Drama

One Night One Lie - Nada Yang Terkubur Di Italia - Bab 14

Penulis Ichan
03 December 2025

Chiara memandang jendela studio di pagi buta. Langit kota mulai menyala lembut dengan warna keemasan. Namun, hati Chiara terasa berat. Semalam, Aaren telah membisikkan sesuatu yang mengguncang seluruh poros kehidupannya.

“Chiara, aku tahu tentang Dario Evolet dan tentang Luna.”

Nama itu menghantui kepalanya. Dario Evolet. Pria yang selama ini hanya hidup dalam dongeng neneknya dan kenangan samar di masa kecil. Pria yang menurut dokumen, dinyatakan hilang dalam kecelakaan mobil tragis di Italia dua puluh tahun lalu.

Chiara menatap selembar surat yang sudah mulai kusam, ditemukannya saat berusia delapan belas, tapi tak pernah ia buka sampai hari ini. Surat itu ditulis oleh Dario, dikirim tepat sehari sebelum kecelakaan yang menewaskannya.

"Untuk Chiara, putriku yang manis. Jika kau membaca surat ini suatu hari nanti dan aku tak bisa menepati janjiku untuk kembali. Ketahuilah, aku mencintaimu lebih dari hidupku. Musik adalah bahasa kita dan di dalam setiap nada yang kau mainkan, aku dan Ibumu akan selalu hidup."

Tangis Chiara pecah. Air matanya jatuh di atas surat, membasahi tulisan tangan yang kini terasa begitu hidup.


Di ruang kerjanya, Aaren tengah membuka data rahasia dari penyelidikan timnya. Dalam dokumen itu, tertera detail kecelakaan Dario Evolet. Namun, satu hal membuat dahi Aaren berkerut.

“Tubuh Dario, tidak pernah ditemukan secara utuh. Hanya dokumen identitas, jam tangan dan cincin yang dikenali.”

“Artinya bisa jadi dia masih hidup?” gumamnya sendiri.

Kevin menambahkan, “ada kabar bahwa setelah kecelakaan itu, seseorang dengan luka bakar serius dirawat diam-diam di rumah sakit swasta di bagian utara Italia. Pria itu tak pernah mengaku siapa dirinya.”

Aaren menatap Kevin serius. “Cari tahu siapa dia. Mungkin Dario belum mati.”


Sementara itu, Chiara akhirnya bertemu dengan satu nama dari masa lalu, seorang wanita tua, sahabat ibunya yang kini tinggal di pedesaan. Dari wanita itulah, terungkap satu kebenaran mencengangkan.

“Luna Damian adalah anak dari wanita yang pernah dinikahi ayahmu.”

Chiara mengernyit. “Maksud Tante Sofia?”

“Dario, ayahmu, sempat menjalin hubungan dengan sosialita terkenal ketika sebelum dan setelah kematian ibumu. Wanita itu hamil, tapi kecelakaan itu terjadi, wanita itu membesarkan anaknya sendiri.”

Sofia menatap Chiara dengan belas kasih. “Anak itu sekarang bernama Luna Damian.”

**

Chiara kembali ke kota dengan hati bergejolak. Di hadapannya, kini bukan hanya persaingan panggung, bukan hanya kecemburuan sesaat. Ini tentang darah. Tentang dua wanita yang tumbuh dengan luka berbeda yang terikat oleh satu ayah yang mungkin masih hidup, entah di mana.

Aaren menyambut Chiara di balkon rumah mereka, memeluknya dalam diam.

“Kau tidak sendiri, Chiara. Kita akan cari kebenaran bersama dan jika Dario masih hidup, kita akan menemukannya.”

Chiara memejamkan mata. “Jika benar Luna adalah saudara tiriku.”

Aaren menjawab tegas, “Kau tidak memilih keluarga, tapi kau bisa memilih siapa yang tetap berdiri bersamamu. Aku dan Lauren akan tetap berdiri di sisimu.”

**

Di sebuah rumah perawatan tua di pegunungan Italia, seorang pria duduk di atas kursi roda. Wajahnya sebagian terluka, suara cello dari televisi membuatnya menggigil.

Perawat muda datang, menyodorkan tablet.

“Pak, ada konser musik yang sedang viral. Wanita itu bernama Chiara Evolet, katanya anak anda juga pemain cello yang hebat.”

Pria itu perlahan mengambil tablet, menatap layar dengan tangan gemetar. Air matanya jatuh saat melihat wajah Chiara.

Perawat itu bertanya, “Apakah Anda mengenalnya, Pak?”

Pria itu tersenyum samar.

“Dia darahku.”


Langit kota mendung saat Chiara kembali dari pedesaan. Hatinya penuh gelombang yang sulit ia uraikan, marah, sedih, tetapi juga lega. Untuk pertama kalinya, puzzle masa lalunya mulai terjawab. Namun, satu bagian masih gelap, Luna Damian.

Chiara duduk di ruang tamu rumahnya, berhadapan dengan Aaren. Di antara mereka ada sebuah map cokelat berisi dokumen, hasil penyelidikan Kevin.

“Luna tidak tahu, Aaren,” suara Chiara pelan, nyaris berbisik. “Dia tidak tahu kalau Dario Evolet adalah ayahnya juga.”

Aaren menghela napas berat. “Itu bisa menjelaskan kebencian butanya padamu. Dia tidak tahu bahwa kalian bersaudara.”

Chiara memejamkan mata, mencoba memahami luka yang diwariskan takdir. Dendam Luna selama ini dibangun atas dasar iri, kesalahpahaman dan kebencian yang seharusnya tak pernah ada jika kebenaran terungkap lebih awal.


Di sisi lain, Luna Damian.

Luna berada di penthouse miliknya di Paris, bersama Sasha Elvani. Mereka tengah merancang proyek baru, sebuah konser berskala internasional dengan tujuan menggulingkan dominasi nama Chiara Evolet di dunia musik klasik.

Sasha berkata, “Kau yakin ingin menjatuhkannya di konser musim dingin nanti? Chiara sedang di puncak popularitasnya setelah konser Paris kemarin.”

Luna tersenyum sinis. “Justru karena itu. Aku akan membuatnya jatuh dari tempat tertingginya dan kali ini, dia tak akan mampu untuk bisa bangkit lagi.”

Namun, raut wajah Luna berubah ketika ia menemukan selembar foto usang yang dijatuhkan Sasha dari map lamanya. Foto seorang pria dengan cello, pria yang wajahnya sangat mirip dengan foto yang pernah ia lihat di laci ibunya, foto Dario Evolet.

“Siapa ini?” tanya Luna, menahan getaran di suaranya.

Sasha mengangkat bahu. “Itu? Ah, maestro cello yang hilang dua dekade lalu. Dario Evolet.”

Nama itu menggema di kepala Luna seperti denting keras piano tua.

Dario Evolet, tapi itu nama ayah yang dulu disebutkan ibuku sebelum meninggal.

Luna membalik foto itu. Ada tulisan tangan di sana. Untuk Chiara dari ayahmu yang mencintaimu, Dario.

Luna terduduk lemas. Dunia yang ia bangun dengan kebencian dan ambisi mulai retak oleh satu kemungkinan yang tak pernah ia bayangkan. Dia adalah putri dari pria yang sama dengan Chiara.


Chiara Bersiap ke Italia.

Sementara itu, Chiara dan Aaren menyiapkan perjalanan ke Italia. Mereka telah mendapat petunjuk keberadaan pria misterius yang selama ini tinggal diam di rumah perawatan di pegunungan Cortina.

“Jika benar dia Dario,” kata Chiara, menatap Aaren, “aku akan memeluknya dan mengatakan, bahwa aku tidak marah karena ia pergi, tapi aku ingin tahu alasan kenapa ia harus hilang begitu lama.”

Aaren menggenggam tangan Chiara. “Apa pun yang terjadi, aku akan ada bersamamu. Kali ini, kita buka semua rahasia itu, sampai tuntas.”


Di malam yang sama, Luna teringat akan sesuatu yang pernah dia temukan di ruang kerja ibunya yang sudah lama tak disentuh. Ia pernah membuka laci tua, menemukan jurnal lama yang disimpan rapi. Dalam lembar-lembar catatan itu, ibunya menulis tentang hubungan gelapnya dengan seorang pria yang telah beristri.

Namanya Dario Evolet. Dia tak pernah tahu kalau aku mengandung, tapi anak ini akan ku besarkan untuk menjadi wanita yang akan menaklukkan dunia. Anak ini adalah Luna.

Luna seketika berkaca-kaca mengingat hal itu dengan air mata yang mulai berlinang ke pipinya dengan napas yang tercekat.

“Ternyata, Chiara dan aku, putri dari pria yang sama?”

Rasa hancur dan amarah bergolak dalam dirinya. Bukan hanya karena fakta itu, tapi karena dia telah menghabiskan hidupnya memusuhi darah dagingnya sendiri.

Namun, Luna bukan wanita yang menerima takdir dengan pasrah.

Dia berdiri pelan, menatap bayangannya di cermin, lalu berbisik dingin.

"Kalau dia saudara tiriku, maka aku akan menjadi bayangan yang menghancurkan semua miliknya.”