Pedang Giok Hitam_Harta karun Incaran Perompak

23 October 2025

Sher memandang heran pada Bho, "Tempat apa ini!?" tanyanya dengan wajah penasaran. "Pelankan suaramu, dinding gua ini sangat sensitif, kita aman di sini, karena celah kecilnya tak bisa dimasuki monster besar itu," jelas Bho, seraya duduk selonjor dan mengelus kakinya yang terasa sakit. "Kenapa denganmu apakah ...." "Tubuhku tidak lagi terperangkap dalam tubuh anak kecil lagi, karena itulah aku bisa merasakan sakit dan ngilu di setiap tulangku." "Oh," desis Sher dan mulai berkeliling melihat situasi dalam goa tersebut. "Apakah kita aman di sini Bho?! Pertanyaan Sher tak dijawab oleh Bho, tak lama terdengar dengkuran halus berasal dari lelaki tua tersebut. Sher hanya bisa menghela napasnya saja, ada apa ini? dengan secepatnya Sher gunakan mata emasnya untuk melihat situasi yang ada. "Apa ini? mengapa semua dindingnya bercahaya dan bergemerlap?" Sher mendekati dinding berwarna merah, kuning kadang semburat kebiruan. "Batu? ini batu giok! Hai ini batu giok asli!" Sher begitu girang pada kenyataan yang dia alam saat ini. "Andai ada Elang, dia pasti senang melihat ini. Apakah ada batu giok hitam ini yang dicari?!" Sher bicara sendiri. Hanya dalam penglihatannya saja yang bisa menjabarkan gemerlapnya baru pada dinding goa tersebut "Ah, kau tidur lagi Bho. aku maklum sih, tubuh rentamu membuatmu cepat lelah." Sher bicara sendiri dan masih terus mengawasi dengan teliti setiap detail dinding dan menjelajahi setiap inci, hingga masuk ke dalam. Keadaan di dalam yang semakin membuat Sher semakin melongo i'ni sih harta karun!' teriak batin Sher. Bagaimana tidak? tiap dindingnya terdapat berbagai jenis bebatuan langka, gemerlap dalam aneka warna. Bagai batu pualam yang belum diolah. Sher mencoba mengambil salah satu batu yang berwarna merah menyala, bentuknya yang tak beraturan malah menjadikan baru itu terlihat sangat mewah. Bahkan di bawah dinding gua pun banyak kerikil-kerikil kecil berwarna emas! Sher semakin kalap, perlahan tangannya mulai mengumpulkan batu-batu mulia tersebut, mengelusnya dan melihatnya dalam tatapan bahagia. "Aku bisa kaya kalau ini semua aku ambil." bisiknya lagi, tapi bagaimana caranya? Sher kembali di mana Bho yang masih tertidur pulas. "Bho, bangunlah, lihat apa yang sudah aku temukan?!" Tangan Sher mengguncang-guncang tubuh Bho yang masih terlelap. "Ada apa?!" "Lihat! aku menemukan ini!" seru Sher dengan girang. "Kau mau? Ambillah saja, asal kau mampu membawa keluar dari tanah keramat ini." "Bolehkah?" Bho mengangguk dan dirinya melanjutkan tidur kembali. Sher dengan cepat kembali masuk ke dalam goa, dan mengumpulkan batu-batu tersebut. Tak lama Sher kembali duduk depan Bho yang masih terlelap, di dalam kantong tas dan sakunya sudah penuh aneka batu mahal tersebut 'Gila, makanya para perompak itu mencari tempat ini, karena banyak harta karunnya." pikir Sher dan mulai memejamkan matanya. Rasa lapar yang dari tadi dirasakannya kini hilang dan berganti dengan senyum bahagia. Mata emas Sherlyn kembali menyala, dan segera membawa tubuh Bho mencari tempat persembunyian. Bho kaget dan segera terbangun. Terdengar suara yang menyeramkan, dalam pandangan matanya, kali ini bukan mata emasnya yang ia gunaka tapi mata normalnya menangkap sesosok binatang besar yang melebihi 10 kali lipat pesawat terbang yang biasa ia tumpangi. Sekali hap saja tubuhnya akan masuk dalam moncongnya yang bergigi tajam. Lehernya berundai bak sisik besar yang bergerak setiap binatang itu bernapas. Sher menahan napasnya, nampaknya monster berbentuk mirip naga itu, hanya merespons dari hangatnya napas dan gerakan serta suara. Entah di mana Bho? Tadi perasaan sudah bangun,. binatang monster itu masuk masuk lewat lubang besar yang berada di atas gua, dan ternyata lubang itu cukup besar. Sedari tadi Sher tak menyadarinya. Sayap itu bergerak, mengepak perlahan, desir anginnya membuat rambut panjang Sher tersibak. Pelan sekali tangan Sher merogoh batu-batu yang tadi sempat dimasukkan dalam saku celananya. ia mengambilnya dan melempar batu itu hingga puluhan meter masuk ke dalam gua. untuk mengelabui sang monster. Efek yang dihasilkan ternyata sangat mengerikan, monster itu langsung mengejar suara dari batu yang Sher lempar. Moncong monster itu mengeluarkan api! Namun beruntung dinding gua terbuat dari lapisan baru mulia, api tak langsung membakar dinding, api itu seakan lenyap terserap oleh dinding berbatu tersebut. Sher segera gunakan kesempatan itu, dirinya segera berlari ke arah mulut gua. Napasnya memburu penuh ketakutan. Di salah satu sudut dinding gua, meringkuk lelaki tua tangan dan kakinya masih gemetar, dia tahu posisi mulut gua sangat jauh darinya. Bho melihat sekelilingnya, bebatuan semakin runtuh, rupanya monster itu merasa tertipu dan mulai mengejar Sher! "Cepat! Sembunyi dalam bebatuan!" teriak Bho kala melihat monster itu sedang mengejar Sher. Segera saja wanita berambut panjang berwarna emas itu, masuk ke dalam celah dinding gua yang berongga, tubuhnya yang mungil bisa masuk tepat saat api menyambar. Api menghilang seketika saat terpapar dengan dinding gua. Saat dirinya berteriak, Bho langsung pindah posisi, mencari tempat lain yang lebih aman untuk bisa mendekati mulut gua. "Arghhhhhhhhhttt!!!!" Suara kemarahan dari monster tersebut. Giginya terlihat runcing. Mulutnya menyemburkan api ke segala arah. Sher sangat ketakutan, tak biasanya dirinya merasa terancam nyawanya, bergeser sedikit saja, dirinya akan terpanggang hidup-hidup. Tubuh Bho sempat oleng, rupanya kaki kirinya terkilir saat dia berlari mencari tempat perlindungan. Hening, hanya terdengar suara deru napas dari monster yang agaknya tahu siapa yang diincarnya. Yaitu Bho! Sher melongok pada Bho. Melihat situasi yang ada, dengan isyarat matanya, Bho menyuruh Sher untuk segera berlari keluar dari gua secepatnya. Kedua tangan Bho meremas kerikil yang ada di bawah kakinya. Dengan sekuat tenaga dirinya melempar kerikil tersebut, namun naas, kerikil itu malah langsung mengenai wajah monster yang memang sudah mengetahui persembunyian Bho. Mata mereka saling beradu, Bho semakin terbelalak, mata ini adalah mata milik Huang! Monster musuh Shang Fu yang harus dihancurkan. Mulut Huang menyeringai menatap Bho. Saat pertemuan kecil itu terjeda beberapa saat. Sher langsung gunakan kesempatan itu untuk berlari sekuat tenaganya untuk mencapai bibir gua yang hanya beberapa meter saja di depannya. Sher berlari secepatnya, namun, mata monster itu langsung menangkap pergerakan Sher, seketika itu juga, monster Huang langsung meninggalkan Bho yang masih melotot menatap mata Huang. "Lari Sher!!!" teriak Bho, begitu juga lelaki tua itu, dirinya pun langsung berlari mengikuti arah Sherlyn. Sher dikejar monster Huang, dan Bho berlari menuju mulut gua, walaupun dengan terseok-seok. "Ahhhhh ..." Sher langsung melompat berguling keluar dari bibir gua, begitu juga Bho, karena mulut gua yang semakin menyempit, maka monster itu pun tak bisa mengejarnya lagi. "Ahggg!" Keduanya sama-sama mengerang dalam kesakitan, "Ah kakiku, sepertinya terkilir" jerit Bho sambil memegangi mata kakinya. "Kau bisa berjalan Bho? Kita harus cepat pergi dari sini, pasti monster itu akan mengejar kita." "Ayo! Aku tak mau mendapatkan kutukan lagi dari Huang bangsat!" serunya dan segera bangkit dari duduknya dan berlari terseok-seok menjauhi gua itu. "Tunggu! Kau bilang apa, Huang? Bukankah dia musuh Shang Fu?”