh kalangan kelas atas pasti sudah merembet kemana-mana. Santika menjamin bisa mendampingi tuan muda Marcel untuk memulihkan nama baiknya.

"Jadi kedatangan saya ke sini untuk itu nyonya dan tuan," ucap Santika.

"Apa kamu sudah gila. Yang ada jika kamu tidak bisa memulihkan nama baik tetapi malah mencemarkan nama putraku," balas nyonya Manggala dengan nada tinggi.

Santika duduk menyilakan kakinya dan mengibaskan rambutnya. Ia menertawakan nyonya Manggala yang pikirannya sempit itu. Yah bagaimana pikirannya tidak sempit soalnya apa yang dikatakan Santika belum jelas mengerah kemana dia sudah menyimpulkan duluan.

"Anda memiliki pemikiran yang sempit makanya tidak tahu kalau keluarga Wijaya berpura-pura bangkrut sehingga kalian tidak memiliki peluang," balas Santika meledek kebodohan nyonya Manggala.

"Apa maksudmu perempuan jalang?" gertak nyonya Manggala.

Bagimana mungkin Santika tidak meledeknya dan sengaja menyebutnya sebagai wanita yang bodoh. Beberapa kali mengambil kepputusan yang salah sehingga tidak melihat peluang bisnis yang seharusnya besar ia dapatkan. Makanya dari pemikirannya yang kolot dan tidak melihat jauh kedepan, perusahaan Manggala tidak memiliki kemajuan yang pesat dalam bisnisnya.

"Tanyakan saja pada dirimu sendiri kenapa bisnismu tidak maju-maju samapi sekarang ini nyonya Manggala yang terhormat. Keluarga Wijaya semakin berkembang tapi bisnismu stak di situ-situ saja," ucap Santika.

"Jangan berbicara berbelit-belit apa yang kamu inginkan datang ke rumahku?" tanya nyonya Manggala yang tidak dapat mengontrol emosinya.

Santika kembali menertawakan orang tua itu, sepertinya memang tidak pantas mendampingi seorang tuan Manggala yang pikirannya sedikit terbuka. Santika mengingatkan jika nyonya Manggala masih bersikap arogan dan sombong serta tidak mau belajar tentang jaman yang sudah berubah akan selalu tertinggal di belakang dari teman-teman sesama pebisnis yang lainnya. Sungguh disayangkan seharusnya perusahaan yang bisa berkembang di tangan orang yang ceroboh dan tidak bisa berpikir jauh ke depan harus stak di situ-situ saja.

"Apa yang aku inginkan sepertinya tuan Manggala sudah memahaminya. Benarkan tuan Manggala?" tanya Santika dengan sedikit godaan.

Santika sengaja sedikit menggoda tuan Manggala dengan duduk di sampingnya juga melakukan trik ala perempuan jalang untuk mendapatkan seorang pria kaya. Melihat itu nyonya Manggala langsung mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar untuk Santika.

"Dasar permpuan jalang kamu kesini hanya untuk menggoda suamiku saja. Tidak tahu malu pelayan tolong usir perempuan tak tahu malu ini!" teriak nyonya Manggala.

"Nyonya Manggala anda jangan terlalu emosi. Apa kamu tidak punya pikiran yang sangat luas untuk selangkah lebih maju. Jangan bisa marah-marah nanti suamimu berpaling baru tahu rasa kamu," ucap Santika.

Pelayan yang disuruh untuk mengusir Santika disuruh berhenti sejenak mereka ingin tahu apa yang diucapkan oleh Santika.

"Tidak usah bertele-tele cepat katakan apa maumu lalu pergi dari sini," ucap nyonya Manggala.

"Maksudku adalah kamu bisa memilih jodoh untuk Marcel yang tampan itu dari kalangan yang sama dengan kalian," balas Santika.

Santika mengatakan ada seorang dari keluarga kaya yang akan pulang dari luar negeri beberapa hari lagi. Dia juga sangat menyukai Marcel. Santika juga menyarankan kepada keluarga Manggala untuk bertindak cepat kalau tidak seseorang itu akan berpaling ke yang lain.

"Siapa gadis yang kamu maksud Santika?" tanya nyonya Manggala.

"Nyonya Manggala apa kamu di kucilkan di grup sosialitamu. Masa kalah denganku yang hanya seorang model lebih tahu ketimbang kamu yang seorang sosialita," ledek Santika.

Santika hanya memberikan klu kalau seseorang itu adalah teman kecil Marcel juga Rehan. Santika juga akan bertindak jika keluarga Manggala tidak melakukan gerakan. Karena gadis yang akan pulang dari luar negeri juga menyukai Rehan yang kini sudah mempunyai istri juga calon anak.

"Kalian harus bertindak cepat kalau tidak sesuatu mungkin akan mengintai keluarga kalian," ucap Santika lalu pamit untuk pergi.

"Wanita jalang itu apa yang dia maksud. Kenapa datang hanya membuat pikiranku tambah kacau saja!" seru nyonya Manggala sambil memegangi kepalanya.

Marcel yang sedari tadi memperhatikan percakapan keluarga itu langsung turun dari lantai dua dan menghadang Santika di depan gerbang rumahnya. Dia memaki Santika dengan kata yang lembut lalu menekannya untuk tidak membuat masalah dengannya.

"Apa yang kamu lakukan perempuan jalang? Apa kamu tidak tahu malu videomu telah menyebar di berbagai media dan juga karirmu terancam hancur tapi kamu malah asyik memrovokasi keluarga ini!" seru Marcel.

"Aku lakukan semua ini untuk kebaikanmu tuan muda Marcel kenapa kamu lebih memilih mencintai istri orang daripada mencoba hubungan dengan gadis lain yang masih single?" tanya Santika sambil merangkul Marcel.

Marcel mendorong tubuh Santika dengan kencang karena ia tak sudi di sentuh dengan perempuan kotor seperti dia. Melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Marcel jijik saat melihat Santika seperti itu sungguh tak tahu malu sekali.

"Jangan coba menggangguku, selamanya hanya Merry yang ada di hatiku! seru Marcel.

"Merry lagi, Merry lagi aku akan menyingkirkannya apapun caranya karena semua orang memikirkannya," gumam Santika dengan hati yang penuh dendam.

Santika menunjukkan rasa tidak sukanya saat Marcel mengatakan hanya Merry yang ada dalam hatinya. Raut wajah kebencian itu membuat Marcel tak nyaman dan mengancam Santika jika sampai dia berbuat sesuatu yang tidak diinginkan kepada Merry. Marcel sangat mencintai Merry walaupun sekarang menjadi istri dari pria lain.

"Santika aku peringatkan kamu sekali lagi jika memikirkan cara untuk menyakiti Merry aku akan membuat perhitungan denganmu. Kamu tidak berhasil menjebakku sekarang datang untuk membuat heboh keluargaku jangan kira aku tak tahu!" seru Marcel.

"Tuan muda Marcel aku tahu kamu sangat istimewa, kamu tidak seperti tuan muda dari keluarga kaya lainnya bahkan Rehan juga tidak pantas di bedakan denganmu. Aku benar-benar mengagumi sosokmu," balas Santika dengan senyuman menggoda.

"Jangan berkelit di depanku. Rayuanmu yang menjijikkan itu tidak mempan padaku," ucap Marcel seraya meninggalkan Santika.

Marcel selalu menekankan siapapun sekarang tidak bisa menyakiti Merry karena Rehan sudah menempatkan orang khusus untuk menjaga Merry. Selain Rehan dirinya juga sudah menyiapkan beberapa orang untuk melindungi Merry dari orang yang akan mencelakainya seperti Santika ini.

"Kamu harus ingat Marcel ada rahasia yang orang lain belum tahu tentang kamu yang ingin membawa pergi Merry saat itu," ancam Santika.