Sinopsis
Malam turun dengan cara yang malas. Jakarta seperti tubuh lelah yang menolak tidur. Lunara keluar dari kantor redaksi, lalu naik ojek pulang ke kosnya. Ia suka naik ojek, demi angin yang mengibarkan rambut hijaunya. Ia membiarkan suara kota mengisi kepalanya: klakson, air menetes dari kolong jembatan, sirene jauh yang tidak jelas asalnya. Ketika motor berhenti di lampu merah, Lunara sempat melirik ke layar ponsel. Notifikasi berdatangan: ada video banjir terbaru, ada ajakan turun ke jalan, analisis instan dari akun-akun yang baru kemarin dibuat tetapi hari ini sudah punya puluhan ribu pengikut. Narasinya seragam. Terlalu seragam.
Daftar Bab
4 BabBab 1-5 dapat dibaca gratis sebagai preview. Bab selanjutnya adalah konten Premium untuk mendukung penulis berkarya.