Antropologi Jalanan Jakarta Himpitan Kota, Retakan Jiwa
2/25
Bab 2

Himpitan Kota, Retakan Jiwa

Brumm!Brumm!Brumm!

Suaraitubukansekadarbisingmesin;itudetakjantungmonster.Jakartapagiinitidaksedangbanguntidur,iasedangtersedak.

Akumenahangas,membiarkanmesinHondaBeatmatictuainimenderurendah,seolahmenggerutukarenadipaksaminumpertaliteeceranyangkadaroktannyameragukan.Didepan,lautanhelmdanatapmobilmembentangsejauhmatamemandangdiJalanRayaCasablanca.Asapknalpotmengepul,naikkeudara,membentukkabutabu-abutipisyangmemelukgedung-gedungkacapencakarlangitlayaknyaselimutberacun.Mataharipukultujuhpagibahkantidakterasahangat;iaterasamenusuk,tajam,danpenuhtuntutan.

Kurasakangetaranstangmotormenjalarkelengan,naikkebahu,hinggabersarangdileherbelakangyangmulaikaku.Kretek.Bunyikecildaripersendiankukalahtelakolehklaksontrontondijalurkanan.

Akumenyelip.Kiri.Kanan.CelahsempitdiantarabumperAlphardhitamdanbodibusTransjakartayang...

Konten Premium

Untuk membaca bab ini secara lengkap, Anda memerlukan langganan premium.