Drama #Manis

Tiba-tiba Cinta _Menyingkap Masa Lalu_Bab 13

Penulis MIA
05 November 2025

Butiran salju nan lembut menerpa rambut beruban lelaki paruh baya yang tengah berdiri menatap batu nisan dengan pilu. Roman tersenyum, tetapi air mata yang tak tertampung di pelupuk matanya telah mendesak keluar dan bergulir cepat melewati pipinya.

Di antara pohon-pohon pinus yang mengelilingi tempatnya berdiri saat ini, dia mengingat kembali kejadian mengerikan 15 tahun lalu.

Saat dimana dirinya, kehilangan orang-orang yang peduli padanya. Roman bukan hanya kehilangan kedua orangtuanya, tetapi juga seorang adik yang selalu dia anggap gadis kecil. Maulee, wanita yang terlahir dari orang yang dia panggil ayah dan ibu.

Tak ada hubungan darah antara mereka, tetapi kepedulian Maulee yang menganggapnya sebagai keluarga, membuatnya merasa berharga di dunia ini. Hingga dirinya yang semula hanya anak lelaki tanpa arah dan terbuang di balik pohon pinus, akhirnya dapat merasakan kasih hangat yang dinamakan keluarga. Orang tua Maulee memungutnya dan mengadopsi dirinya yang kecil kurus saat itu.

Masa kecil yang mereka habiskan bersama, meninggalkan banyak kenangan indah yang tak sanggup Roman lupakan. Maulee yang cantik dan selalu bersikap manja padanya, dia benar-benar masih mengingatnya dengan jelas. Seakan ingatan itu masih segar dan baru kemarin mereka bersama.

Tetapi ingatan itu telah direnggut dan dihapus paksa oleh kecelakaan mengerikan yang menimpa keluarganya 15 tahun yang lalu. Maulee yang bukan lagi gadis kecil, melainkan wanita yang telah melahirkan gadis kecil, telah terbaring tak bernyawa dengan genangan darah segar di atas hitamnya aspal.

Seakan pengemudi mobil yang menabrak mobil mereka memang sengaja mengincar Maulee dan anaknya sebagai target, mobil berlapis baja itu melaju hebat dan menghantam sisi mobil keluarganya, di mana Maulee tengah memangku Maya yang sedang rewel di tengah perjalanan.

Roman berada di kabin depan sebagai pengemudi saat itu, sementara ayah Maulee-yang juga adalah ayah angkatnya berada di sampingnya, menjaga dan melindunginya dari hantaman keras itu.

Karena itulah, bisa dikatakan bahwa dirinya adalah satu-satunya yang selamat dari kecelakaan itu. Karena demi dirinya yang hanya anak angkat ini, sang ayah rela mengorbankan nyawanya dan menjadi tameng untuknya.

Bahkan Sean yang berada di kabin paling belakang pun harus menerima sandangan cacat seumur hidupnya, dan Maya yang saat itu baru berusia 6 tahun harus mendapatkan rekontruksi besar-besaran pada tubuhnya untuk tetap bertahan hidup. Tetapi dirinya malah hanya mendapatkan luka ringan di bagian engsel siku dan goresan kecil di pelipis kirinya. Itu pun bukan disebabkan karena pecahan dari kerangka mobil, tetapi karena benturan kepala ayahnya yang kebetulan sedang memakai kacamata.

Andaikan bisa, rasanya ingin sekali dirinya menukar nyawanya dengan ketiga orang yang amat disayanginya. Ayah, ibu dan adiknya.

Teriakan-teriakan sebelum mobil itu menghantam keras dan merenggut seluruh keluarganya masih terngiang di kepala Roman. Membuat kepalanya berdentam tiada ampun dan dia terhuyung dihempas rasa trauma. Beruntunglah ada Shafara-istrinya yang langsung sigap menopang.

“Sampai kapan kau akan terus menyesal?” Walau begitu sakit melihat Roman yang seolah terjebak dalam penyesalan setiap kali mereka mengunjungi makam Maulee dan kedua orangtuanya, Shafara berusaha selalu ada. Menyokong Dan mendampingi suaminya.

“Maaf, maafkan aku … Shafara.” Roman melirih dan memeluk erat tubuh istrinya.

Shafara adalah perwujudan kekuatannya. Wanita yang dinikahinya karena terpaksa itu mencintainya lebih dari apapun. Bahkan menerimanya, walaupun tahu bahwa dirinya sebenarnya telah jatuh cinta pada adik angkatnya sendiri.

“Maulee pasti sedang bermain bersama ayah dan ibu di sana. Aku dengar orang yang mati akan kembali menjadi muda di alam mereka. Apa aku benar?” ucap Shafa berusaha menghibur.

“Ya, kau benar,” balas Roman. Lelaki itu merangkul bahu istrinya dan menghadap makam keluarganya. Tetapi sedetik kemudian, mata Roman berkilat, ketika dia melirik tajam ke arah makam paling tepi di sebelah Maulee.

“Kuharap Maulee tidak bertemu dengan lelaki itu di kehidupannya yang sekarang,” ucapnya dingin.

Sampai saat ini, walau tak menemukan apapun, Rowman yakin bahwa penyebab kecelakaan besar keluarga mereka adalah lelaki gila itu. Lelaki yang bahkan memaksa Maulee untuk mau menikah dengannya. Lelaki yang dengan kejam sengaja memperkosa Maulee hanya demi mendapatkan Maulee sebagai istrinya.

“Jangan tampakan kebencianmu yang sedalam itu, bagaimanapun juga dia adalah ayah Maya. Putri kita akan sangat bersedih kalau tahu kau membenci ayahnya.” Shafara mengusap ringan dada Rowman.

Lagi-lagi penyesalan itu menggayuti hati Rowman.

Andaikata dirinya bisa selalu melindungi Maulee di sisinya saat itu, mungkin Maulee tidak perlu bersama lelaki gila itu. Andaikata dirinya mampu mengambil langkah tegas mewakili ayahnya saat itu, pasti keluarga mereka tidak perlu dipaksa dan Maulee akan selalu menjadi gadis kecil ceria dan manja di rumah mereka. Pada akhirnya, semua terjadi karena ketidakbecusannya sebagai kakak dan anak lelaki


“Kecelakaan yang memicu penyakit Anda 15 tahun yang lalu, bertepatan dengan kecelakaan yang dialami keluarga nona Maya, Tuan. Di Negara itu keluarga nona Maya memang sedang liburan bersama, dan mengalami kecelakaan tragis hingga tak menyisakan orangtua nona. Tetapi semua kasusnya telah ditutup oleh tuan besar dan lokasi kecelakaan mereka, kami belum menemukan data yang cukup lengkap, Tuan.”

Mendengar penjelasan anak buahnya, tidak! Tepatnya, anak buah ayahnya, Adrian menegang. Seluruh tubuhnya bergetar dilingkupi ketidakpastian. Begitupun napasnya yang mulai memburu dan tidak sabar.

“Cepat gali lebih dalam. Aku tidak peduli sedalam apa ayahku menimbunnya, gali sampai ke akarnya.” Dia menggeram kemudian, sementara matanya penuh kegelisahan.

Hari yang sama! Adrian sungguh berharap kejadian tragis itu bukan di tempat yang sama. Kalau saja sampai benar kecelakaan itu terjadi di tempat yang sama dengannya ….

Tetapi … kenapa … kenapa ayahnya menutup kasus itu? Bukankah wilayah itu bukan lagi wilayah kekuasaan ayahnya?

“Tuan, duduklah dan minum sedikit air.” Jode membimbing Adrian agar duduk di sofa ruang tamu di apartemen yang baru dibelinya itu.

Apartemen sederhana ini sengaja dia beli dengan harga yang cukup murah. Dengan kesederhanaan yang akan dia tampilkan di dalamnya dia berharap Maya akan semakin terkesan saat dia membawa gadis itu kemari nanti. Mungkin, apartemen ini juga akan menjadi tempat tinggalnya bersama Maya nanti setelah mereka menikah.

“Jode ….” Suara serak bercampur ketakutan yang terlontar dari mulut Adrian cukup membuat Jode merinding. Lebih merinding daripada saat Adrian marah.

“Kalau lokasinya–”

“Tuan, hari itu terjadi cukup banyak kasus kecelakaan. Saat itu saya juga terjebak macet yang diakibatkan oleh kecelakaan, sebab itulah saya terlambat menjemput Anda,” kata Jode berusaha menghibur. Berusaha membuang pikiran buruk Adrian yang belum pasti kebenarannya.

Tetapi entah kenapa, Adrian sama sekali tak bisa ditenangkan. Wajahnya telah menjadi pucat karena terlalu takut.

Takut kalau sampai semua kekhawatirannya adalah kenyataan, takut Maya akan memilih meninggalkannya. Takut kalau sampai Maya tahu … tahu siapa dirinya yang sebenarnya, di balik topeng manusia lemah dan penyakitan yang mempesona itu!

Bersambung ....

Bunga mawar dari origami Ditempel di dinding kaca Ada yang baca gak inii Novel baru Istri Tercinta

Love Readers😘